XRP berpotensi mencatat kinerja lebih kuat dibanding Bitcoin (BTC) setelah grafik XRP/BTC menunjukkan sinyal teknikal langka yang terakhir kali muncul pada 2018.
Sinyal ini muncul di tengah tekanan harga jangka pendek XRP, membuat pelaku pasar kini menimbang apakah pelemahan terbaru justru menjadi fondasi awal perubahan tren.
Melansir CoinDesk, perhatian trader tidak hanya tertuju pada pergerakan harga XRP terhadap dolar AS, tetapi juga pada rasio XRP terhadap Bitcoin, yang kerap digunakan untuk membaca rotasi kekuatan antar aset kripto utama.
Harga XRP Tertekan, Namun Tekanan Jual Mulai Terserap
Dalam 24 jam terakhir hingga 7 Januari 2026, XRP turun sekitar 5 persen dari $2,39 ke $2,27 setelah gagal mempertahankan area support $2,32.
Tekanan jual meningkat tajam ketika harga sempat menyentuh $2,21, disertai lonjakan volume hingga 256,3 juta unit, atau sekitar 142 persen di atas rata-rata harian.
Namun, pelemahan tersebut tidak berlanjut lebih dalam. Minat beli yang muncul di sekitar $2,21 menahan penurunan lanjutan dan membuat harga kembali stabil.
Pola ini kerap dibaca sebagai capitulation-style flush, yakni kondisi ketika aksi jual agresif terserap oleh permintaan yang kuat.
Baca berikutnya: 2 Altcoin yang Jadi Pemimpin Reli Kripto di Awal 2026
Area Kunci Jadi Penentu Arah Jangka Pendek
Setelah rebound dari level terendah, XRP berulang kali tertahan di kisaran $2,31–$2,32, area yang kini berubah fungsi menjadi resistance utama.
Selama zona ini belum berhasil ditembus kembali, struktur harga jangka pendek masih berada dalam descending channel.
Di sisi lain, area $2,21 menjadi batas bawah krusial. Bertahannya harga di atas level ini membuka peluang pembentukan basis harga baru, sementara penembusan ke bawahnya berisiko memicu gelombang likuidasi lanjutan menuju area permintaan berikutnya.
Sinyal Langka di Grafik XRP/BTC Jadi Sorotan

Sumber Gambar: TradingView via Coindesk
Di balik tekanan harga jangka pendek, perhatian pasar justru mengarah ke grafik XRP/BTC.
Analis teknikal yang dikenal sebagai The Great Mattsby menyoroti bahwa rasio XRP terhadap Bitcoin berada dekat dengan penembusan Ichimoku cloud bulanan, sebuah kondisi yang belum terjadi sejak 2018.
Dalam analisis teknikal, penembusan Ichimoku pada timeframe bulanan sering dianggap sebagai sinyal perubahan tren jangka menengah hingga panjang.
Jika terkonfirmasi, kondisi ini mengindikasikan XRP berpotensi mengungguli Bitcoin secara relatif, terutama dalam fase rotasi aset ketika investor mulai meningkatkan eksposur ke altcoin.
Penting dicatat, sinyal ini bersifat relative strength, bukan jaminan kenaikan harga absolut. Namun, konfirmasi breakout pada XRP/BTC dapat meningkatkan kecenderungan pasar untuk membeli XRP saat koreksi, dibandingkan Bitcoin.
Baca selanjutnya: XRP Tembus Resistance 90 Hari, Berapa Potensi Kenaikan Harganya?
Keseimbangan Baru Antara Risiko dan Peluang
Kombinasi antara tekanan jual jangka pendek dan sinyal teknikal jangka panjang menciptakan fase krusial bagi XRP.
Di satu sisi, pasar masih menunggu konfirmasi pemulihan di atas $2,31–$2,32. Di sisi lain, struktur XRP/BTC memberi sinyal awal bahwa keseimbangan kekuatan terhadap Bitcoin mulai bergeser.
Bagi trader dan investor, dinamika ini menempatkan XRP pada persimpangan penting: apakah pelemahan terbaru hanya jeda dalam tren turun, atau justru fase awal dari perubahan struktur pasar yang lebih besar.
FAQ
- Apa arti XRP berpotensi mengungguli Bitcoin?
Istilah ini merujuk pada kinerja relatif, bukan harga absolut. XRP disebut mengungguli Bitcoin jika pergerakannya lebih kuat dibanding BTC, meskipun keduanya sama-sama naik atau turun. - Mengapa grafik XRP/BTC penting untuk dianalisis?
Grafik XRP/BTC menunjukkan kekuatan XRP terhadap Bitcoin. Rasio ini sering digunakan untuk membaca rotasi modal dari Bitcoin ke altcoin atau sebaliknya. - Apa itu Ichimoku cloud dan mengapa dianggap penting?
Ichimoku cloud adalah indikator teknikal untuk mengukur tren, momentum, dan area support-resistance. Penembusan pada timeframe bulanan tergolong langka dan sering dikaitkan dengan perubahan tren jangka menengah hingga panjang. - Apakah sinyal Ichimoku menjamin harga XRP akan naik?
Tidak. Sinyal Ichimoku bersifat probabilistik, bukan kepastian. Konfirmasi lanjutan tetap diperlukan melalui pergerakan harga dan volume. - Level harga apa yang perlu diperhatikan trader XRP saat ini?
Area $2,21 menjadi support utama, sementara $2,31–$2,32 berperan sebagai resistance kunci. Pergerakan di antara dua level ini akan menentukan arah jangka pendek XRP. - Apakah sinyal XRP/BTC relevan untuk investor jangka panjang?
Bagi investor jangka menengah hingga panjang, sinyal pada timeframe bulanan dapat menjadi referensi tambahan untuk membaca perubahan struktur pasar, meski tetap perlu dikombinasikan dengan analisis lain.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan satu-satunya exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Altcoin, #Berita XRP, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


