Scroll Network: Layer 2 Ethereum Berbasis zkEVM
icon search
icon search

Top Performers

Scroll Network: Layer 2 Ethereum Berbasis zkEVM

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Scroll Network: Layer 2 Ethereum Berbasis zkEVM

Scroll Network: Layer 2 Ethereum Berbasis zkEVM

Daftar Isi

Ketika biaya transaksi di Ethereum naik dan aktivitas jaringan mulai terasa padat, banyak pengguna akhirnya dihadapkan pada pilihan yang kurang nyaman. Tetap bertahan di mainnet berarti siap menghadapi fee yang mahal, sementara pindah ke jaringan lain sering kali berarti beradaptasi lagi dengan tools, aset, dan pengalaman baru. Di titik seperti inilah lahir berbagai solusi Layer 2, dan salah satu nama yang mulai sering muncul dalam percakapan adalah Scroll Network.

Scroll Network menarik bukan cuma karena membawa narasi zkEVM yang kuat, tetapi juga karena posisinya cukup unik di antara proyek Layer 2 lain. Ia dibangun untuk membuat pengalaman memakai Ethereum terasa lebih ringan tanpa memaksa developer dan pengguna keluar terlalu jauh dari ekosistem yang sudah mereka kenal. Itulah sebabnya Scroll mulai dilihat bukan sekadar sebagai proyek baru, melainkan sebagai salah satu jawaban atas kebutuhan scaling Ethereum yang makin mendesak.

 

Apa Itu Scroll Network?

Scroll Network adalah jaringan Layer 2 berbasis zero-knowledge rollup yang dibangun di atas Ethereum, yang termasuk dalam kategori solusi scaling seperti layer 2 Ethereum yang semakin banyak digunakan. Secara sederhana, fungsi utamanya adalah memproses transaksi di luar mainnet agar biaya lebih murah dan proses lebih cepat, lalu mengirim hasil akhirnya kembali ke Ethereum untuk divalidasi. Dengan pendekatan ini, Scroll berusaha menjaga keamanan Ethereum sambil memperbaiki efisiensi penggunaan jaringan.

Yang membuat Scroll Network terasa relevan untuk dibahas sekarang adalah pendekatannya yang menekankan kompatibilitas dengan Ethereum. Banyak proyek scaling menawarkan biaya murah, tetapi tidak semuanya memberi pengalaman yang benar-benar dekat dengan EVM. Scroll justru menjadikan hal ini sebagai fondasi. Bagi developer, itu berarti aplikasi yang sudah berjalan di Ethereum bisa dipindahkan dengan perubahan yang relatif minim. Bagi pengguna, itu berarti pengalaman memakai wallet, bridge, dan aplikasi di dalam ekosistemnya terasa lebih familiar.

Kalau dilihat dari intent pencarian, keyword seperti “scroll network” biasanya tidak berhenti pada definisi saja. Orang yang mengetik kata kunci ini biasanya juga ingin tahu siapa pembuatnya, bagaimana teknologinya bekerja, apa bedanya dengan Layer 2 lain, dan apakah jaringan ini benar-benar layak dipakai. Karena itu, memahami Scroll Network tidak cukup dari satu kalimat definisi. Kamu perlu melihat siapa yang ada di belakangnya dan mengapa pendekatan teknologinya banyak dibicarakan.

 

Siapa di Balik Scroll Network?

Scroll didirikan oleh Sandy Peng, Haichen Shen, dan Ye Zhang. Kombinasi tim ini menarik karena tidak datang dari satu sisi saja. Ada kekuatan pada bisnis dan ekosistem, ada kekuatan pada engineering, dan ada pula fondasi riset yang kuat di bidang kriptografi serta zkEVM. Haichen Shen, misalnya, secara terbuka menjelaskan perannya sebagai co-founder yang memimpin engineering team Scroll, dengan latar belakang riset computer science dan pengalaman teknis yang cukup kuat.

Faktor tim ini penting dibahas karena di industri kripto, identitas dan kualitas founder sering memengaruhi persepsi pasar. Project yang dibangun oleh tim dengan orientasi riset biasanya bergerak lebih lambat dibanding proyek yang agresif secara marketing, tetapi sering kali punya fondasi teknis yang lebih rapi. Scroll terlihat berada di jalur itu. Dokumentasi resminya juga konsisten menonjolkan visi untuk scale Ethereum dengan teknologi zero knowledge, bukan sekadar mengejar tren sesaat.

