Rangkuman: ChatGPT
Prediksi terbaru dari trader veteran, Peter Brandt kembali menekan ekspektasi pasar.
Bitcoin (BTC) disebut belum akan mencetak rekor harga baru dalam waktu dekat, bahkan kemungkinan harus menunggu hingga 2027 untuk kembali mencapai all time high (ATH).
Brandt menyebut bahwa peluang Bitcoin mencetak ATH di 2026 sangat kecil.
“Saya tidak melihat akan ada harga tertinggi baru pada 2026. Mungkin baru terjadi pada kuartal kedua 2027,” ujar Brandt.
Peluang ATH Bitcoin Dinilai Sangat Rendah
Brandt secara tegas mengatakan bahwa dirinya tidak melihat Bitcoin akan mencetak harga tertinggi baru dalam 2026.
Ia memperkirakan momentum tersebut baru berpotensi terjadi pada kuartal kedua 2027. Meski begitu, ia juga menekankan bahwa prediksi ini tetap bersifat spekulatif.
Pandangan serupa juga terlihat dari data platform prediksi Polymarket. Para trader di platform tersebut hanya memberikan sekitar 15% peluang bagi Bitcoin untuk menembus level $120.000 di tahun 2026.

Sumber Gambar: Polymarket
Angka ini mencerminkan mayoritas pelaku pasar masih bersikap hati-hati terhadap prospek jangka pendek Bitcoin.
Baca juga berita terkait: Bitcoin Bisa Tembus $266.000! Ini Alasan JPMorgan Berani Pasang Target Tinggi
Harga Bitcoin Masih Jauh dari Puncak

