XRP di Ujung Tanduk! Nasibnya Ditentukan Senat AS 3 Minggu Ini
icon search
icon search

Top Performers

XRP di Ujung Tanduk! Nasibnya Ditentukan Senat AS 3 Minggu Ini

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

XRP di Ujung Tanduk! Nasibnya Ditentukan Senat AS 3 Minggu Ini

XRP di Ujung Tanduk! Nasibnya Ditentukan Senat AS 3 Minggu Ini

Daftar Isi

Rangkuman:  ChatGPT

Perplexity

Dalam tiga minggu ke depan, arah pergerakan XRP akan sangat ditentukan oleh nasib RUU CLARITY Act di Senat Amerika Serikat (AS).

XRP saat ini diperdagangkan di kisaran $1,31, turun tipis 1.66%. Namun, posisinya masih jauh dari puncak Juli 2025 di $3,65 dan mencatat penurunan lebih dari 63%. 

Bahkan, kuartal pertama 2026 menjadi periode terburuk XRP dalam delapan tahun terakhir, dengan penurunan sekitar 27% dan kapitalisasi pasar menyusut hampir $29 miliar.

 

Tiga Minggu Penentu di Senat AS

Senat AS dijadwalkan kembali aktif pada 13 April 2026 setelah masa reses. Fokus utama pasar adalah pembahasan CLARITY Act di Komite Perbankan yang ditargetkan berlangsung pada paruh kedua April.

Jendela waktunya sangat sempit. Jika RUU ini tidak berhasil naik ke sidang pleno Senat sebelum Mei, peluang pembahasannya bisa tertunda hingga setelah pemilu sela 2026. Artinya, momentum regulasi bisa hilang untuk tahun ini.

Pasar memandang periode ini sebagai titik balik. Probabilitas CLARITY Act disahkan pada 2026 saat ini berada di kisaran 63% hingga 66%, berdasarkan data Polymarket.

Namun, peringatan dari Senator Bernie Moreno memperjelas risiko, apabila tidak lolos dalam waktu dekat, RUU ini berpotensi “mati” untuk tahun ini.

 

Baca selanjutnya: 3 Koin “Made in USA” yang Wajib Dipantau Jelang Pembahasan Regulasi AS

 

Kenapa CLARITY Act Jadi Kunci?

Meski XRP telah mendapat status sebagai komoditas digital dari SEC dan CFTC pada Maret 2026, hal itu belum cukup untuk mendorong arus modal besar.

Status tersebut masih bersifat interpretatif, bukan undang-undang. Artinya, bisa berubah tergantung kebijakan pemerintah berikutnya.

Di sinilah CLARITY Act menjadi penting. Jika disahkan, regulasi ini akan memberi kepastian hukum permanen bagi institusi besar seperti bank dan manajer aset untuk masuk ke pasar XRP.

Tanpa kepastian tersebut, banyak investor institusi masih memilih untuk menunggu.

 

Skenario Bullish: XRP Bisa Tembus $1,60

Jika CLARITY Act berhasil lolos dari tahap komite pada akhir April, dampaknya bisa langsung terasa di pasar.

Analis dari Standard Chartered memperkirakan potensi tambahan aliran dana ke ETF XRP mencapai $4 hingga $8 miliar. Sebagai perbandingan, sejak peluncuran ETF XRP pada akhir 2025, total inflow sudah mencapai sekitar $1,44 miliar.

Masuknya dana baru dalam skala besar berpotensi mengunci suplai XRP di pasar karena disimpan dalam kustodi ETF. Kondisi ini dapat memperketat pasokan yang beredar dan mendorong harga naik.

Dalam skenario ini, XRP berpeluang menembus $1,60 dan bergerak menuju level tertinggi sebelumnya.

 

Baca berikutnya: Bagaimana Clarity Act Akan Mempengaruhi XRP dan Pasar Kripto?

 

Skenario Bearish: Risiko Turun ke $0,82

Sebaliknya, jika CLARITY Act gagal atau tertunda melewati Mei, tekanan terhadap XRP bisa semakin besar.

