Kenaikan yield obligasi global kembali menjadi sorotan, terutama setelah yield obligasi 10 tahun Jepang naik ke 2,30%, level tertinggi sejak krisis 2008.
Di saat yang sama, yield AS berada di sekitar 4,40%, namun analis menilai dampak Jepang justru lebih berisiko bagi Bitcoin.
1. Kenaikan Yield Jepang Bisa Picu Likuidasi Besar
BREAKING: The most dangerous number in global finance is not the price of oil. It is the entire Japanese yield curve. The 10-year hit 2.32 percent on Monday, highest since 1999, now at 2.278 percent, up 13.1 basis points this month. The 5-year is at 1.71, up 11.5 basis points.… pic.twitter.com/dpeluQRUnO
— Shanaka Anslem Perera ? (@shanaka86) March 24, 2026
Jepang selama ini dikenal sebagai sumber likuiditas global melalui strategi yen carry trade.
Investor meminjam yen dengan bunga rendah, lalu menginvestasikannya ke aset berisiko seperti saham dan kripto. Namun saat yield Jepang naik, biaya pinjaman ikut meningkat.
Akibatnya, investor terpaksa menutup posisi dan mengembalikan dana ke Jepang.
Proses ini sering memicu penjualan besar-besaran aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Baca juga: Bitcoin Bertahan Saat Perang Saat Emas Tertekan, Safe Haven Berubah?
2. Data Historis Tunjukkan Dampak Langsung ke Bitcoin

Sumber: Be(in)crypto
Setiap kebijakan pengetatan Bank of Japan sejak 2024 menunjukkan pola yang sama.
Bitcoin mengalami penurunan sekitar 20% hingga 31% setelah kenaikan suku bunga Jepang.
Contohnya, saat suku bunga dinaikkan pada 2024 dan 2025, harga Bitcoin sempat turun tajam dari $65.000 ke $50.000 dalam waktu singkat.
Penurunan ini bukan karena sentimen biasa, tetapi akibat forced deleveraging, yaitu likuidasi paksa posisi leverage.
3. Potensi Penarikan Dana Global Sangat Besar

Sumber: Be(in)crypto
Institusi Jepang memiliki sekitar $5 triliun aset di luar negeri, termasuk obligasi dan aset global lainnya.
Ketika yield domestik naik, mereka cenderung menarik dana kembali ke Jepang.
Langkah ini mengurangi likuiditas di pasar global, termasuk pasar kripto.
Berbeda dengan AS, tekanan dari Jepang bisa terjadi lebih cepat karena melibatkan aliran dana besar secara langsung.
Yield AS Tetap Berpengaruh, Tapi Lebih Bertahap
Kenaikan yield AS tetap menjadi faktor penting. Yield tinggi meningkatkan daya tarik aset berbunga dan menekan aset seperti Bitcoin.
Namun dampaknya cenderung lebih lambat karena tidak langsung memicu likuidasi besar.
Dalam hal ini, yield AS membentuk kondisi makro, sementara Jepang berpotensi memicu guncangan likuiditas secara tiba-tiba.
Kesimpulan
Kenaikan yield Jepang ke 2,30% membawa risiko baru bagi pasar kripto.
Berbeda dengan AS, dampaknya tidak hanya soal sentimen, tetapi juga menyangkut aliran likuiditas global.
Jika tren ini berlanjut, tekanan terhadap Bitcoin bisa muncul lebih cepat dan lebih tajam.
Investor perlu memperhatikan pergerakan yield Jepang sebagai indikator penting dalam membaca arah pasar kripto.
FAQ
1. Apa itu yield obligasi Jepang?
Yield adalah tingkat imbal hasil obligasi. Kenaikan yield berarti biaya pinjaman juga meningkat.
2. Kenapa yield Jepang berpengaruh ke Bitcoin?
Karena memicu penarikan dana dari aset berisiko, termasuk kripto.
3. Apa itu yen carry trade?
Strategi meminjam yen dengan bunga rendah untuk diinvestasikan ke aset lain yang lebih menguntungkan.
4. Kenapa Bitcoin bisa turun saat yield naik?
Karena likuiditas berkurang dan investor menjual aset berisiko.
5. Apakah yield AS juga berbahaya untuk Bitcoin?
Ya, tetapi dampaknya lebih bertahap dibandingkan Jepang.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
Be(in)crypto – Japan’s 10-Year Yield or America’s? One of Them Will Break Bitcoin First, diakses pada 25 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