Dari sisi perkembangan, Scroll Mainnet diluncurkan pada 18 Oktober 2023. Sejak saat itu, mereka terus melakukan penyempurnaan jaringan lewat beberapa upgrade penting. Fakta ini menunjukkan bahwa Scroll bukan lagi sekadar konsep atau testnet yang baru dipamerkan, tetapi sudah masuk fase operasional yang lebih matang. Setelah memahami siapa yang membangunnya, langkah berikutnya adalah melihat mesin utama yang membuat Scroll Network berbeda, yaitu zkEVM.

 

Cara Kerja Scroll Network dan Teknologi zkEVM

Untuk memahami Scroll Network, bayangkan Ethereum sebagai jalan utama yang sangat aman tetapi sering macet dan mahal. Scroll hadir sebagai jalur tambahan yang membantu mengurangi beban lalu lintas itu. Transaksi diproses di Layer 2, lalu hasilnya diringkas dan dikirim kembali ke Ethereum dalam bentuk bukti kriptografis. Model inilah yang dikenal sebagai zero-knowledge rollup salah satu teknologi yang mulai banyak digunakan dalam pengembangan blockchain modern.

Di dalam arsitekturnya, Scroll menjelaskan bahwa jaringannya terdiri dari tiga lapisan utama: settlement layer, sequencing layer, dan proving layer. Ethereum dipakai sebagai settlement layer, tempat bukti validitas diverifikasi dan tempat kontrak bridge serta rollup ditempatkan, sehingga penting memahami terlebih dulu apa itu Ethereum dalam ekosistem blockchain. Artinya, Scroll tidak berdiri sendiri sebagai chain yang lepas dari Ethereum, tetapi justru menumpang pada keamanan Ethereum sebagai fondasi.

Lalu, di mana letak zkEVM-nya? zkEVM adalah upaya untuk membuat lingkungan komputasi Ethereum bisa dibuktikan menggunakan zero-knowledge proof. Dalam konteks pengguna biasa, kamu tidak perlu menghitung sendiri bukti itu. Yang penting dipahami adalah hasil akhirnya: aplikasi berbasis Ethereum bisa berjalan di Scroll dengan pengalaman yang sangat dekat dengan EVM, sementara transaksi tetap bisa dikompresi dan diverifikasi dengan lebih efisien. Di sinilah Scroll banyak menarik perhatian, karena ia mencoba menyatukan dua hal yang selama ini sulit berjalan bersamaan, yaitu skalabilitas dan kompatibilitas.

Pendekatan ini membuat Scroll Network terasa menarik bukan hanya bagi pengguna yang ingin fee lebih rendah, tetapi juga bagi developer yang tidak ingin memulai dari nol. Saat proyek Layer 2 lain kadang menuntut penyesuaian tooling atau lingkungan pengembangan yang berbeda, Scroll justru menekankan bahwa code, dependencies, dan tooling Ethereum dapat bekerja out of the box. Dari sini mulai terlihat mengapa Scroll tidak hanya bicara soal murah dan cepat, tetapi juga soal kenyamanan migrasi.

 

Keunggulan Scroll Network Dibanding Layer 2 Lain

Salah satu keunggulan paling menonjol dari Scroll Network adalah fokusnya pada kompatibilitas penuh dengan Ethereum. Bagi developer, ini bukan nilai tambah kecil. Semakin sedikit perubahan yang perlu dilakukan saat memindahkan aplikasi dari Ethereum ke Layer 2, semakin cepat pula proses adopsi bisa terjadi. Itulah sebabnya Scroll menempatkan pengalaman developer sebagai bagian penting dari proposisinya.

Keunggulan berikutnya ada pada aspek biaya. Di situs resminya, Scroll menampilkan fee yang sangat rendah, bahkan di bawah setengah sen dolar untuk beberapa aktivitas. Biaya rendah tentu bukan hal baru di dunia Layer 2, tetapi tetap menjadi faktor penting bagi pengguna yang aktif melakukan swap, bridge, atau interaksi dengan smart contract. Dalam praktiknya, selisih fee ini bisa sangat terasa ketika aktivitas dilakukan berulang.