Target harga XRP untuk 2026 telah direvisi turun. Dari sebelumnya diproyeksikan bisa mencapai $8, kini hanya berada di kisaran $2,80 dalam skenario tanpa kepastian regulasi.

Tanpa dukungan regulasi, pergerakan XRP juga akan lebih bergantung pada Bitcoin. Saat ini, BTC masih bergerak di rentang $65.000 hingga $73.000.

Jika Bitcoin turun di bawah $60.000, analis memperkirakan XRP bisa jatuh ke bawah $1,20, bahkan berpotensi menyentuh $0,82.

 

Kesimpulan

Tiga minggu ke depan menjadi periode paling menentukan bagi XRP sepanjang 2026. Keputusan Senat AS terkait CLARITY Act akan menjadi pemicu utama arah harga, bukan hanya dalam jangka pendek, tetapi juga untuk prospek jangka menengah.

Jika RUU ini lolos, XRP berpotensi memasuki fase bullish baru dengan dukungan dana institusional. Namun jika gagal, tekanan pasar bisa berlanjut dan membuka ruang penurunan lebih dalam.

 

FAQ

  • Apa itu CLARITY Act dan dampaknya terhadap XRP?
    CLARITY Act adalah rancangan undang-undang di AS yang bertujuan memberikan kepastian hukum untuk aset kripto. Jika disahkan, regulasi ini dapat membuka jalan bagi institusi besar untuk berinvestasi di XRP secara lebih aman.
  • Kenapa harga XRP sangat dipengaruhi regulasi di AS?
    AS merupakan salah satu pasar keuangan terbesar. Regulasi dari negara ini sering menjadi acuan global, sehingga keputusan hukum di sana dapat memengaruhi kepercayaan investor terhadap aset kripto, termasuk XRP.
  • Apakah XRP bisa naik tanpa CLARITY Act?
    Secara teori bisa, tetapi kenaikannya cenderung terbatas. Tanpa kepastian hukum, investor institusi besar biasanya menahan diri untuk masuk dalam jumlah signifikan.
  • Apa hubungan XRP dengan ETF kripto?
    ETF XRP memungkinkan investor mendapatkan eksposur ke XRP tanpa harus membeli langsung. Jika regulasi mendukung, ETF dapat menarik miliaran dolar dan meningkatkan permintaan XRP.
  • Apakah harga XRP akan selalu mengikuti Bitcoin?
    Tidak selalu, tetapi dalam kondisi tanpa katalis kuat seperti regulasi, XRP cenderung mengikuti arah pergerakan Bitcoin sebagai aset kripto utama.

 

Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.

Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.

Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.

INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.

 

Kontak Resmi Indodax

Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

Follow Sosmed Twitter Indodax sekarang

 

Author: Fau 

 

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

 

Referensi:

 

Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita XRP, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini

Lebih Banyak dari Altcoin,Berita

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
WTEC/IDR
World Trad
2
100%
ZKWASM/IDR
ZKWASM
58
75.76%
ALITAS/IDR
Alitas
3
50%
CEL/IDR
Celsius
289
46.7%
COW/IDR
CoW Protoc
3.556
38.42%
Nama Harga 24H Chg
CATI/IDR
Catizen
682
-44.46%
NFP/IDR
NFPrompt
27
-25%
MPRO/IDR
Max Proper
3
-25%
VBG/IDR
Vibing
3
-25%
XGD/IDR
XGold
227.751
-22.27%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Data CPI AS Rilis Hari Ini, Bisa Jadi Pemicu Bitcoin Reli atau Koreksi Tajam
14/07/2026
Data CPI AS Rilis Hari Ini, Bisa Jadi Pemicu Bitcoin Reli atau Koreksi Tajam

Amerika Serikat dijadwalkan merilis data Consumer Price Index (CPI) periode

14/07/2026
Avalanche Kuasai RWA, BlackRock hingga Jepang Kompak Merapat

Avalanche (AVAX) kembali menjadi sorotan setelah mencatat sejumlah perkembangan besar

Pakar: Bitcoin Lebih Rentan terhadap Serangan 51%, Ethereum Dinilai Lebih Aman

Seorang profesor keuangan dari Duke University, Campbell Harvey, menilai Bitcoin