4 Cara Aman Melaporkan Penipuan Investasi di Telegram
icon search
icon search

Top Performers

4 Cara Aman Melaporkan Penipuan Investasi di Telegram

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

4 Cara Aman Melaporkan Penipuan Investasi di Telegram

4 Cara Aman Melaporkan Penipuan Investasi di Telegram

Daftar Isi

Telegram sudah lama menjadi ruang diskusi yang ramai untuk komunitas crypto, trading, dan investasi digital. Banyak pengguna bergabung ke grup atau channel Telegram untuk mencari informasi market, mengikuti update proyek, membaca sinyal trading, atau sekadar berdiskusi dengan sesama investor.

Namun, popularitas Telegram juga membuka celah besar bagi pelaku penipuan. Dengan modal nama akun palsu, foto profil yang dibuat meyakinkan, grup yang tampak aktif, dan testimoni buatan, scammer bisa membuat sebuah skema investasi terlihat profesional. Korban sering kali baru sadar setelah dana masuk ke rekening atau wallet pelaku dan komunikasi mulai terputus.

Penipuan investasi di Telegram juga tidak selalu terlihat kasar. Banyak modus dibuat rapi dengan pendekatan personal, janji profit bertahap, grup VIP, robot trading, sampai arahan untuk menghubungkan wallet ke situs palsu. Inilah alasan kenapa cara aman melaporkan penipuan investasi di Telegram perlu dipahami sejak awal, terutama oleh pengguna yang aktif di komunitas crypto dan investasi online.

Dengan langkah yang tepat, kamu bisa mengamankan akun, menyimpan bukti, membuat laporan, dan mengurangi risiko kerugian lanjutan. Meski dana tidak selalu bisa kembali, laporan tetap penting agar akun, grup, channel, atau jaringan penipuan bisa ditindak lebih cepat.

 

Kenapa Penipuan Investasi di Telegram Semakin Marak?

Penipuan investasi di Telegram marak karena platform ini memberi ruang yang sangat mudah untuk membangun komunitas besar. Satu orang bisa membuat grup, channel, atau bot dalam waktu singkat, lalu mengundang banyak pengguna tanpa perlu menunjukkan identitas asli.

Bagi komunitas crypto, Telegram memang terasa praktis. Banyak proyek blockchain menggunakan Telegram untuk komunikasi cepat dengan komunitasnya. Masalahnya, pola ini juga dimanfaatkan pelaku scam untuk membuat akun tiruan, grup palsu, atau channel yang seolah-olah terhubung dengan proyek resmi.

Modus yang paling sering muncul biasanya berbentuk grup trading berbayar, investasi mining crypto, sinyal VIP, robot trading otomatis, atau penawaran token baru dengan janji keuntungan besar. Agar terlihat meyakinkan, pelaku sering menampilkan screenshot profit, testimoni anggota, hingga percakapan palsu yang dibuat seolah-olah banyak orang sudah berhasil mencairkan dana.

Di tahap awal, korban biasanya tidak langsung diminta mengirim uang besar. Scammer sering memulai dari nominal kecil agar korban merasa aman. Setelah korban percaya, barulah nominal investasi dinaikkan dengan berbagai alasan, seperti upgrade akun, biaya aktivasi, pajak pencairan, atau biaya verifikasi.

Pola seperti ini membuat penipuan Telegram berbahaya karena korban tidak hanya tertipu oleh janji profit, tetapi juga oleh suasana komunitas yang sengaja dibuat ramai dan meyakinkan.

 

Ciri-Ciri Penipuan Investasi di Telegram yang Harus Kamu Waspadai

Sebelum membahas cara melaporkan penipuan investasi di Telegram, kamu perlu mengenali tanda-tandanya lebih dulu. Banyak korban sebenarnya sudah melihat sinyal mencurigakan sejak awal, tetapi mengabaikannya karena tergoda imbal hasil besar.

Ciri pertama adalah janji profit tetap tanpa risiko. Dalam investasi apa pun, keuntungan tidak pernah benar-benar pasti. Jika ada pihak yang menjanjikan profit harian, profit mingguan, garansi balik modal, atau anti rugi, kamu perlu langsung curiga. Klaim seperti ini sering dipakai untuk menekan logika korban agar cepat mengambil keputusan.

Ciri kedua adalah komunikasi lewat chat pribadi. Banyak scammer mengaku sebagai admin resmi, mentor trading, analis market, atau perwakilan platform crypto. Mereka biasanya menghubungi korban lebih dulu, lalu menawarkan program investasi khusus yang katanya hanya tersedia untuk anggota tertentu.

