Universitas Harvard menyoroti paten Digital FIAT Currency Settlement milik Visa sebagai contoh bagaimana blockchain dapat dipakai untuk sistem pembayaran fiat yang lebih efisien.
Dalam kajian tersebut, XRP Ledger dan Stellar (XLM) disebut sebagai jaringan yang relevan untuk mendukung visi tersebut.
Kajian ini menarik perhatian pelaku pasar kripto karena datang dari institusi akademik ternama, bukan dari industri kripto itu sendiri. Fokusnya bukan pada harga, melainkan pada fungsi blockchain sebagai infrastruktur keuangan.
Kenapa Visa Menggunakan Pendekatan Blockchain
Don’t forget: Harvard cited VISA’s Digital FIAT Currency Settlement patent as an example of a blockchain based system that utilizes XRP and XLM. ?
XRP + XLM ? VISA
Documented.?? https://t.co/0RTsBRl0Ho pic.twitter.com/p27Rcl2rDS
— SMQKE (@SMQKEDQG) January 27, 2026
Dilansir dari CoinPaper, paten Visa yang diajukan sejak 2020 menggambarkan sistem di mana bank sentral dapat menerbitkan versi digital dari mata uang fisik.
Sistem ini tetap berada di bawah otoritas terpusat, namun memanfaatkan distributed ledger untuk meningkatkan transparansi dan kecepatan transaksi.
Tujuannya jelas: memangkas waktu settlement, menekan biaya operasional, dan mengurangi risiko kesalahan pencatatan.
Dalam kerangka ini, Harvard menilai jaringan seperti XRP dan Stellar cocok karena memiliki finalitas cepat, biaya rendah, dan desain yang memang ditujukan untuk pembayaran lintas negara.
Bagi pembaca awam, sederhananya blockchain di sini dipakai seperti “rel kereta”, sementara uang fiat tetap dikontrol bank sentral. Teknologi hanya berperan sebagai jalur transaksi yang lebih efisien.
Baca juga: Trump Akan Segera Umumkan Ketua Baru The Fed, Apa Dampaknya ke Kripto?
Peran XRP dan Stellar dalam Kajian Harvard
Harvard tidak menyebut XRP dan XLM sebagai bagian resmi dari paten Visa, namun menempatkannya sebagai contoh jaringan publik yang selaras dengan kebutuhan sistem tersebut. XRP dikenal mampu memproses transaksi dalam hitungan detik dengan biaya sangat kecil, cocok untuk settlement skala besar.
Sementara itu, Stellar dirancang untuk inklusi keuangan dan remitansi, menjadikannya relevan untuk pengiriman dana lintas negara dengan nilai kecil hingga menengah.
Keduanya dinilai telah membuktikan stabilitas jaringan dan kapasitas throughput di dunia nyata.
Penyebutan ini menandai pergeseran sudut pandang akademik. Blockchain tidak lagi dipandang sekadar aset spekulatif, melainkan infrastruktur finansial yang dapat diintegrasikan dengan sistem pembayaran global.
Apa Artinya bagi Ekosistem Kripto
Pengakuan akademik tidak otomatis berdampak pada harga, namun memperkuat narasi jangka panjang.
Ketika institusi seperti Harvard membahas XRP dan Stellar dalam konteks sistem pembayaran resmi, fokus diskusi bergeser ke utility dan keberlanjutan teknologi.
Di tengah tren tokenisasi dan eksplorasi mata uang digital bank sentral, kajian ini menunjukkan bahwa jaringan publik masih memiliki tempat.
Bukan sebagai pengganti sistem lama, tetapi sebagai lapisan efisiensi yang menjembatani keuangan tradisional dan teknologi baru.
Kesimpulan
Kajian Harvard terhadap paten blockchain Visa menempatkan XRP dan Stellar sebagai contoh nyata bagaimana blockchain dapat digunakan untuk settlement fiat yang cepat dan aman.
Ini bukan soal spekulasi harga, melainkan pengakuan atas fungsi teknologinya.
Jika tren ini berlanjut, peran blockchain dalam sistem keuangan global akan semakin sulit diabaikan.
FAQ
1. Kenapa Harvard membahas paten Visa terkait blockchain?
Karena paten tersebut memberi gambaran nyata bagaimana blockchain bisa dipakai untuk sistem pembayaran fiat, bukan hanya aset kripto.
2. Apakah XRP dan Stellar dipakai langsung oleh Visa?
Tidak. Keduanya hanya dijadikan contoh jaringan publik yang memiliki karakteristik sesuai dengan desain paten Visa.
3. Apa keunggulan XRP dalam konteks settlement?
XRP unggul dalam kecepatan transaksi dan biaya rendah, sehingga cocok untuk penyelesaian pembayaran lintas negara skala besar.
4. Apa perbedaan fokus Stellar dibanding XRP?
Stellar lebih menitikberatkan pada inklusi keuangan dan remitansi, sementara XRP fokus pada settlement institusional.
5. Apakah kajian ini berdampak langsung ke harga XRP dan XLM?
Tidak secara langsung. Dampaknya lebih ke narasi jangka panjang tentang penggunaan blockchain sebagai infrastruktur keuangan.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
CoinPaper – Harvard University Shines Light on Visa’s Blockchain-Based Settlement System with XRP and Stellar Leading the Charge, diakses pada 30 Januari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita XRP





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