Keamanan juga jadi alasan lain mengapa Scroll Network layak diperhatikan. Karena ia menggunakan Ethereum sebagai settlement layer, kepercayaan terhadap hasil transaksi tidak bertumpu pada satu operator saja. Bukti validitas dan proses finalisasi tetap mengacu pada mekanisme yang terhubung dengan Ethereum. Bagi pengguna yang sensitif terhadap risiko keamanan, model seperti ini lebih mudah diterima dibanding chain yang berdiri terpisah sepenuhnya dari Ethereum.

Di luar sisi teknis, Scroll juga terlihat cukup aktif membangun ekosistem dan infrastruktur jangka panjang. Dokumentasi developernya, pembahasan SDK, roadmap 2025, hingga pembaruan upgrade menunjukkan bahwa proyek ini tidak berhenti di peluncuran mainnet saja. Mereka terus berbicara soal keamanan, scaling, user experience, dan kebutuhan builder. Jadi, kalau ada yang bertanya kenapa Scroll Network mulai dianggap serius, jawabannya bukan cuma karena narasi zk, tetapi karena proyek ini terus menunjukkan progres teknis yang nyata.

 

Scroll Network vs zkSync, Starknet, dan Arbitrum

Saat membahas Scroll Network, perbandingan dengan Layer 2 lain hampir tidak bisa dihindari. zkSync, Starknet, dan Arbitrum sudah lebih dulu dikenal luas oleh komunitas kripto. Masing-masing punya identitas yang kuat. Arbitrum dikenal sebagai salah satu Layer 2 paling besar dari sisi adopsi aplikasi. zkSync identik dengan narasi zk-rollup yang ramah pengguna. Starknet sering dipandang sangat teknis dan punya arah arsitektur yang berbeda. Di tengah peta ini, Scroll mencoba mengambil posisi sebagai zkEVM yang sangat dekat dengan Ethereum.

Yang membuat Scroll berbeda bukan berarti ia otomatis lebih unggul dalam semua hal. Justru yang lebih tepat adalah melihat fokusnya. Scroll tampak dirancang untuk mereka yang ingin menikmati manfaat zero-knowledge rollup tanpa kehilangan rasa familiar saat membangun di atas Ethereum. Ini membuatnya menarik bagi developer yang ingin memanfaatkan EVM compatibility secara maksimal. Jika kamu mencari Layer 2 yang menekankan kedekatan pengalaman dengan Ethereum, Scroll punya argumen yang cukup kuat.

Sementara itu, kompetisi di sektor ini tetap keras. Scroll tidak bergerak di ruang kosong. Karena itulah, yang paling masuk akal bukan menilai siapa paling hebat secara mutlak, melainkan siapa yang paling cocok untuk kebutuhan tertentu. Ada pengguna yang lebih peduli fee, ada developer yang lebih peduli compatibility, dan ada proyek yang lebih peduli ekosistem likuiditas. Setelah melihat posisi Scroll di antara para pesaingnya, sekarang waktunya melihat seberapa jauh perkembangan jaringannya hingga 2026.

 

Perkembangan Scroll Network Saat Ini

Hingga 2026, Scroll menunjukkan bahwa ia bukan proyek yang berhenti di tahap branding. Situs resminya menampilkan lebih dari 100 dApps yang sudah dibangun, lebih dari 110 juta total transaksi, serta lebih dari 700 active builders. Angka-angka seperti ini tidak otomatis membuat sebuah proyek menang, tetapi cukup untuk menunjukkan bahwa Scroll sudah bergerak melewati tahap eksperimen awal dan masuk ke fase pemakaian yang lebih nyata.

Di sisi teknis, Scroll juga terus melakukan upgrade jaringan. Dokumentasi resminya mencatat beberapa pembaruan penting seperti Bernoulli, Galileo, dan Feynman. Bernoulli membawa dukungan EIP-4844 data blobs yang berkontribusi pada penurunan biaya transaksi, sementara Galileo memperbarui struktur fee agar jaringan lebih adaptif namun tetap murah. Feynman kemudian melanjutkan penyesuaian kompatibilitas jaringan di level node. Rangkaian upgrade ini menunjukkan satu hal: Scroll Network terus disempurnakan, bukan dibiarkan berjalan apa adanya setelah mainnet rilis.

