Seorang filsuf Bitcoin (BTC) kembali memicu kontroversi di komunitas kripto setelah menuding XRP sebagai scam dan menilai Ripple menjalankan skema transfer kekayaan bernilai ratusan juta dolar setiap kuartal.
“Ripple adalah salah satu penipu besar seperti ini,” katanya.

Sumber Gambar: X.com
Dalam kritik yang dikutip dari Coinpedia, ia menilai model distribusi XRP memungkinkan perusahaan memindahkan nilai dari investor ke pihak internal melalui pelepasan token ke pasar secara berkala.
Tuduhan tersebut menyoroti kembali struktur kepemilikan XRP yang sejak lama menjadi bahan perdebatan di industri kripto.
Tuduhan Skema Transfer Kekayaan $500 Juta per Kuartal
Kritik utama yang disampaikan adalah dugaan bahwa Ripple menjalankan skema “wealth transfer” atau pemindahan kekayaan melalui distribusi XRP.
“Mereka secara harfiah menjual XRP mereka kepada investor ritel yang tidak memahami situasinya. Mereka menggerakkan pasukan bot di media sosial untuk seolah-olah menunjukkan bahwa XRP adalah Bitcoin berikutnya, dan banyak orang akhirnya dirugikan,” jelasnya.
Menurut analisis tersebut, nilai XRP yang dilepas atau digunakan oleh Ripple dapat mencapai sekitar $500 juta setiap kuartal.
“Mereka telah menjual token XRP senilai $500 juta, melepaskannya ke investor ritel, sekitar $500 juta setiap kuartal selama kurang lebih sepuluh tahun terakhir,” lanjutnya.
Dalam praktiknya, XRP yang dimiliki perusahaan dapat digunakan untuk berbagai tujuan seperti likuiditas, kemitraan bisnis, atau penjualan di pasar.
Para kritikus menilai proses ini membuat dana dari pembeli XRP mengalir ke pihak yang memegang token dalam jumlah besar, sehingga dianggap sebagai bentuk transfer kekayaan dari pasar ke insider proyek.
Baca juga berita terbaru: 14 Altcoin Diserbu Trader Korea, XRP Jadi yang Terdepan!
Distribusi XRP Sejak Awal Proyek
Kontroversi tersebut berakar dari struktur distribusi XRP sejak proyek diluncurkan. Berbeda dengan Bitcoin yang diterbitkan melalui proses mining bertahap, sebagian besar XRP sudah dibuat sejak awal dan dialokasikan kepada Ripple serta pendiri proyek.
Sebagian token tersebut kemudian ditempatkan dalam sistem escrow yang dirancang untuk mengatur pelepasan XRP ke pasar secara berkala.
Melalui mekanisme ini, Ripple dapat membuka sejumlah XRP setiap bulan. Token yang tidak digunakan biasanya dikembalikan kembali ke escrow untuk periode berikutnya.
Model ini dimaksudkan untuk menjaga transparansi distribusi sekaligus mencegah pelepasan token dalam jumlah besar secara tiba-tiba.
XRP dan Valuasi Ripple
Nilai XRP juga menjadi faktor penting dalam valuasi perusahaan Ripple. Dalam salah satu putaran pendanaan sebelumnya, Ripple dilaporkan berhasil mengumpulkan sekitar $500 juta dari investor institusional, yang mendorong valuasi perusahaan hingga sekitar $40 miliar.
Beberapa analis bahkan memperkirakan sebagian besar nilai aset perusahaan berkaitan dengan cadangan XRP yang mereka miliki.
Karena itu, setiap diskusi mengenai distribusi token XRP hampir selalu berkaitan dengan valuasi dan struktur ekonomi proyek tersebut.
Ripple: XRP Digunakan untuk Likuiditas Pembayaran
Ripple sendiri menegaskan bahwa XRP memiliki fungsi dalam ekosistem pembayaran yang mereka bangun.
Token tersebut digunakan dalam beberapa solusi pembayaran lintas negara sebagai sumber likuiditas untuk mempercepat transaksi antar bank atau lembaga keuangan.
Teknologi ini memungkinkan transfer dana internasional dilakukan dalam hitungan detik dengan biaya lebih rendah dibandingkan sistem pembayaran tradisional.
Pendukung proyek menilai distribusi XRP merupakan bagian dari pengembangan ekosistem pembayaran berbasis blockchain, bukan skema transfer kekayaan seperti yang dituduhkan.
Baca selanjutnya: 3 Sinyal Bullish yang Bisa Bikin Harga XRP Meledak
Perdebatan Lama Antara Komunitas Bitcoin dan XRP
Tuduhan terbaru ini juga memperlihatkan perbedaan pandangan yang telah lama muncul di komunitas kripto.
Pendukung Bitcoin sering mengkritik proyek yang memiliki distribusi token terpusat, sementara pengembang proyek lain menilai pendekatan tersebut diperlukan untuk membangun jaringan dan kemitraan bisnis.
Perbedaan filosofi inilah yang membuat diskusi mengenai XRP terus menjadi topik panas di industri kripto hingga saat ini.
Kesimpulan
Tuduhan bahwa Ripple menjalankan skema transfer kekayaan melalui distribusi XRP kembali memicu perdebatan mengenai struktur ekonomi proyek tersebut.
Di satu sisi, kritikus menilai pelepasan XRP secara berkala dapat memindahkan nilai dari investor ke pihak internal. Di sisi lain, Ripple dan pendukungnya melihat distribusi token sebagai bagian dari pengembangan ekosistem pembayaran global.
Selama belum ada kesimpulan hukum yang menyatakan sebaliknya, perdebatan mengenai model distribusi XRP kemungkinan akan terus menjadi topik diskusi di industri kripto.
FAQ
- Mengapa XRP disebut scam oleh sebagian kritikus?
Sebagian kritikus menilai struktur distribusi XRP terlalu terpusat karena sebagian besar token awalnya dimiliki oleh Ripple dan pendiri proyek. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa distribusi token dapat menguntungkan pihak tertentu. - Apa yang dimaksud skema transfer kekayaan dalam kritik terhadap Ripple?
Istilah ini merujuk pada dugaan bahwa pelepasan XRP ke pasar memungkinkan dana dari pembeli berpindah ke pihak yang memegang token dalam jumlah besar, termasuk perusahaan atau investor awal. - Apakah Ripple benar-benar menjual XRP setiap kuartal?
Ripple memang memiliki cadangan XRP yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti likuiditas, kemitraan, atau pengembangan ekosistem. Namun besaran dan tujuan distribusinya dapat berbeda setiap periode. - Apa fungsi XRP dalam ekosistem Ripple?
XRP digunakan sebagai aset likuiditas dalam beberapa solusi pembayaran Ripple. Token ini membantu mempercepat transaksi lintas negara dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan sistem perbankan tradisional. - Mengapa XRP sering dibandingkan dengan Bitcoin?
Perbandingan muncul karena perbedaan model distribusi. Bitcoin diterbitkan melalui mining yang terbuka, sedangkan XRP dibuat sejak awal proyek dan didistribusikan oleh perusahaan secara bertahap.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita XRP






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