Sumber Gambar: CoinMarketCap
Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di kisaran $66.000–$67.000 berdasarkan data CoinMarketCap.
Dalam tujuh hari terakhir, harga BTC turun sekitar 3,46%. Jika dibandingkan dengan ATH sebelumnya di $126.100 pada Oktober tahun lalu, harga saat ini masih terkoreksi sekitar 47%.
Penurunan ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase pemulihan yang belum solid.
Lebih jauh lagi, Brandt menilai bahwa level terendah Bitcoin di tahun ini mungkin belum tercapai. Ia membuka kemungkinan harga akan kembali menguji level support sebelumnya, bahkan bisa turun sedikit lebih rendah dari titik yang terbentuk pada September atau Oktober.
“Itu akan menjadi titik terendah dalam siklus bearish, dan siklus bullish baru akan dimulai,” kata Brandt.
Jika skenario ini terjadi, maka titik tersebut berpotensi menjadi dasar dari siklus bearish sebelum memasuki fase bullish berikutnya.
Siklus 4 Tahunan Kembali Jadi Sorotan
Perdebatan soal arah Bitcoin di 2026 tidak lepas dari teori siklus empat tahunan.
Dalam pola ini, Bitcoin biasanya mengalami fase bull run, diikuti koreksi tajam, lalu periode konsolidasi sebelum kembali naik.
Beberapa analis melihat 2026 sebagai fase lemah dalam siklus tersebut. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa masuknya institusi besar bisa mengubah pola klasik ini.
Meski demikian, sejumlah nama besar masih berpihak pada skenario konservatif.
Analis on-chain Willy Woo menyebut Bitcoin baru berada sekitar sepertiga perjalanan dalam fase bear market dari sisi likuiditas.
“Fundamental saat ini masih menunjukkan kekuatan jangka pendek, yang membuka peluang harga naik ke kisaran pertengahan $80.000, yaitu area harga rata-rata (cost basis) para holder jangka pendek,” jelas Woo.
Woo juga menjelaskan bahwa pergerakan tersebut banyak didorong oleh pasar futures, yang umumnya diisi oleh pembeli jangka pendek. Jenis likuiditas seperti ini memiliki kelemahan dan potensi pergerakan harga yang ekstrem.
“Perlu diwaspadai, kondisi ini bisa menjadi bull trap, karena struktur dasar (bottom) pasar belum benar-benar terbentuk” tegas Woo.
Sementara itu, Anthony Scaramucci dari SkyBridge juga menilai bahwa Bitcoin masih berada dalam bagian bearish dari siklus empat tahunan.
“Kita berada dalam siklus empat tahunan, dan ada beberapa whale lama, para OG, yang percaya pada siklus ini. Dan kamu tahu apa yang terjadi ketika seseorang percaya pada sesuatu? Mereka menciptakan self-fulfilling prophecy,” sebut Scaramucci.
Tekanan Tambahan dari Sentimen Pasar
Selain faktor teknikal dan siklus, tekanan juga datang dari sisi makro dan sentimen.
Arus dana ke ETF Bitcoin spot mengalami pembalikan arah, dengan total outflow mencapai sekitar $296 juta dalam sepekan terakhir. Ini mengindikasikan adanya aksi jual atau pengurangan eksposur dari investor institusi.
Di sisi lain, Crypto Fear & Greed Index menunjukkan angka 8, yang masuk kategori extreme fear sejak 20 Maret. Kondisi ini biasanya mencerminkan kekhawatiran tinggi di kalangan investor.
Faktor geopolitik juga turut memperburuk sentimen, membuat pelaku pasar cenderung menahan diri.
Baca selanjutnya: 3 Sinyal Ini Tunjukkan Bitcoin Bisa Jatuh di Bawah $60.000
Bitcoin Tetap Dilihat Sebagai Penyimpan Nilai
Di tengah ketidakpastian jangka pendek, Brandt tetap mempertahankan pandangan jangka panjangnya.
Ia menegaskan bahwa Bitcoin masih relevan sebagai penyimpan nilai. Namun, perkembangan utilitas di atas jaringan Bitcoin juga akan memainkan peran penting dalam menentukan harga ke depan.
Menariknya, Brandt menyatakan dirinya cenderung netral hingga bearish terhadap altcoin, memperkuat fokusnya pada Bitcoin sebagai aset utama.
Kesimpulan
Prediksi terbaru dari trader senior dan data pasar menunjukkan bahwa ekspektasi terhadap lonjakan harga Bitcoin dalam waktu dekat mulai mereda.
Dengan peluang ATH yang dinilai rendah di 2026, pasar tampaknya masih berada dalam fase konsolidasi yang panjang. Tekanan dari sentimen negatif, arus dana keluar, hingga faktor makro menjadi hambatan utama.
Namun, perbedaan pandangan antar analis juga membuka ruang bahwa skenario bisa berubah. Dalam kondisi seperti ini, pasar bergerak bukan hanya berdasarkan data, tetapi juga ekspektasi dan kepercayaan pelaku pasar.
FAQ
- Apakah Bitcoin benar-benar tidak akan ATH hingga 2027?
Tidak ada kepastian. Prediksi ini berasal dari trader seperti Peter Brandt dan data Polymarket, tetapi tetap bersifat spekulatif. Pergerakan harga Bitcoin sangat dipengaruhi banyak faktor. - Apa itu ATH dalam Bitcoin?
ATH atau all time high adalah harga tertinggi yang pernah dicapai Bitcoin sepanjang sejarah perdagangannya. - Kenapa peluang Bitcoin tembus $120K di 2026 hanya 15%?
Angka ini berasal dari Polymarket, yang mencerminkan opini kolektif trader. Rendahnya peluang dipengaruhi sentimen pasar yang masih lemah dan kondisi makro. - Apakah Bitcoin sedang dalam bear market sekarang?
Beberapa analis seperti Willy Woo dan Anthony Scaramucci menyebut Bitcoin masih berada dalam fase bearish berdasarkan siklus empat tahunan dan likuiditas pasar. - Apa yang bisa memicu Bitcoin kembali naik?
Beberapa faktor yang bisa mendorong kenaikan antara lain masuknya dana institusi, sentimen pasar yang membaik, serta perkembangan teknologi dan utilitas di ekosistem Bitcoin. - Apakah teori siklus 4 tahunan masih relevan untuk Bitcoin?
Sebagian analis masih menggunakannya sebagai acuan, namun ada juga yang menilai bahwa faktor baru seperti ETF dan institusi bisa mengubah pola tersebut.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Cointelegraph – Peter Brandt, Polymarket traders don’t see new Bitcoin highs this year, diakses pada 31 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Tokoh Kripto Dunia





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