Ciri ketiga adalah permintaan transfer ke rekening atau wallet pribadi. Platform investasi yang legal dan profesional biasanya memiliki sistem pembayaran yang jelas. Jika dana diminta masuk ke rekening atas nama individu atau wallet crypto yang tidak bisa diverifikasi, risikonya sangat tinggi.

Ciri keempat adalah penggunaan link mencurigakan. Korban bisa diarahkan ke website palsu, bot Telegram, atau halaman login tiruan. Pada kasus crypto, link seperti ini sering dipakai untuk mencuri akses wallet. Begitu korban memasukkan seed phrase, private key, atau menyetujui koneksi wallet, aset bisa langsung berpindah.

Ciri kelima adalah tekanan psikologis. Scammer sering memakai kalimat yang membuat korban merasa harus cepat bertindak, seperti kuota terbatas, harga akan naik, bonus deposit segera ditutup, atau kesempatan hanya berlaku hari ini. Tekanan semacam ini sengaja dibuat agar korban tidak sempat mengecek kebenaran informasi.

Jika tanda-tanda tersebut muncul, jangan lanjutkan komunikasi. Lebih baik kehilangan peluang yang belum jelas daripada kehilangan dana karena terburu-buru percaya.

 

Apa yang Harus Dilakukan Setelah Menjadi Korban Scam Telegram?

Saat menyadari telah menjadi korban, reaksi pertama biasanya panik. Itu wajar, tetapi jangan sampai kepanikan membuat kamu mengambil keputusan yang lebih berisiko.

Langkah pertama adalah menghentikan semua komunikasi dengan pelaku. Jangan membalas pesan, jangan mengikuti instruksi baru, dan jangan mengirim dana tambahan. Banyak korban scam justru mengalami kerugian lebih besar karena percaya pada alasan baru dari pelaku, misalnya biaya pencairan, biaya pajak, atau biaya membuka blokir akun.

Langkah kedua adalah mengamankan akun digital. Jika kamu pernah membuka link mencurigakan, segera ganti password akun yang terhubung, aktifkan two-factor authentication, dan cek perangkat yang sedang login. Jika kamu pernah menghubungkan wallet ke situs yang tidak jelas, segera pindahkan aset ke wallet crypto baru yang lebih aman.

Langkah ketiga adalah menyimpan bukti. Jangan buru-buru menghapus chat, keluar dari grup, atau memblokir akun sebelum bukti tersimpan. Screenshot percakapan, simpan username pelaku, catat link grup atau channel, dan dokumentasikan semua transaksi yang terjadi.

Langkah keempat adalah menulis kronologi. Catat kapan kamu pertama kali dihubungi, apa yang ditawarkan, berapa dana yang dikirim, ke mana dana dikirim, dan kapan pelaku mulai menghilang. Kronologi yang rapi akan membantu saat membuat laporan resmi.

Setelah akun aman dan bukti terkumpul, kamu bisa mulai masuk ke langkah pelaporan melalui beberapa jalur yang paling relevan.

 

Bukti yang Harus Disiapkan Sebelum Melapor

Laporan penipuan akan jauh lebih kuat jika disertai bukti yang jelas. Tanpa bukti, proses penanganan biasanya lebih sulit karena pihak yang menerima laporan perlu melihat jejak kejadian secara konkret.

Bukti pertama yang perlu disiapkan adalah screenshot chat. Ambil tangkapan layar dari awal percakapan sampai bagian ketika pelaku meminta transfer dana atau mengirim link mencurigakan. Jangan hanya menyimpan satu potongan chat, karena konteks percakapan juga bisa membantu memahami alur penipuan.

Bukti kedua adalah identitas digital pelaku. Simpan username Telegram, nama akun, foto profil, nomor telepon jika terlihat, link profil, serta link grup atau channel yang digunakan. Jika pelaku mengganti nama akun, username dan link bisa menjadi jejak yang lebih berguna.

Bukti ketiga adalah bukti transaksi. Untuk transfer bank, simpan bukti transfer, nama penerima, nomor rekening, bank tujuan, nominal, dan waktu transaksi. Untuk transaksi crypto, simpan wallet address tujuan, TXID, jaringan blockchain yang digunakan, nominal aset, dan waktu transaksi.

Bukti keempat adalah link website, bot, atau aplikasi yang digunakan pelaku. Jika scam melibatkan halaman login palsu, bot investasi, atau dashboard profit palsu, data ini bisa membantu menunjukkan pola penipuan.

