JPMorgan kembali menarik perhatian pasar setelah memproyeksikan harga Bitcoin bisa mencapai $266.000 dalam jangka panjang.
Target ini bukan sekadar prediksi harga, melainkan sinyal kuat bahwa permintaan institusi terhadap Bitcoin semakin matang.
Target $266K Bukan untuk Retail
LATEST: ? JPMorgan analysts say Bitcoin could eventually hit $266,000, with the Bitcoin-to-gold volatility ratio falling to a record low of 1.5, making it increasingly attractive on a risk-adjusted basis. pic.twitter.com/SlVHRFUy29
— CoinMarketCap (@CoinMarketCap) February 6, 2026
Menurut analisis yang beredar, proyeksi JPMorgan ditujukan bukan untuk investor ritel. Target ini lebih ditujukan kepada lebih dari 2.000 klien institusi, termasuk dana pensiun, hedge fund, dan advisor investasi.
Artinya, angka tersebut berfungsi sebagai dasar pertimbangan alokasi aset, bukan sekadar spekulasi.
Michael Terpin, pendiri Transform Ventures, menyebut bahwa proyeksi ini berada dalam fase “adopsi institusi”, di mana keputusan investasi biasanya mengikuti analisis bank besar.
Ia juga menambahkan bahwa gelombang masuknya dana institusi biasanya terjadi dalam 6 – 12 bulan setelah upgrade riset seperti ini muncul.
Baca juga: Emas Anjlok 2% di Tengah Perang Iran, Investor Tinggalkan Safe Haven
Model Bitcoin Disamakan dengan Emas
JPMorgan menggunakan pendekatan yang cukup menarik. Bitcoin dibandingkan dengan cadangan emas sektor swasta yang diperkirakan mencapai $8 triliun.
Model ini berbasis risiko, bukan sekadar harga. Semakin rendah volatilitas Bitcoin dibanding emas, semakin besar porsi alokasi yang bisa diberikan oleh institusi.
Pada awal 2026, volatilitas Bitcoin tercatat hanya sekitar 1,5x dari emas, turun signifikan dibanding sebelumnya. Kondisi ini membuat Bitcoin dianggap lebih “layak” untuk masuk portofolio besar.
Inilah yang mendorong revisi target dari sebelumnya $146.000 – $170.000 menjadi $266.000.
Data Penting: 77% Holder Korporasi Masih Bertahan
Salah satu data yang menjadi sorotan adalah perilaku investor institusi. Sebanyak 77% kepemilikan Bitcoin oleh korporasi saat ini masih dalam kondisi rugi, tetapi tidak dijual.
Ini menjadi indikator penting. Artinya, investor besar tidak bereaksi panik terhadap penurunan harga jangka pendek.
Sebaliknya, mereka cenderung menahan aset karena memiliki kewajiban fiduciary, regulasi, dan strategi jangka panjang.
Perubahan perilaku ini dianggap sebagai pembeda utama dibanding siklus sebelumnya. Jika sebelumnya market mudah mengalami panic selling, kini tekanan jual lebih terbatas.
Kesimpulan
Target $266.000 dari JPMorgan mencerminkan perubahan besar dalam cara pasar melihat Bitcoin.
Bukan lagi sekadar aset spekulatif, tetapi mulai diposisikan sebagai bagian dari portofolio institusi global.
Dengan model berbasis emas, penurunan volatilitas, dan kuatnya perilaku holder institusi, arah jangka panjang Bitcoin terlihat semakin solid.
Namun, seperti biasa, realisasi harga tetap bergantung pada arus masuk dana dan kondisi makro ke depan.
FAQ
1. Kenapa JPMorgan memprediksi Bitcoin $266.000?
Karena model mereka membandingkan Bitcoin dengan nilai emas global dan mempertimbangkan penurunan volatilitas.
2. Apakah target ini realistis?
Target ini berbasis model institusi, bukan spekulasi, tetapi tetap bergantung pada adopsi dan kondisi pasar.
3. Apa arti adopsi institusi dalam crypto?
Artinya dana besar seperti hedge fund dan dana pensiun mulai memasukkan Bitcoin ke portofolio mereka.
4. Kenapa 77% holder korporasi tidak menjual?
Karena mereka memiliki strategi jangka panjang dan tidak mudah terpengaruh volatilitas jangka pendek.
5. Kapan efek prediksi ini terasa di pasar?
Biasanya dalam 6 – 12 bulan setelah laporan institusi dirilis dan mulai diikuti oleh alokasi dana besar.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
Bitcoin.com – Why JPMorgan’s $266K Bitcoin Target Makes Sense as Institutional Demand Strengthens, Expert Insight, diakses pada 23 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
