XRP Dituding Usang oleh Chainlink, CTO Ripple Beri Respons Tegas
icon search
icon search

Top Performers

XRP Dituding Usang oleh Chainlink, CTO Ripple Beri Respons Tegas

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

XRP Dituding Usang oleh Chainlink, CTO Ripple Beri Respons Tegas

XRP Dituding Usang oleh Chainlink, CTO Ripple Beri Respons Tegas

Daftar Isi

Perdebatan antara XRP dan Chainlink (LINK) kembali memanas setelah seorang tokoh dari Chainlink menyebut XRP Ledger sebagai “obsolete ghost chain” atau jaringan yang dianggap sudah usang dan minim aktivitas.

Pernyataan ini langsung memicu reaksi keras dari komunitas XRP, termasuk tanggapan langsung dari CTO Ripple, David Schwartz, yang membantah narasi tersebut dan mempertahankan relevansi XRP di sektor pembayaran global.

 

Tuduhan “Ghost Chain” Picu Kontroversi Baru

 

Chainlink

Sumber Gambar: X.com

 

Kontroversi bermula dari pernyataan Zach Rynes, figur dari ekosistem Chainlink, yang secara terbuka mengkritik XRP Ledger. Ia menilai jaringan tersebut sudah tidak relevan dalam perkembangan sektor kripto saat ini.

“Teori retail yang aneh tentang XRP adalah bahwa aset ini akan menjadi mata uang cadangan global yang digunakan untuk semua transaksi, yang disebut sebagai “XRP standard”. Alih-alih menukar Dolar langsung ke Euro, sistemnya dibayangkan seperti ini: USD ditukar ke XRP, lalu XRP ke EUR, dengan klaim bahwa metode ini lebih efisien untuk pembayaran.Komunitas XRP biasanya menolak framing ini karena mereka sadar betapa ekstremnya asumsi tersebut,” tulis Rynes.

Rynes menyoroti lemahnya adopsi XRP dalam sektor tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets (RWA) dan stablecoin

Berdasarkan data yang beredar, XRP Ledger disebut hanya menguasai kurang dari 1% pasar RWA dan di bawah 0,01% dari total suplai stablecoin.

“XRPL disebut sebagai ghost chain dengan pangsa pasar RWA di bawah 1% dan kurang dari 0,01% dari total stablecoin, namun tetap diyakini akan mengungguli berbagai blockchain lain yang jauh lebih kompetitif dan berkembang,” lanjut Rynes.

Pernyataan ini secara langsung menantang narasi lama XRP sebagai infrastruktur keuangan global, sekaligus memicu perdebatan yang cepat menyebar di media sosial.

 

Baca selanjutnya: Jangan Jual XRP Dulu! Top Trader Sebut Momen Besar Ini Segera Datang

 

Kritik Meluas ke Model Bisnis Ripple

Tidak berhenti di sisi teknologi, kritik juga merambah ke model bisnis Ripple sebagai perusahaan di balik XRP.

“Kritik juga diarahkan pada model bisnis Ripple, yang disebut membebankan biaya ke pemegang XRP sementara keuntungan lebih banyak mengalir ke pemegang saham perusahaan. Ripple disebut menjual XRP untuk mendanai pengembangan produk, sementara pendapatan dari produk tersebut tidak selalu mengalir kembali ke pemegang XRP,” sebutnya

Rynes menyoroti aktivitas penjualan XRP oleh Ripple, termasuk kaitannya dengan aksi buyback saham senilai US$750 juta. 

Ia menyatakan bahwa hasil penjualan token digunakan untuk mendukung pertumbuhan perusahaan, termasuk akuisisi dan pembelian kembali saham.

Pernyataan tersebut memicu perdebatan terkait apakah aktivitas penjualan XRP berkontribusi langsung pada nilai bagi pemegang token. Isu ini dengan cepat menjadi bahan perdebatan yang lebih luas di komunitas kripto.

 

Ripple CTO dan Komunitas XRP Angkat Suara

Menanggapi kritik tersebut, David Schwartz menyebut argumen yang dilontarkan tidak tepat secara logika.

Ia menegaskan bahwa distribusi XRP telah dirancang sejak awal dan dilakukan secara transparan. Selain itu, ia juga menyatakan bahwa fluktuasi harga akibat distribusi token justru bisa menjadi peluang bagi investor untuk melakukan akumulasi.

“Seseorang juga bisa saja (dan sebenarnya sama kelirunya) berargumen bahwa kondisi ini justru menguntungkan bagi mereka yang ingin meraih keuntungan dengan memegang XRP, karena mereka bisa membeli di harga yang jauh lebih rendah dibandingkan seharusnya,” tulis Schwartz.

Sejumlah tokoh komunitas XRP juga ikut memberikan respons. Pengacara Bill Morgan menilai kritik tersebut berlebihan, sementara validator XRPL menekankan bahwa jaringan XRP memiliki fitur seperti order book native dan automated market maker yang tetap relevan.

Di sisi lain, beberapa pendukung XRP bahkan menyerang balik dengan mempertanyakan peran token LINK dalam ekosistem Chainlink. Mereka berargumen bahwa jaringan oracle Chainlink tidak sepenuhnya bergantung pada token LINK untuk beroperasi.

 

Chainlink Bertahan dengan Kritiknya

Rynes tetap mempertahankan pandangannya dan menyebut bahwa pemegang XRP tidak mendapatkan keuntungan langsung dari pertumbuhan Ripple sebagai perusahaan.