Bukti kelima adalah kronologi tertulis. Buat penjelasan singkat yang runtut agar laporan mudah dipahami. Kronologi tidak harus panjang, tetapi harus jelas, mulai dari awal kontak sampai kerugian terjadi.

Dengan bukti yang lengkap, kamu bisa membuat laporan secara lebih aman dan terarah.

 

4 Cara Aman Melaporkan Penipuan Investasi di Telegram

Setelah bukti terkumpul, ada empat jalur utama yang bisa kamu gunakan untuk melaporkan penipuan investasi di Telegram. Keempat jalur ini saling melengkapi karena masing-masing memiliki fungsi berbeda.

 

1. Report Akun atau Grup Penipuan Langsung di Telegram

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah melaporkan akun, grup, channel, atau bot penipuan langsung dari aplikasi Telegram. Jalur ini berguna untuk memberi sinyal kepada Telegram bahwa akun tersebut melakukan aktivitas berbahaya.

Untuk melaporkan akun, buka profil pelaku, tekan menu di bagian kanan atas, lalu pilih opsi report. Jika kasusnya terjadi di grup atau channel, buka halaman grup tersebut dan gunakan fitur report yang tersedia. Untuk bot Telegram yang dipakai sebagai alat scam, kamu juga bisa melaporkannya dari halaman bot.

Pilih kategori laporan yang paling dekat dengan kasus penipuan, seperti scam, fake account, spam, atau kategori lain yang tersedia di aplikasi. Setelah itu, tambahkan penjelasan singkat jika kolom keterangan tersedia. Jelaskan bahwa akun tersebut menawarkan investasi palsu, meminta transfer dana, atau mengarahkan pengguna ke link berbahaya.

Report langsung di Telegram memang tidak selalu membuat akun langsung hilang. Namun, laporan ini tetap penting karena semakin banyak pengguna yang melapor, semakin besar peluang akun, grup, channel, atau bot tersebut ditinjau lebih cepat.

Langkah ini juga berguna untuk mencegah korban baru. Jika kamu masih berada di grup tersebut dan melihat anggota lain mulai diarahkan ke skema yang sama, beri peringatan secara hati-hati tanpa menyebarkan data pribadi atau membuat tuduhan yang tidak didukung bukti.

Meski report di Telegram penting, jalur ini belum cukup jika sudah ada dana yang hilang. Untuk kasus yang melibatkan uang atau aset crypto, laporan perlu diteruskan ke kanal resmi yang menangani penipuan keuangan digital.

 

2. Laporkan Scam Investasi ke IASC

Jalur kedua adalah melaporkan kasus ke Indonesia Anti Scam Center atau IASC. Laporan ke IASC relevan untuk kasus penipuan keuangan digital, termasuk penipuan investasi online yang terjadi melalui Telegram.

Sebelum membuat laporan, pastikan semua bukti sudah rapi. Siapkan identitas korban, kronologi, bukti transfer, rekening tujuan, wallet address, TXID jika memakai crypto, screenshot chat, serta link grup atau akun Telegram pelaku.

Laporan yang cepat sangat membantu, terutama jika transaksi masih bisa ditelusuri pada tahap awal. Dalam kasus transfer bank, waktu pelaporan bisa memengaruhi peluang penanganan rekening penerima. Dalam kasus crypto, laporan tetap berguna untuk membangun jejak investigasi, meskipun transaksi blockchain tidak bisa dibatalkan begitu saja.

Saat membuat laporan, jangan menulis kronologi secara emosional. Gunakan urutan kejadian yang jelas. Misalnya, kapan kamu bergabung ke grup, siapa yang menghubungi, apa penawaran yang diberikan, kapan kamu mentransfer dana, dan kapan pelaku mulai tidak merespons.

IASC bisa menjadi jalur penting karena penipuan digital sering melibatkan rekening, identitas, dan pola transaksi yang berulang. Satu laporan dari korban bisa membantu menghubungkan pola scam dengan laporan korban lain.

Jika scam yang kamu alami berkaitan dengan investasi ilegal, website palsu, atau penawaran keuangan mencurigakan, laporan sebaiknya tidak berhenti di IASC saja.

 

3. Laporkan ke OJK atau Komdigi

Jalur ketiga adalah melaporkan kasus ke OJK atau Komdigi, tergantung bentuk penipuannya. Jika penipuan berkaitan dengan penawaran investasi, robot trading, pengelolaan dana, atau lembaga yang mengaku legal, pengaduan ke OJK menjadi relevan. Jika penipuan melibatkan website, aplikasi, konten digital, atau penyalahgunaan platform online, laporan ke Komdigi juga bisa dilakukan.

