Di tengah konflik Iran–Israel dan tekanan ekonomi domestik, warga Iran dilaporkan semakin aktif membeli Bitcoin (BTC) dan memindahkannya ke wallet pribadi atau self-custody.
Data terbaru menunjukkan adanya lonjakan penarikan aset kripto dari exchange lokal. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana Bitcoin mulai dipandang sebagai alat perlindungan nilai sekaligus alternatif sistem keuangan ketika kondisi ekonomi dan politik tidak stabil.
Lonjakan Penarikan Bitcoin dari Exchange Iran
Laporan terbaru dari firma analitik blockchain Chainalysis mencatat bahwa ekosistem kripto Iran terus berkembang meski berada di bawah berbagai sanksi internasional.

Sumber Gambar: Chainalysis
Nilai total aktivitas kripto di negara tersebut meningkat dari sekitar $7,4 miliar pada 2024 menjadi $7,8 miliar pada 2025.
Namun yang paling mencolok adalah pergerakan dana dari exchange ke wallet pribadi.
Dalam 48 jam setelah serangan preemptive Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, pengguna dilaporkan menarik sekitar $10,3 juta aset kripto dari exchange besar di Iran dan memindahkannya ke wallet pribadi.
Exchange kripto terbesar di negara tersebut, Nobitex, bahkan mencatat lonjakan outflow hingga 700% hanya dalam hitungan menit setelah serangan terjadi.
Arus keluar Bitcoin dari exchange ini juga terlihat meningkat sebelum dan setelah pemadaman internet nasional yang diberlakukan pemerintah pada 8 Januari, yang sempat membatasi akses masyarakat ke berbagai layanan digital.
Baca selanjutnya: Serangan AS Picu Lonjakan Penarikan Kripto di Iran, Outflow Pecah hingga 700%
Bitcoin Jadi Pelindung Nilai di Tengah Inflasi Tinggi
Salah satu alasan utama meningkatnya pembelian Bitcoin adalah kondisi ekonomi Iran yang terus tertekan. Mata uang nasional Iran, rial, telah kehilangan sekitar 90% nilainya sejak 2018.
Inflasi di negara tersebut juga berada di kisaran 40% hingga 50%, menjadikannya salah satu tingkat inflasi tertinggi yang pernah dialami negara itu sejak Perang Dunia II.
Dalam situasi seperti ini, banyak warga melihat Bitcoin sebagai cara untuk menjaga nilai aset mereka.
Berbeda dengan mata uang fiat yang dapat tergerus inflasi, Bitcoin memiliki suplai terbatas sehingga sering dipandang sebagai lindung nilai terhadap penurunan nilai mata uang.
Self-Custody Dinilai Lebih Aman dari Pembatasan
Selain faktor inflasi, meningkatnya penggunaan wallet pribadi juga dipicu oleh kekhawatiran terhadap pembatasan finansial.
Self-custody wallet memungkinkan pengguna menyimpan aset kripto dengan memegang private key sendiri. Artinya, aset tersebut tidak berada di bawah kontrol exchange atau pihak ketiga.
Hal ini menjadi penting di negara yang sering menghadapi pembatasan keuangan atau pengawasan ketat terhadap transaksi digital.
Kekhawatiran tersebut semakin meningkat setelah exchange Nobitex mengalami peretasan senilai sekitar $90 juta pada pertengahan 2025. Insiden ini membuat sebagian pengguna lebih memilih memindahkan aset mereka ke wallet pribadi yang dianggap lebih aman.
Selain itu, penerbit stablecoin Tether juga diketahui pernah membekukan alamat wallet tertentu yang terkait dengan aktivitas di Iran, sehingga memperkuat kekhawatiran pengguna terhadap risiko pembekuan dana di platform terpusat.
Pembatasan Pemerintah Dorong Peralihan ke Kripto
Bank sentral Iran juga beberapa kali mengambil langkah untuk menekan pelemahan mata uang domestik. Salah satunya dengan menangguhkan konversi antara rial dan kripto di exchange lokal.
Langkah tersebut bertujuan mencegah arus keluar dana yang semakin melemahkan nilai mata uang nasional.