Dari sisi arah pengembangan, roadmap 2025 yang masih relevan hingga 2026 menekankan tiga hal utama, yaitu security, scaling, dan better UX. Ini menarik karena ketiganya mewakili kebutuhan paling nyata dalam persaingan Layer 2. Jaringan yang aman tapi lambat akan sulit dipakai, jaringan yang cepat tapi rumit juga sulit tumbuh, dan jaringan yang murah tapi tidak nyaman akan cepat ditinggalkan pengguna. Scroll tampaknya sadar bahwa pertumbuhan jangka panjang tidak cukup ditopang oleh hype, tetapi perlu dibangun lewat performa dan pengalaman yang konsisten.

Kalau melihat data yang Akang bagikan, Scroll juga sempat mendapat sorotan besar ketika mendistribusikan 55 juta token SCR kepada lebih dari 570.000 partisipan dan dikaitkan dengan total nilai terkunci sekitar US$1,3 miliar. Data seperti ini memang lebih cocok diposisikan sebagai penguat konteks daripada fondasi utama artikel edukasi, tetapi tetap berguna untuk menunjukkan bahwa Scroll pernah menjadi pusat perhatian pasar dan bukan nama yang lahir tanpa basis komunitas.

 

Apa Saja Kegunaan Scroll Network?

Setelah melihat teknologinya, pertanyaan berikutnya biasanya lebih praktis: Scroll Network dipakai untuk apa? Jawabannya cukup luas. Karena Scroll dibangun agar kompatibel dengan ekosistem Ethereum, jaringan ini dapat digunakan untuk berbagai aktivitas yang sudah akrab bagi pengguna kripto, mulai dari DeFi sampai pengembangan aplikasi on-chain.

Di sektor DeFi, Scroll bisa dipakai untuk swap token, menyediakan likuiditas, meminjamkan aset, atau memanfaatkan strategi yield, yang semuanya merupakan bagian dari konsep DeFi (decentralized finance) dalam kripto. Dokumentasi ekosistemnya secara eksplisit menyoroti aktivitas seperti DEX volume dan integrasi aplikasi. Bagi pengguna, ini berarti Scroll bukan sekadar jaringan yang “ada”, tetapi lingkungan yang bisa benar-benar dipakai untuk aktivitas finansial on-chain.

Di luar DeFi, Scroll juga relevan untuk NFT, gaming, dan berbagai aplikasi berbasis smart contract. Kompatibilitas EVM membuat developer lebih mudah membawa logika aplikasi yang sudah ada ke jaringan ini. Karena itu, kegunaan Scroll Network tidak terbatas pada aktivitas satu kali seperti bridge atau klaim token. Ia lebih tepat dilihat sebagai infrastruktur, yaitu tempat aplikasi berjalan dan tempat pengguna berinteraksi dengan layanan on-chain yang lebih murah dibanding mainnet Ethereum.

Semakin jelas kegunaannya, semakin mudah pula memahami mengapa keyword turunannya mulai bermunculan, seperti pencarian seputar MetaMask, swap, dan bridge. Ini menandakan bahwa minat orang terhadap Scroll tidak berhenti di level “apa itu”, tetapi sudah bergerak ke “bagaimana cara memakainya”.

 

Cara Menggunakan Scroll Network

Bagi pengguna baru, langkah pertama untuk memakai Scroll Network biasanya dimulai dari wallet. Karena Scroll kompatibel dengan EVM, kamu bisa menghubungkannya lewat wallet yang umum dipakai seperti MetaMask. Setelah itu, kamu perlu masuk ke jaringan Scroll Mainnet, lalu menyiapkan aset agar bisa dipakai di dalam ekosistemnya. Pada tahap ini, orang biasanya mulai memahami bahwa Scroll tidak berdiri jauh dari pengalaman Ethereum yang selama ini sudah dikenal.

Langkah berikutnya adalah bridge. Portal resmi Scroll menyediakan bridge dari Ethereum ke Scroll, dan dari jaringan lain juga tersedia jalur masuk tertentu. Secara praktis, proses ini memungkinkan kamu memindahkan aset ke Layer 2 agar bisa dipakai untuk transaksi, swap, atau interaksi dengan aplikasi di dalam ekosistem Scroll. Sesudah aset berada di jaringan Scroll, kamu baru bisa menjelajahi aplikasi yang tersedia dengan biaya yang umumnya lebih rendah dibanding di mainnet Ethereum.

