Rangkuman: ChatGPT Perplexity
YouTube menghapus channel Bitcoin.com yang telah beroperasi lebih dari 10 tahun dengan lebih dari 100.000 subscriber. Platform tersebut menyatakan konten di channel itu melanggar kebijakan karena dianggap “harmful and dangerous”.

Sumber Gambar: X.com/Bitcoin.com
Bitcoin.com langsung membantah tuduhan tersebut. Mereka menegaskan seluruh konten yang dipublikasikan bersifat edukatif, mulai dari tutorial penggunaan wallet hingga informasi seputar Bitcoin (BTC).
“YouTube menghapus channel kami dengan alasan “berbahaya dan merugikan.” Padahal sejak 2015, konten kami berisi: edukasi Bitcoin, tutorial wallet, dan berita yang objektif. Sementara di sisi lain, YouTube justru dipenuhi iklan scam crypto yang tayang 24 jam tanpa moderasi,” jelas tim Bitcoin.com.
Pihaknya juga mengkritik moderasi YouTube yang dinilai tidak konsisten, terutama karena iklan scam crypto masih dapat tayang tanpa tindakan tegas.
Banding yang diajukan tidak membuahkan hasil, sehingga channel tersebut tetap tidak dapat dipulihkan.

Sumber Gambar: X.com/Bitcoin.com
“Banding kami ditolak. Tidak ada strike sebelumnya. Tidak ada penjelasan. Hanya algoritma yang bahkan tidak bisa membedakan perusahaan berusia 10 tahun dengan penipuan,” tulis tim Bitcoin.com.
Baca juga berita terkait: Hacker Ubah Akun YouTube Jadi Mesin Curi ETH Lewat Video AI
Moderasi YouTube Kembali Dipertanyakan
Kasus ini kembali membuka perdebatan soal akurasi sistem moderasi YouTube. Bitcoin.com menilai keputusan tersebut mencerminkan kegagalan sistem dalam membedakan konten edukatif dan pelanggaran kebijakan.
Dampaknya langsung terasa. Video yang sebelumnya tertanam di berbagai situs kini tidak bisa diakses, mengganggu distribusi konten sekaligus menekan trafik.
Situasi ini memperkuat kritik terhadap penggunaan AI dalam moderasi, yang dinilai masih berisiko menghasilkan keputusan yang tidak proporsional.
Deretan Kasus Serupa di Channel Crypto
Penghapusan channel crypto bukan hal baru di YouTube. Sejumlah kreator sebelumnya juga mengalami pembatasan hingga penghapusan akun.
BTCsessions tercatat telah beberapa kali dihapus dalam rentang 2019 hingga 2025 sebelum akhirnya dipulihkan. Channel milik Luke Mikic juga sempat dibatasi sebelum kembali aktif setelah proses banding cepat.
Memasuki 2026, YouTube melakukan gelombang pembersihan terhadap channel crypto. Dampaknya cukup besar, dengan total kehilangan puluhan juta subscriber serta penurunan pendapatan akibat demonetisasi.
Bitcoin Magazine juga sempat dihapus pada April 2026 dengan alasan kualitas konten, menandai penghapusan kedua dalam empat tahun terakhir.
Di saat yang sama, minat terhadap konten crypto di YouTube tercatat menurun. Pada 2026, jumlah penonton berada di titik terendah dalam lima tahun terakhir, seiring melemahnya minat retail.
Baca selanjutnya: Sah! YouTuber di Amerika Serikat Kini Bisa Terima Gaji Pakai Stablecoin
Muncul Dorongan ke Platform Alternatif

Sumber Gambar: X.com
Reaksi komunitas crypto cenderung mendukung Bitcoin.com. Banyak yang menilai penghapusan channel seharusnya menjadi langkah terakhir, bukan keputusan sepihak tanpa transparansi yang jelas.
Seiring itu, mulai muncul dorongan untuk berpindah ke platform lain seperti Odysee, Rumble, Substack, dan Spotify.
Di sisi lain, platform berbasis desentralisasi seperti Nostr, Bluesky, dan Bitchat mulai dilirik. Model ini menawarkan distribusi konten tanpa kontrol dari satu entitas, sehingga dianggap lebih tahan terhadap sensor.
Kesimpulan
Kasus Bitcoin.com mempertegas risiko yang dihadapi kreator crypto di platform terpusat.
Ketika kebijakan moderasi tidak berjalan konsisten, distribusi informasi menjadi rentan terhadap keputusan sepihak.
Situasi ini mendorong sebagian pelaku industri untuk mulai mempertimbangkan alternatif yang lebih independen dalam menjangkau audiens.
FAQ
- Mengapa YouTube menghapus channel Bitcoin.com?
YouTube menyebut channel tersebut melanggar kebijakan karena mengandung konten berbahaya. Namun, pihak Bitcoin.com menyatakan kontennya bersifat edukatif. - Apakah channel crypto sering dihapus oleh YouTube?
Beberapa channel crypto seperti BTCsessions dan Bitcoin Magazine juga pernah mengalami penghapusan atau pembatasan dalam beberapa tahun terakhir. - Apa dampak penghapusan channel bagi kreator?
Kreator kehilangan akses ke audiens, potensi pendapatan dari monetisasi, serta distribusi konten yang sebelumnya bergantung pada platform tersebut. - Apakah ada alternatif platform untuk konten crypto?
Alternatif yang mulai digunakan antara lain Odysee, Rumble, Substack, dan Spotify, serta platform desentralisasi seperti Nostr dan Bluesky. - Apakah ini menunjukkan adanya sensor terhadap konten crypto?
Sebagian komunitas menilai kebijakan ini sebagai bentuk kontrol terhadap distribusi konten crypto, terutama karena dinilai tidak konsisten dan kurang transparan.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- CoinPedia – YouTube Bans Bitcoin.com: Latest Strike in War on Crypto Content, diakses pada 9 April 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Regulasi Crypto






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


