Western Union mengonfirmasi akan meluncurkan stablecoin berbasis dolar AS bernama USDPT pada Mei 2026, sebagai bagian dari strategi mempercepat sistem settlement lintas negara dan mengurangi ketergantungan pada jaringan perbankan tradisional seperti SWIFT.
Pengumuman ini disampaikan CEO Devin McGranahan dalam earnings call kuartal pertama pada 24 April. Ia menegaskan bahwa perusahaan kini memasuki fase ekspansi agresif di sektor aset digital.
“Ini bukan lagi soal apakah Western Union akan aktif di aset digital, tapi seberapa cepat kami bisa melakukan scaling,” kata McGranahan.
Dipakai untuk Settlement, Bukan Konsumen

Berbeda dari stablecoin yang beredar di pasar, USDPT tidak akan langsung tersedia untuk publik. Western Union akan menggunakannya sebagai alat settlement internal antar agen.
“Fondasi dari strategi kami adalah USDPT, stablecoin yang didukung oleh dolar AS milik kami,” ujar McGranahan.
Saat ini, proses tersebut masih bergantung pada jaringan SWIFT yang memiliki keterbatasan waktu operasional dan kecepatan.
Dengan menggunakan stablecoin berbasis blockchain, Western Union menargetkan proses settlement yang lebih cepat, tetap berjalan di luar jam perbankan, serta efisiensi biaya operasional.
USDPT dibangun di jaringan Solana (SOL to IDR) dan akan diluncurkan secara bertahap di beberapa negara melalui mitra agen utama.
Baca berita terbaru lainnya: Solana Perkenalkan Falcon, Teknologi Baru untuk Hadapi Quantum Hack
Bangun Jaringan Crypto ke Fiat
Selain USDPT, Western Union juga mengembangkan Digital Asset Network (DAN), sistem yang menghubungkan wallet crypto dengan jaringan agen mereka.
“Melalui DAN, jutaan pengguna wallet akan dapat mengonversi aset digital menjadi mata uang lokal menggunakan jaringan ritel Western Union, dengan pengalaman yang sederhana bagi pelanggan dan tetap familiar bagi para agen kami,” lanjut CEO tersebut.
DAN memungkinkan pengguna dapat mengonversi aset digital menjadi uang lokal melalui jaringan retail Western Union.
Menurut McGranahan, layanan ini akan memungkinkan jutaan pengguna wallet untuk masuk ke sistem keuangan tradisional dengan cara yang lebih sederhana. Mitra pertama untuk jaringan ini dijadwalkan mulai aktif dalam waktu dekat.
Siapkan Stablecoin Card untuk Pasar Global
Western Union juga menyiapkan produk tambahan berupa Stable Card yang akan dirilis akhir tahun ini.
Kartu ini memungkinkan pengguna menyimpan nilai dalam stablecoin berbasis dolar dan menggunakannya untuk transaksi global.
Produk tersebut ditargetkan untuk negara dengan inflasi tinggi, di mana permintaan terhadap aset berbasis dolar cenderung meningkat.
Baca berikutnya: Prediksi Harga Meme Coin Mei 2026: DOGE, SHIB, PEPE di Ambang Breakout
Kinerja Keuangan dan Respons Pasar
Di tengah ekspansi ini, Western Union melaporkan pendapatan sebesar US$983 juta pada kuartal pertama 2026, turun 1% secara tahunan.
Namun, angka tersebut menunjukkan perbaikan dibanding kuartal sebelumnya.
Saham Western Union (WU) tercatat turun 4,6% dan ditutup di level US$8,9 pada perdagangan terakhir pekan lalu.
Kesimpulan
Western Union mulai menggeser fondasi bisnisnya dari remitansi konvensional ke infrastruktur pembayaran berbasis blockchain.
Peluncuran USDPT, didukung DAN dan rencana Stable Card, menunjukkan pendekatan terintegrasi dari sisi backend hingga ke pengguna akhir.
Langkah ini juga menempatkan Western Union sebagai pemain lama yang mulai menantang sistem seperti SWIFT dengan alternatif berbasis stablecoin.
Jika implementasinya berjalan sesuai rencana, perubahan ini bisa mempercepat penggunaan blockchain dalam sistem pembayaran lintas negara.
FAQ
- Apa fungsi utama stablecoin USDPT milik Western Union?
USDPT digunakan sebagai alat settlement internal antar agen Western Union untuk mempercepat transfer lintas negara berbasis blockchain. - Apakah USDPT akan tersedia untuk publik seperti USDT?
Tidak dalam tahap awal. USDPT difokuskan untuk kebutuhan operasional internal, bukan untuk trading atau penggunaan langsung oleh pengguna. - Apa itu Digital Asset Network (DAN)?
DAN adalah jaringan yang menghubungkan wallet crypto dengan sistem agen Western Union, memungkinkan konversi crypto menjadi uang lokal. - Bagaimana Stable Card bekerja?
Stable Card memungkinkan pengguna menyimpan nilai dalam stablecoin berbasis dolar dan menggunakannya untuk pembayaran global. - Kenapa Western Union ingin mengurangi ketergantungan pada SWIFT?
Karena sistem berbasis blockchain menawarkan kecepatan lebih tinggi, biaya lebih efisien, dan tidak bergantung pada jam operasional bank. - Apa dampaknya bagi industri pembayaran global?
Langkah ini bisa mempercepat adopsi stablecoin sebagai infrastruktur pembayaran lintas negara, bukan hanya sebagai aset trading.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- TheBlock – Western Union to launch stablecoin next month, with ‘Stable Card’ planned for global consumers, diakses pada 28 April 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita Stablecoin, #Berita Blockchain





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