Meskipun belakangan pemerintah mulai membuka ruang terhadap penggunaan kripto, pendekatan yang diambil tetap disertai pengawasan ketat terhadap aktivitas pengguna.
Di sisi lain, pemadaman internet yang sempat diberlakukan pemerintah menunjukkan risiko lain bagi pengguna yang menyimpan aset di exchange. Ketika akses internet dibatasi, pengguna kesulitan mengakses akun mereka.
Situasi ini mendorong sebagian masyarakat untuk memindahkan aset kripto mereka ke wallet pribadi yang dapat diakses langsung melalui private key.
Baca berita selanjutnya: Strategy Kembali Borong 3.015 Bitcoin (BTC) di Pembelian ke-101
Kripto Jadi Jalur Alternatif di Negara Bersanksi
Iran bukan satu-satunya negara yang mengalami peningkatan adopsi kripto akibat tekanan ekonomi dan sanksi internasional.
Negara seperti Rusia, Venezuela, dan Korea Utara juga mulai memanfaatkan aset digital sebagai alternatif dalam transaksi lintas negara ketika akses ke sistem keuangan global dibatasi.
Sanksi internasional, termasuk pemutusan akses dari sistem pembayaran SWIFT, membuat kripto menjadi salah satu jalur alternatif untuk pengiriman dana lintas negara.
Sejumlah peneliti memperkirakan sekitar 15 juta warga Iran atau sekitar 20% populasi negara tersebut kini terlibat dalam penggunaan Bitcoin dan kripto lainnya.
Angka tersebut menunjukkan bahwa aset digital semakin memainkan peran penting dalam aktivitas ekonomi masyarakat Iran.
Kesimpulan
Lonjakan pembelian Bitcoin di Iran menunjukkan bagaimana aset kripto mulai digunakan sebagai alat perlindungan keuangan di tengah krisis ekonomi, konflik geopolitik, dan pembatasan sistem perbankan.
Perpindahan dana dari exchange ke wallet pribadi menandakan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap konsep self-custody dan kontrol penuh atas aset digital.
Bagi sebagian warga Iran, Bitcoin tidak lagi sekadar instrumen investasi, tetapi juga menjadi alternatif sistem keuangan ketika akses terhadap layanan perbankan konvensional semakin terbatas.
FAQ
- Apa itu self-custody wallet dalam kripto?
Self-custody wallet adalah dompet kripto yang memberikan kontrol penuh kepada pemiliknya atas private key. Berbeda dengan exchange, aset yang disimpan di wallet ini tidak dikendalikan oleh pihak ketiga sehingga pengguna memiliki kendali langsung terhadap dana mereka. - Mengapa warga Iran memilih menyimpan Bitcoin di wallet pribadi?
Banyak warga Iran memindahkan Bitcoin ke wallet pribadi untuk menghindari pembatasan exchange, risiko peretasan, serta kemungkinan pembekuan dana oleh pihak tertentu. Self-custody juga memberi kontrol penuh terhadap aset digital mereka. - Apakah inflasi memengaruhi adopsi Bitcoin di Iran?
Ya. Inflasi tinggi dan penurunan nilai mata uang rial membuat sebagian masyarakat mencari alternatif untuk menjaga nilai aset. Bitcoin sering dianggap sebagai lindung nilai karena suplai maksimalnya terbatas. - Mengapa kripto sering digunakan di negara yang terkena sanksi ekonomi?
Kripto memungkinkan transaksi lintas negara tanpa melalui sistem perbankan tradisional. Hal ini membuat aset digital menjadi alternatif bagi negara atau individu yang mengalami pembatasan akses ke sistem pembayaran global. - Berapa banyak warga Iran yang menggunakan kripto saat ini?
Beberapa penelitian memperkirakan sekitar 15 juta warga Iran, atau sekitar 20% populasi negara tersebut, telah terlibat dalam penggunaan Bitcoin dan aset kripto lainnya untuk berbagai kebutuhan finansial.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- CoinPedia – Iranians Increase Self-Custody Bitcoin Reserves Amid Iran-Israel War, diakses pada 4 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Timur Tengah Terkini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


