Harga Bitcoin (BTC) kembali melemah setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif impor global baru sebesar 10% hingga 12,5% terhadap puluhan negara.
Kebijakan tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap meningkatnya tensi perdagangan global, sehingga mendorong aksi jual pada aset berisiko, termasuk kripto.

Sumber Gambar: CoinMarketCap
Pada Jumat (24/7), Bitcoin sempat turun hingga US$64.985, atau melemah sekitar 1,37%.
BTC sebelumnya sempat kembali menembus level US$65.000, namun kenaikan tersebut tidak bertahan lama setelah pasar merespons pengumuman tarif terbaru dari Gedung Putih.
Trump Tetapkan Tarif Baru hingga 12,5%
Melansir dari CoinGape, pemerintahan Trump mengumumkan tarif impor baru sebesar 10% hingga 12,5% yang akan berlaku mulai Jumat dini hari waktu Amerika Serikat.
Menurut pejabat senior pemerintahan AS, kebijakan tersebut akan diterapkan kepada sekitar 60 negara yang mencakup lebih dari 99% aktivitas perdagangan Amerika Serikat. Tarif baru ini menggantikan tarif sementara sebesar 10% yang sebelumnya berlaku secara global.
Pemerintah AS menyatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menekan praktik perdagangan yang dianggap tidak adil, khususnya terkait dugaan penggunaan forced labor atau kerja paksa dalam rantai pasok sejumlah negara.
Di sisi lain, pemerintah juga menegaskan bahwa tarif baru untuk baja dan aluminium tidak akan dikenakan secara berlapis dengan tarif Section 232 yang sebelumnya sudah diterapkan atas alasan keamanan nasional.
Baca juga berita terkait: ETF Bitcoin Catat Inflow Hampir Rp18 Triliun, Sinyal Bullish?
Bitcoin Turun di Tengah Sentimen Risk-Off
Meski tarif tersebut tidak berkaitan langsung dengan aset kripto, pasar menilai kebijakan perdagangan baru berpotensi meningkatkan ketidakpastian ekonomi global.
Kondisi tersebut membuat investor kembali menerapkan strategi risk-off, yakni mengurangi kepemilikan aset yang memiliki risiko tinggi seperti saham dan kripto.
Akibatnya, Bitcoin kembali kehilangan momentum setelah sempat pulih di atas US$65.000. Berdasarkan grafik 15 menit, BTC membentuk beberapa candlestick merah yang menunjukkan tekanan jual masih cukup dominan dalam jangka pendek.
Bukan Hanya Tarif, Ada Faktor Lain yang Menekan Bitcoin
Penurunan Bitcoin juga dipengaruhi oleh beberapa sentimen makro lain yang muncul secara bersamaan.
Salah satunya adalah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali mendorong investor mencari aset yang dianggap lebih aman.
Selain itu, data initial jobless claims Amerika Serikat yang dirilis lebih rendah dari perkiraan turut memberi tekanan terhadap pasar. Data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve memiliki ruang untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Harapan terhadap pemangkasan suku bunga pun kembali berkurang, sehingga minat terhadap aset berisiko ikut melemah.
Di pasar derivatif, tekanan jual juga diperparah oleh terjadinya long liquidation, yakni likuidasi paksa terhadap posisi beli berleverage ketika harga Bitcoin bergerak turun.
Baca berita lainnya: Michael Saylor Yakin Bitcoin Sudah Capai Bottom, Kini Masuk “Fase Spring”
Kebijakan Tarif Trump Kembali Menuai Sorotan
Pengumuman terbaru ini menjadi kelanjutan dari agenda perdagangan pemerintahan Trump yang sebelumnya juga menaikkan tarif terhadap sejumlah negara.
Beberapa waktu lalu, pemerintah AS mulai memberlakukan tarif 25% terhadap sebagian besar barang impor dari Brasil.
Sementara itu, tarif hingga 50% untuk berbagai produk asal Kanada dijadwalkan mulai berlaku pada bulan depan.
Pemerintah Trump berpendapat bahwa kebijakan tarif diperlukan untuk memperbaiki praktik perdagangan yang dinilai merugikan Amerika Serikat sekaligus memperkuat posisi negosiasi dengan mitra dagang.
Meski demikian, sebagian kebijakan tarif sebelumnya sempat menghadapi gugatan hukum dan menuai kritik dari berbagai pihak karena dinilai berpotensi mengganggu perdagangan global.
Kesimpulan
Tarif global baru yang diumumkan Donald Trump menambah tekanan terhadap sentimen pasar, sehingga Bitcoin kembali melemah di tengah kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi global.
Selain kebijakan tarif, faktor seperti ketegangan geopolitik dan ekspektasi suku bunga tinggi juga masih menjadi penggerak utama pergerakan harga Bitcoin dalam jangka pendek.
FAQ
- Apakah tarif impor Trump berdampak langsung pada Bitcoin?
Tidak. Tarif impor tidak dikenakan pada Bitcoin, tetapi kebijakan tersebut memengaruhi sentimen pasar global sehingga investor cenderung mengurangi kepemilikan aset berisiko, termasuk kripto. - Mengapa kebijakan tarif bisa membuat harga Bitcoin turun?
Tarif yang lebih tinggi berpotensi meningkatkan inflasi, memperlambat pertumbuhan ekonomi, dan memicu ketidakpastian pasar. Kondisi tersebut biasanya membuat investor beralih ke aset yang dianggap lebih aman. - Apa yang dimaksud sentimen risk-off di pasar kripto?
Sentimen risk-off adalah kondisi ketika investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko seperti saham dan aset kripto, lalu mengalihkan dana ke instrumen yang dinilai lebih stabil, seperti obligasi pemerintah atau dolar AS. - Apa itu long liquidation pada Bitcoin?
Long liquidation adalah likuidasi otomatis terhadap posisi beli (long) yang menggunakan leverage ketika harga Bitcoin turun hingga menyentuh batas margin. Kondisi ini sering mempercepat penurunan harga. - Faktor apa saja yang memengaruhi harga Bitcoin selain tarif?
Selain kebijakan perdagangan, harga Bitcoin juga dipengaruhi oleh keputusan suku bunga The Fed, data inflasi, kondisi ekonomi global, arus dana ETF Bitcoin, perkembangan regulasi, serta ketegangan geopolitik.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Pergerakan Harga Crypto, #Berita Donald Trump






Polkadot 2.25%
BNB 0.30%
Solana 4.19%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