Banyak scam Telegram tidak berdiri sendiri. Pelaku sering memakai website palsu agar skemanya terlihat resmi. Ada yang membuat dashboard investasi, halaman deposit, aplikasi abal-abal, bahkan domain yang menyerupai nama perusahaan tertentu. Dalam kasus seperti ini, laporan ke kanal pengaduan digital bisa membantu proses peninjauan atau pemblokiran akses.

Saat melapor, jangan hanya menyampaikan bahwa kamu tertipu di Telegram. Jelaskan juga unsur investasi ilegalnya. Misalnya, pelaku menawarkan imbal hasil tetap, meminta deposit, memakai nama perusahaan tertentu, menjanjikan pencairan dana, atau mengklaim punya izin resmi tanpa bukti yang valid.

Sertakan semua link yang digunakan pelaku. Link grup Telegram, channel, bot, website, aplikasi, dan halaman pembayaran sebaiknya dicatat. Semakin lengkap jejak digitalnya, semakin mudah laporan dipahami.

Jalur ini membantu menekan penyebaran scam yang memakai wajah digital. Jika sebuah website atau aplikasi palsu masih aktif, korban baru bisa terus bermunculan. Karena itu, laporan ke lembaga pengawas dan pengelola ruang digital tetap punya peran besar meskipun dana korban belum tentu langsung kembali.

Untuk kerugian besar atau kasus yang sudah jelas mengarah ke tindak pidana, laporan juga perlu dibawa ke jalur penegakan hukum.

 

4. Buat Laporan ke Polisi Siber

Jalur keempat adalah membuat laporan ke polisi siber atau aparat penegak hukum. Langkah ini terutama diperlukan jika kerugian cukup besar, pelaku melakukan ancaman, ada banyak korban, atau identitas pelaku mulai bisa ditelusuri.

Sebelum membuat laporan, rapikan semua bukti dalam satu folder. Pisahkan screenshot chat, bukti transfer, data rekening atau wallet, link Telegram, link website, dan kronologi tertulis. Jika ada korban lain, catat juga informasi yang relevan tanpa menyebarkan data pribadi mereka secara sembarangan.

Dalam laporan polisi, kronologi sangat penting. Jelaskan kejadian secara runtut dan faktual. Hindari menambahkan asumsi yang belum terbukti. Fokus pada apa yang benar-benar terjadi, siapa yang menghubungi, apa yang diminta, berapa kerugian, dan bukti apa saja yang kamu miliki.

Untuk kasus crypto, sertakan detail transaksi seperti TXID, jenis aset, jaringan blockchain, wallet address tujuan, dan waktu transaksi. Data ini tidak menjamin dana bisa kembali, tetapi dapat membantu proses pelacakan digital.

Laporan polisi juga berguna sebagai dokumen resmi. Dokumen ini bisa dibutuhkan untuk proses lanjutan, terutama jika ada pengajuan ke bank, platform terkait, atau koordinasi dengan pihak lain.

Setelah semua jalur laporan dilakukan, langkah berikutnya adalah memahami peluang pemulihan dana secara realistis agar kamu tidak jatuh ke jebakan scam tahap kedua.

 

GooglXIDR - XStocks 2

 

Apakah Dana Korban Scam Telegram Bisa Kembali?

Banyak korban berharap dana bisa langsung kembali setelah laporan dibuat. Sayangnya, prosesnya tidak selalu sederhana. Peluang dana kembali sangat bergantung pada metode transaksi, kecepatan laporan, kelengkapan bukti, serta jalur dana setelah diterima pelaku.

Jika dana dikirim melalui transfer bank, peluang penanganan bisa lebih baik apabila laporan dilakukan sangat cepat. Namun, jika dana sudah dipindahkan ke banyak rekening lain, prosesnya bisa lebih sulit.

Untuk transaksi crypto, tantangannya lebih besar. Transaksi blockchain umumnya tidak bisa dibatalkan. Jika aset sudah masuk ke wallet pelaku lalu dipindahkan ke wallet lain, pelacakan masih mungkin dilakukan secara teknis, tetapi pengembalian dana tidak selalu mudah.