Ia membandingkan model tersebut dengan Chainlink, yang disebut menghasilkan pendapatan dari penggunaan protokol dan mengalokasikannya untuk pembelian kembali token LINK.

Analis kripto lain juga mendukung pandangan ini, dengan menyebut bahwa Chainlink memiliki hubungan yang lebih jelas antara aktivitas jaringan dan nilai token.

Selain itu, muncul tudingan lain terkait penyebaran informasi yang dianggap menyesatkan oleh sebagian influencer XRP, yang semakin memperkeruh situasi.

 

Baca selanjutnya: CEO Ripple Sebut 2026 Bisa Jadi Tahun Ledakan XRP, Apa Alasannya?

 

Konflik Lama XRP vs Chainlink Muncul Lagi

Perseteruan antara XRP dan Chainlink bukan hal baru. Konflik ini disebut telah berlangsung sejak 2019, terutama terkait persaingan dalam adopsi institusional.

Dari sisi data, XRP masih unggul dalam kapitalisasi pasar, yang mencapai sekitar US$91 miliar. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan Chainlink yang berada di kisaran US$7 miliar.

Namun dari sisi performa harga, kedua aset masih berada di bawah puncaknya masing-masing. LINK tercatat turun sekitar 81% dari all-time high, sementara XRP turun sekitar 59%.

Di sisi lain, Chainlink mengklaim keunggulan melalui kemitraan dengan berbagai institusi besar seperti SWIFT, DTCC, hingga JPMorgan.

 

Kesimpulan

Perdebatan antara XRP dan Chainlink kali ini menunjukkan bahwa dinamika pasar kripto tidak hanya dipengaruhi oleh teknologi, tetapi juga oleh narasi dan persepsi.

Tuduhan “ghost chain” terhadap XRP membuka kembali diskusi lama tentang adopsi, utilitas, dan hubungan antara token dengan entitas di baliknya. 

Di sisi lain, respons dari Ripple dan komunitasnya menegaskan bahwa posisi XRP masih dianggap kuat, terutama di sektor pembayaran.

Selama kedua proyek terus berkembang di jalur masing-masing, persaingan ini kemungkinan besar akan tetap berlanjut, baik di level teknologi maupun opini publik.

 

FAQ

  • Apa maksud “ghost chain” dalam konteks XRP?
    Istilah ghost chain mengacu pada blockchain yang dianggap memiliki aktivitas rendah atau kurang digunakan. Dalam kasus XRP, istilah ini digunakan untuk mengkritik rendahnya adopsi di sektor tertentu seperti RWA dan stablecoin.
  • Apakah XRP benar-benar sudah tidak relevan?
    Tidak sepenuhnya. XRP masih digunakan dalam sistem pembayaran lintas negara dan memiliki kapitalisasi pasar besar. Kritik yang muncul lebih terkait pada adopsi di sektor baru seperti tokenisasi aset.
  • Apa perbedaan utama antara XRP dan Chainlink?
    XRP berfokus pada pembayaran dan likuiditas transaksi, sedangkan Chainlink berfungsi sebagai penyedia data (oracle) yang menghubungkan blockchain dengan data eksternal.
  • Bagaimana hubungan antara Ripple dan XRP?
    Ripple adalah perusahaan yang mengembangkan solusi berbasis blockchain, sementara XRP adalah aset kripto yang digunakan dalam ekosistem tersebut. Keduanya saling terkait, tetapi tidak sepenuhnya sama.
  • Kenapa perdebatan XRP vs Chainlink sering terjadi?
    Perdebatan ini dipicu oleh perbedaan pandangan soal utilitas, model bisnis, dan masa depan masing-masing proyek. Selain itu, komunitas yang kuat di kedua sisi juga memperbesar konflik di media sosial.

 

Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.

Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.

Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.

INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.

 

Kontak Resmi Indodax

Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

Follow IG Indodax

 

Author: Fau 

 

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

 

Referensi:

 

Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita XRP, #Berita Tokoh Kripto Dunia

Lebih Banyak dari Altcoin,Berita

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
WTEC/IDR
World Trad
2
100%
DEGEN/IDR
Degen
27
35%
DEFI/IDR
DeFi
4
33.33%
EPIC/IDR
Epic Chain
11.432
28.75%
LOOKS/IDR
LooksRare
5
25%
Nama Harga 24H Chg
SAPIEN/IDR
Sapien
1.510
-78.4%
ZEN/IDR
Horizen
91.800
-66%
STIK/IDR
Staika
1.849
-40.35%
AIXBT/IDR
aixbt
431
-29.11%
MORPHO/IDR
Morpho
31.683
-28.34%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Charles Hoskinson Unggah Pesan Perpisahan, Ada Apa dengan Cardano?

Pendiri Cardano (ADA), Charles Hoskinson, mengunggah pesan singkat "TTYL" (Talk

Smart Money Borong Token HYPE Saat Pasar Crypto Dilanda Ketakutan
04/06/2026
Smart Money Borong Token HYPE Saat Pasar Crypto Dilanda Ketakutan

Token HYPE milik Hyperliquid menjadi sorotan setelah data on-chain menunjukkan

04/06/2026
Hati-Hati Klik Link! Scam Kripto Incar Fans FIFA Lewat Tiket Palsu Piala Dunia 2026
04/06/2026
Hati-Hati Klik Link! Scam Kripto Incar Fans FIFA Lewat Tiket Palsu Piala Dunia 2026

Otoritas Amerika Serikat memperingatkan lonjakan scam kripto yang menargetkan penggemar

04/06/2026