Pendiri Telegram, Pavel Durov, mengklaim bahwa blockchain The Open Network (TON) kini mampu menyelesaikan transaksi 6.000 kali lebih cepat dibanding Bitcoin (BTC).
Klaim itu muncul setelah TON mencatat waktu finality hanya 0,6 detik, sementara Bitcoin membutuhkan sekitar satu jam.
Data tersebut dibagikan Durov dalam laporan terbaru yang membandingkan kecepatan finalisasi transaksi sejumlah blockchain Layer-1 populer. TON langsung menempati posisi teratas, mengungguli Ethereum, Solana, hingga Avalanche.
Pencapaian ini datang hanya beberapa minggu setelah TON meluncurkan upgrade Catchain 2.0 yang memang dirancang untuk memangkas waktu finality menjadi di bawah satu detik.
TON Kini Jadi Blockchain Layer-1 dengan Finality Tercepat
Dalam blockchain, finality mengacu pada waktu yang dibutuhkan hingga transaksi dianggap final dan tidak bisa dibatalkan atau diubah lagi.

Sumber Gambar: X.com
TON kini mencatat finality sekitar 0,6 detik. Sebagai perbandingan:
- Bitcoin membutuhkan sekitar 60 menit
- Ethereum sekitar 13 menit
- Solana sekitar 13 detik
- TRON sekitar 1 menit
- Litecoin sekitar 15 menit
- Monero sekitar 20 menit
- Cardano bahkan disebut mencapai 24 jam
Perbedaan besar itu membuat TON mulai diposisikan sebagai salah satu jaringan Layer-1 tercepat untuk kebutuhan transaksi real-time, termasuk pembayaran, game blockchain, hingga aplikasi berbasis Telegram.
Upgrade Catchain 2.0 juga disebut berhasil memangkas block time TON menjadi sekitar 400 milidetik. Artinya, jaringan mampu memproses blok baru dalam waktu kurang dari setengah detik.
Kecepatan tersebut menjadi salah satu senjata utama TON di tengah persaingan blockchain Layer-1 yang semakin ketat sepanjang 2026.
Baca juga berita terkait: Daftar Blockchain dengan User Terbanyak Bulan Ini, BNB dan Ethereum Memimpin
Kenapa Bitcoin Jauh Lebih Lambat?
Meski terlihat kalah jauh dari TON dalam urusan kecepatan, Bitcoin memang tidak dirancang untuk transaksi instan.
Bitcoin menggunakan sistem Proof-of-Work dengan rata-rata waktu blok sekitar 10 menit. Di industri crypto, transaksi Bitcoin biasanya dianggap aman setelah mendapat enam konfirmasi blok.
Karena itu, proses finality Bitcoin bisa memakan waktu sekitar satu jam.
Sebaliknya, TON menggunakan pendekatan Proof-of-Stake dengan arsitektur yang lebih fokus pada skalabilitas dan throughput tinggi. Pendekatan ini memungkinkan transaksi diproses jauh lebih cepat dibanding jaringan generasi lama seperti Bitcoin.
Namun, kecepatan bukan satu-satunya faktor dalam blockchain. Banyak investor tetap melihat Bitcoin unggul dari sisi keamanan dan tingkat desentralisasi jaringan.
Telegram Kini Jadi Validator Terbesar TON
Selain memamerkan kecepatan jaringan, Durov juga mengungkap bahwa Telegram kini menjadi validator terbesar di jaringan TON.
Telegram disebut telah melakukan staking sekitar 2,2 juta TON dengan nilai mendekati US$2,9 juta.
Langkah tersebut dianggap sebagai sinyal bahwa Telegram semakin serius membangun ekosistem TON di dalam platform mereka. Selama setahun terakhir, Telegram memang terus mendorong integrasi wallet, mini apps, hingga pembayaran berbasis TON.
Di sisi lain, dominasi Telegram sebagai validator terbesar mulai memunculkan kekhawatiran soal sentralisasi jaringan.
Beberapa pihak menilai konsentrasi validator yang terlalu besar bisa memberi pengaruh berlebihan terhadap governance blockchain. Kritik itu muncul di tengah meningkatnya jumlah TON yang dikunci dalam proses staking karena imbal hasil validator yang disebut mendekati 20%.