Hal yang perlu diwaspadai adalah recovery scam. Ini adalah modus lanjutan yang menargetkan korban penipuan dengan janji bisa mengembalikan dana. Pelaku biasanya mengaku sebagai hacker, investigator, konsultan hukum, atau pihak yang punya akses khusus. Mereka lalu meminta biaya awal, biaya pajak, atau biaya aktivasi.

Jangan percaya pada pihak yang menjanjikan dana pasti kembali tanpa proses resmi. Korban scam sering berada dalam kondisi emosional, dan kondisi ini sering dimanfaatkan pelaku lain untuk menipu lagi.

Laporan tetap harus dilakukan, tetapi ekspektasinya harus realistis. Fokus utamanya adalah mengamankan akun, membatasi kerugian, membantu investigasi, dan mencegah korban baru.

 

Cara Menghindari Penipuan Investasi di Telegram

Agar tidak terjebak kasus serupa, kamu perlu membangun kebiasaan aman saat beraktivitas di Telegram. Ini bukan hanya soal menghindari akun mencurigakan, tetapi juga soal membangun pola berpikir yang lebih kritis sebelum mengambil keputusan investasi.

Jangan mudah percaya pada grup trading rahasia yang menjanjikan profit besar. Grup yang terlihat ramai belum tentu asli. Testimoni bisa dibuat, screenshot profit bisa diedit, dan percakapan anggota bisa diatur oleh pelaku.

Selalu verifikasi akun admin. Banyak scammer memakai foto profil dan nama yang mirip dengan admin resmi. Jika kamu menerima pesan pribadi dari seseorang yang mengaku admin, jangan langsung percaya. Cek kanal resmi, website resmi, dan pengumuman resmi sebelum merespons.

Jangan pernah memberikan seed phrase, private key, password, atau kode OTP kepada siapa pun. Tidak ada admin resmi, exchange, proyek crypto, atau platform investasi legal yang berhak meminta data tersebut.

Hindari menghubungkan wallet ke website atau bot yang tidak jelas. Banyak kasus phishing crypto terjadi bukan karena korban mengirim aset secara manual, tetapi karena korban memberi izin akses melalui smart contract atau halaman palsu.

Selain itu, gunakan platform crypto resmi dan terdaftar untuk aktivitas jual beli aset digital. Jangan menitipkan dana kepada individu yang mengaku bisa mengelola investasi, apalagi jika semua komunikasi hanya berlangsung lewat chat pribadi.

Penipuan investasi biasanya berhasil bukan karena teknologinya terlalu rumit, tetapi karena pelaku mampu memainkan emosi korban. Rasa ingin cepat untung, takut ketinggalan peluang, dan percaya pada tampilan profesional sering menjadi pintu masuk utama scam.

 

Kesimpulan

Telegram bisa menjadi tempat yang bermanfaat untuk mencari informasi crypto dan investasi digital. Namun, platform ini juga sering disalahgunakan oleh pelaku scam yang memanfaatkan grup, channel, bot, dan akun palsu untuk menjebak korban.

Jika kamu menjadi korban, jangan panik dan jangan mengirim dana tambahan. Amankan akun, simpan bukti, tulis kronologi, lalu gunakan jalur laporan yang tepat. Ada empat cara aman melaporkan penipuan investasi di Telegram, yaitu report langsung di Telegram, melapor ke IASC, membuat pengaduan ke OJK atau Komdigi, dan membuat laporan ke polisi siber.

Tidak semua laporan berujung pada pengembalian dana, terutama jika transaksi sudah berpindah jauh atau melibatkan aset crypto. Namun, laporan tetap penting sebagai langkah perlindungan, bukti hukum, dan upaya mencegah korban baru.

Dalam investasi digital, sikap paling aman bukan hanya mencari peluang, tetapi juga berani menolak tawaran yang terlalu indah untuk dipercaya. Profit besar yang dijanjikan tanpa risiko sering kali bukan peluang, melainkan umpan.

 

FAQ

1. Bagaimana cara report akun Telegram penipu?

Kamu bisa membuka profil akun Telegram yang mencurigakan, lalu menggunakan fitur report yang tersedia di aplikasi. Pilih kategori yang paling relevan, seperti scam, fake account, atau spam. Jika penipuan terjadi di grup, channel, atau bot, laporkan juga ruang digital yang digunakan pelaku.

2. Apakah penipuan investasi di Telegram bisa dilacak?

Beberapa kasus bisa ditelusuri jika bukti digitalnya lengkap. Data seperti username, link grup, bukti transfer, wallet address, TXID, dan kronologi bisa membantu proses investigasi. Namun, tingkat keberhasilannya tetap bergantung pada metode transaksi, kecepatan laporan, dan jejak dana setelah diterima pelaku.