Bagi pengguna yang hanya ingin mencoba, proses ini relatif sederhana. Namun bagi yang ingin lebih serius, penting juga memahami bahwa setiap Layer 2 tetap punya dinamika tersendiri, termasuk soal likuiditas, pilihan aplikasi, dan alur withdrawal kembali ke Ethereum. Jadi, meskipun Scroll Network didesain agar terasa familiar, kamu tetap perlu mengecek jaringan, alamat, biaya, dan aplikasi yang dipakai secara cermat sebelum bertransaksi.

 

Masa Depan Scroll Network di Ekosistem Ethereum

Melihat arah pergerakannya, Scroll Network punya peluang untuk tetap relevan dalam percakapan soal scaling Ethereum. Alasannya bukan cuma karena istilah zkEVM sedang populer, tetapi karena Ethereum sendiri memang terus membutuhkan solusi yang bisa menurunkan biaya dan memperbaiki pengalaman pengguna tanpa mengorbankan keamanan. Selama kebutuhan itu belum selesai, proyek seperti Scroll akan tetap punya ruang untuk berkembang.

Menariknya, Scroll juga mulai menunjukkan langkah yang lebih luas dari sekadar urusan chain performance. Kehadiran governance docs, forum komunitas, dan pembahasan arah desentralisasi menunjukkan bahwa proyek ini ingin membangun ekosistem yang bertahan lebih lama. Tidak semua pengguna akan peduli soal governance di awal, tetapi bagi proyek Layer 2 yang ingin tumbuh serius, aspek ini tetap penting karena menyangkut bagaimana keputusan jaringan diambil dalam jangka panjang.

Tetap saja, masa depan Scroll tidak datang tanpa tantangan. Persaingan Layer 2 sangat padat, dan setiap proyek berlomba menarik builder, likuiditas, serta pengguna aktif. Karena itu, masa depan Scroll kemungkinan akan sangat ditentukan oleh tiga hal: seberapa cepat mereka meningkatkan performa, seberapa nyaman pengalaman memakai jaringannya, dan seberapa kuat mereka mempertahankan alasan bagi developer untuk memilih Scroll dibanding alternatif lain. Dari sinilah nilai Scroll akan benar-benar diuji, bukan hanya oleh narasi, tetapi oleh pemakaian nyata.

 

Kesimpulan

Scroll Network adalah salah satu proyek Layer 2 Ethereum yang layak diperhatikan karena menggabungkan tiga hal yang jarang bisa seimbang sekaligus: biaya yang lebih ringan, fondasi keamanan Ethereum, dan pengalaman yang tetap dekat dengan ekosistem EVM. Itu membuatnya menarik bukan hanya untuk pengguna yang ingin transaksi lebih efisien, tetapi juga untuk developer yang ingin membangun tanpa harus meninggalkan lingkungan yang sudah mereka pahami.

Di saat banyak proyek kripto mencoba menarik perhatian lewat hype sesaat, Scroll terlihat memilih jalur yang lebih teknis dan bertahap. Ada mainnet yang sudah berjalan, ada dokumentasi yang jelas, ada upgrade jaringan yang terus dilakukan, dan ada ekosistem yang terus dibangun. Itu belum berarti Scroll pasti menjadi pemenang utama di sektor Layer 2, tetapi cukup untuk menunjukkan bahwa proyek ini bukan sekadar nama lewat yang numpang tren zk.

Kalau kamu melihat Ethereum sebagai fondasi besar yang masih terus tumbuh, maka Scroll Network bisa dipahami sebagai salah satu upaya untuk membuat fondasi itu lebih layak dipakai sehari-hari. Bukan dengan mengganti Ethereum, tetapi dengan membantu Ethereum bekerja lebih efisien. Di situlah letak nilai Scroll yang sebenarnya.

 

FAQ

1. Apa itu Scroll Network?

Scroll Network adalah Layer 2 di atas Ethereum yang memakai teknologi zero-knowledge rollup dan zkEVM. Tujuannya adalah membuat transaksi lebih murah dan cepat, tetapi tetap memanfaatkan keamanan Ethereum sebagai settlement layer.