Semakin banyak token yang terkunci juga dapat mengurangi suplai beredar di pasar dan memengaruhi likuiditas perdagangan TON.
Baca juga: 8 Crypto yang Diprediksi Punya Peluang Naik Besar di Mei 2026
TON Semakin Agresif Bersaing di Industri Layer-1
Persaingan blockchain Layer-1 sepanjang tahun ini semakin berfokus pada tiga hal utama:
- kecepatan transaksi
- biaya murah
- pengalaman pengguna
TON mencoba mengambil posisi itu lewat integrasi langsung dengan Telegram yang memiliki ratusan juta pengguna aktif global.
Dengan finality di bawah satu detik, TON kini mulai dipandang sebagai blockchain yang lebih cocok untuk aplikasi mass adoption dibanding jaringan yang masih memiliki waktu konfirmasi panjang.
Meski begitu, tantangan terbesar TON bukan lagi soal teknologi, melainkan bagaimana menjaga aktivitas pengguna tetap tumbuh dan tidak hanya bergantung pada narasi kecepatan semata.
Pasar crypto sendiri langsung merespons positif kabar tersebut. Toncoin sempat mengalami kenaikan setelah Durov membagikan pembaruan validator dan performa jaringan TON.
Kesimpulan
Klaim Pavel Durov soal TON yang 6.000 kali lebih cepat dari Bitcoin kembali memanaskan persaingan blockchain Layer-1 sepanjang 2026.
Dengan finality hanya 0,6 detik setelah upgrade Catchain 2.0, TON kini menjadi salah satu jaringan tercepat untuk kebutuhan transaksi real-time dan aplikasi berbasis Telegram.
Meski begitu, perdebatan soal kecepatan blockchain tidak sesederhana angka finality semata. Bitcoin tetap unggul dalam aspek keamanan dan desentralisasi, sementara TON mencoba menarik pengguna lewat pengalaman transaksi yang jauh lebih instan.
Di saat yang sama, posisi Telegram sebagai validator terbesar TON juga mulai memunculkan diskusi baru soal sentralisasi jaringan.
FAQ
- Apa itu finality dalam blockchain?
Finality adalah waktu yang dibutuhkan hingga transaksi benar-benar dianggap selesai dan tidak bisa dibatalkan lagi di blockchain. Semakin cepat finality, semakin cepat transaksi dianggap aman. - Kenapa TON bisa lebih cepat dari Bitcoin?
TON menggunakan sistem Proof-of-Stake dan teknologi jaringan yang lebih modern untuk memproses transaksi lebih cepat. Sementara Bitcoin menggunakan Proof-of-Work yang memang lebih lambat karena fokus pada keamanan dan desentralisasi. - Apakah TON lebih bagus dari Bitcoin?
Tidak selalu. TON unggul dalam kecepatan transaksi, tetapi Bitcoin masih dianggap lebih kuat dari sisi keamanan, adopsi, dan tingkat desentralisasi jaringan. - Apa fungsi blockchain TON milik Telegram?
TON digunakan untuk mendukung ekosistem Telegram seperti pembayaran digital, crypto wallet, mini apps, staking, dan berbagai layanan berbasis blockchain lainnya. - Apa dampak Telegram jadi validator terbesar TON?
Langkah itu memperkuat dukungan Telegram terhadap TON, tetapi juga memunculkan kekhawatiran soal sentralisasi karena pengaruh Telegram terhadap jaringan menjadi semakin besar. - Apa itu Catchain 2.0 di jaringan TON?
Catchain 2.0 adalah upgrade terbaru TON yang membantu memangkas waktu block time dan finality hingga di bawah satu detik agar transaksi menjadi lebih cepat dan efisien. - Apakah blockchain tercepat pasti terbaik?
Tidak. Kecepatan hanyalah salah satu faktor dalam blockchain. Keamanan, desentralisasi, stabilitas jaringan, dan jumlah pengguna juga menjadi aspek penting yang dipertimbangkan investor dan developer.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Be(in)crypto – TON Settles 6,000x Faster Than Bitcoin, Pavel Durov Claims
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Altcoin, #Berita Blockchain





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