3. Ke mana harus melapor jika kena scam crypto di Telegram?

Kamu bisa membuat laporan melalui beberapa jalur, mulai dari report langsung di Telegram, laporan ke IASC, pengaduan ke OJK atau Komdigi, hingga laporan ke polisi siber. Pilihan jalur tergantung jenis scam, jumlah kerugian, dan bukti yang tersedia.

4. Apa itu recovery scam setelah penipuan investasi?

Recovery scam adalah penipuan lanjutan yang menargetkan korban scam sebelumnya. Pelaku biasanya mengaku bisa mengembalikan dana korban, tetapi meminta biaya tambahan lebih dulu. Modus ini berbahaya karena menyasar korban yang sedang panik dan berharap uangnya kembali.

5. Apakah Telegram bisa menghapus grup penipuan?

Telegram dapat meninjau dan menindak akun, grup, channel, atau bot yang dilaporkan melanggar aturan. Namun, prosesnya tidak selalu instan. Laporan dari banyak pengguna biasanya dapat membantu memperkuat sinyal bahwa sebuah grup digunakan untuk aktivitas scam.

6. Bukti apa saja yang harus disiapkan sebelum melapor?

Bukti yang sebaiknya disiapkan meliputi screenshot chat, username pelaku, link grup atau channel, bukti transfer, wallet address, TXID transaksi crypto, link website atau bot, serta kronologi kejadian. Bukti yang lengkap membuat laporan lebih mudah dipahami dan ditindaklanjuti.

7. Apakah dana korban scam crypto bisa kembali?

Kemungkinan dana kembali tetap ada, tetapi tidak bisa dijamin. Transaksi crypto umumnya tidak bisa dibatalkan setelah terkirim. Karena itu, laporan cepat dan bukti lengkap sangat dibutuhkan, terutama untuk membantu pelacakan dan mencegah kerugian lanjutan.

8. Kenapa scam investasi crypto sering terjadi di Telegram?

Telegram banyak digunakan komunitas crypto karena cepat, fleksibel, dan mudah dipakai untuk membangun grup besar. Fitur ini juga dimanfaatkan scammer untuk membuat akun palsu, grup investasi palsu, bot penipuan, dan channel yang terlihat profesional.

 

Itulah informasi menarik tentang Cara aman melaporkan penipuan investasi di Telegram yang bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel populer Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market.

Untuk pengalaman trading yang lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading kami di INDODAX. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital, teknologi blockchain, dan berbagai peluang trading lainnya hanya di INDODAX Academy.

 

Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX Staking/Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!

Dalam praktekknya, transparansi aset kini diadopsi oleh sejumlah platform kripto, salah satunya melalui publikasi data Proof of Reserves (PoR) dari pihak ketiga seperti CoinMarketCap. Di Indonesia, Indodax termasuk platform yang secara rutin memperbarui informasi tersebut agar dapat diakses publik.

 

Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Follow Sosmed Twitter Indodax sekarang

Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

 

Author : RB

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

Lebih Banyak dari Tutorial

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
SYN/IDR
Synapse
2.495
55.94%
UW3S/IDR
Utility We
6
50%
DEGEN/IDR
Degen
28
27.27%
TEL/IDR
Telcoin
52
23.81%
FUN/IDR
FUNToken
26
22.15%
Nama Harga 24H Chg
WTEC/IDR
World Trad
1
-50%
STIK/IDR
Staika
1.762
-43.16%
MYX/IDR
MYX Financ
4.714
-30.68%
PORTAL/IDR
Portal
319
-25.47%
ALITAS/IDR
Alitas
3
-25%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Cara Mencairkan USDT ke Rupiah, Ternyata Semudah Ini
03/06/2026
Cara Mencairkan USDT ke Rupiah, Ternyata Semudah Ini

Punya USDT tapi bingung cara mengubahnya menjadi Rupiah? Situasi ini

03/06/2026
Cara Mendapatkan Centang Hijau di WhatsApp Business Resmi
02/06/2026
Cara Mendapatkan Centang Hijau di WhatsApp Business Resmi

Bagi pemilik bisnis, WhatsApp bukan lagi sekadar aplikasi untuk membalas

02/06/2026
5 Cara Memulai Investasi Cryptocurrency untuk Gen Z
29/05/2026
5 Cara Memulai Investasi Cryptocurrency untuk Gen Z

Di era digital seperti sekarang, semakin banyak Gen Z yang

29/05/2026