2. Apakah Scroll Network sama dengan Ethereum?

Tidak sama, tetapi sangat terkait. Ethereum adalah layer dasar tempat Scroll menetapkan finalitas dan verifikasi bukti, sedangkan Scroll bertugas memproses transaksi di lapisan kedua agar penggunaan jaringan menjadi lebih efisien.

3. Apa keunggulan Scroll Network dibanding Layer 2 lain?

Keunggulan utama Scroll Network ada pada fokusnya terhadap kompatibilitas EVM, biaya transaksi yang rendah, dan pendekatan yang dekat dengan pengalaman Ethereum. Ini membuatnya menarik untuk developer maupun pengguna yang tidak ingin terlalu banyak beradaptasi saat berpindah ke Layer 2.

4. Bagaimana cara menggunakan Scroll Network?

Kamu bisa mulai dengan menghubungkan wallet EVM seperti MetaMask, masuk ke Scroll Mainnet, lalu memindahkan aset lewat bridge resmi. Setelah itu, aset bisa dipakai untuk swap, interaksi DeFi, atau memakai aplikasi lain di dalam ekosistem Scroll.

5. Apakah Scroll Network punya token sendiri?

Ya, Scroll memiliki token SCR yang terkait dengan ekosistem dan governance-nya. Token ini juga sempat menjadi sorotan saat distribusi airdrop besar yang melibatkan ratusan ribu partisipan.

6. Apakah Scroll Network aman digunakan?

Secara desain, Scroll mengandalkan Ethereum sebagai settlement layer dan memakai validity proofs dalam arsitekturnya. Itu memberi fondasi keamanan yang lebih kuat dibanding jaringan yang sepenuhnya terpisah dari Ethereum. Meski begitu, seperti semua layanan on-chain, keamanan penggunaan tetap bergantung pada wallet, smart contract, dan kehati-hatian pengguna saat bertransaksi. 

 

Itulah informasi menarik tentang Scroll Network yang bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel populer Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market.

Untuk pengalaman trading yang lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading kami di INDODAX. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital, teknologi blockchain, dan berbagai peluang trading lainnya hanya di INDODAX Academy.

 

Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX Staking/Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!

Dalam praktekknya, transparansi aset kini diadopsi oleh sejumlah platform kripto, salah satunya melalui publikasi data Proof of Reserves (PoR) dari pihak ketiga seperti CoinMarketCap. Di Indonesia, Indodax termasuk platform yang secara rutin memperbarui informasi tersebut agar dapat diakses publik.

 

Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Follow Sosmed Twitter Indodax sekarang

Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

 

Author : RB

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

Lebih Banyak dari Blockchain

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
WTEC/IDR
World Trad
2
100%
ZEREBRO/IDR
Zerebro
715
43%
BP/IDR
Backpack
11.275
23.56%
VOXEL/IDR
Voxies
77
22.22%
HOT/IDR
Holo
6
20%
Nama Harga 24H Chg
DVI/IDR
Dvision Ne
2
-33.33%
RDNT/IDR
Radiant Ca
17
-32%
RVM/IDR
Realvirm
5
-28.57%
MBOX/IDR
MOBOX
46
-26.98%
BR/IDR
Bedrock
2.556
-26.19%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

BNB vs ETH: Perbedaan, Fee, dan Kekuatan Ekosistem
18/06/2026
BNB vs ETH: Perbedaan, Fee, dan Kekuatan Ekosistem

Di permukaan, BNB dan ETH sering terlihat seperti dua aset

18/06/2026
Parithosh Jayanthi: Sosok Penting Ethereum Foundation
18/06/2026
Parithosh Jayanthi: Sosok Penting Ethereum Foundation

Ethereum tidak pernah berjalan sebagai sistem yang bisa diperbarui secara

18/06/2026
Factom vs Bitcoin: Mengapa Satu Bertahan & Satu Menghilang?
18/06/2026
Factom vs Bitcoin: Mengapa Satu Bertahan & Satu Menghilang?

Bitcoin dan Factom sama-sama lahir dari keyakinan bahwa blockchain bisa

18/06/2026