Memasuki bulan Mei, kekhawatiran soal penurunan harga Bitcoin kembali muncul.
Fenomena yang sering disebut sebagai “Mayday effect” ini kerap dikaitkan dengan pola koreksi yang berulang dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, apakah ini benar-benar pola yang konsisten, atau hanya kebetulan yang terlihat berulang?
Pola Mei: Koreksi Setelah Fase Euforia

Sumber: TradingView
Jika melihat data historis, Bitcoin memang beberapa kali mengalami tekanan setelah mencatat kenaikan signifikan.
Pada 2021, harga sempat mencapai sekitar $64,899, sebelum terkoreksi lebih dari 20% dalam waktu singkat.
Sementara pada 2024, Bitcoin yang sempat bertahan di kisaran $60,000 akhirnya turun menembus level tersebut setelah tekanan likuiditas meningkat.
Pola ini menunjukkan satu hal yang konsisten: koreksi sering muncul setelah fase kenaikan tajam, bukan semata karena faktor Mayday.
Baca juga: Bitcoin (BTC) Turun ke $75.000 Pasca FOMC, Sinyal Bearish Menguat
Faktor yang Sering Berkontribusi di Bulan Mei
Beberapa faktor memang kerap muncul di periode ini, meskipun tidak selalu terjadi bersamaan atau menjadi penyebab utama.
Salah satunya adalah musim pajak di Amerika Serikat, yang dapat mendorong kebutuhan likuiditas dan memicu sebagian investor menjual aset.
Selain itu, perlambatan arus dana baru, seperti yang terlihat pada penurunan inflow ETF Bitcoin pada 2024 dapat mengurangi tekanan beli di pasar.
Di sisi lain, peristiwa besar seperti Bitcoin halving juga sering diikuti aksi ambil untung jangka pendek, yang dikenal sebagai efek “sell the news”.
Ketika faktor-faktor ini terjadi dalam waktu berdekatan, tekanan jual bisa meningkat. Namun, penting dipahami bahwa kondisi pasar tetap dipengaruhi banyak variabel lain seperti likuiditas global dan sentimen investor.
Koreksi atau Awal Tren Turun?
Meski terlihat negatif, penurunan di bulan Mei tidak selalu berarti awal dari tren bearish jangka panjang.
Dalam beberapa kasus, fase ini justru menjadi bagian dari proses penyesuaian pasar, di mana posisi spekulatif berkurang dan harga kembali ke level yang lebih seimbang.
Sebagai contoh, setelah tekanan di 2024, analis melihat potensi harga kembali stabil di kisaran $60,000 – $70,000 sebelum melanjutkan pergerakan berikutnya seiring masuknya likuiditas baru.
Artinya, koreksi di periode ini lebih sering mencerminkan dinamika jangka pendek dibanding perubahan fundamental.
Kesimpulan
Fenomena Mayday memang sering muncul dalam sejarah Bitcoin, tetapi tidak bisa dianggap sebagai pola pasti yang selalu berulang setiap tahun.
Koreksi yang terjadi lebih tepat dilihat sebagai bagian dari siklus pasar, terutama setelah fase kenaikan yang cepat.
Selama faktor fundamental seperti likuiditas dan adopsi tetap terjaga, pelemahan di bulan Mei cenderung menjadi fase sementara, bukan sinyal berakhirnya tren secara keseluruhan.
FAQ
1. Apa itu Mayday effect dalam Bitcoin?
Mayday effect adalah istilah yang menggambarkan kecenderungan harga Bitcoin melemah di sekitar bulan Mei berdasarkan pola historis tertentu.
2. Kenapa Bitcoin sering turun di bulan Mei?
Penurunan biasanya dipengaruhi kombinasi faktor seperti kebutuhan likuiditas, aksi ambil untung, dan perlambatan arus dana masuk.
3. Apakah Bitcoin selalu turun setiap bulan Mei?
Tidak. Meskipun ada beberapa pola berulang, pergerakan harga tetap bergantung pada kondisi pasar secara keseluruhan.
4. Apakah koreksi di Mei berarti pasar bearish?
Belum tentu. Dalam banyak kasus, koreksi ini hanya bersifat sementara dan bagian dari siklus normal pasar.
5. Apa yang harus diperhatikan saat memasuki bulan Mei?
Perhatikan faktor likuiditas, sentimen pasar, serta arus dana masuk untuk memahami arah pergerakan selanjutnya.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
- Be(in)crypto – Bitcoin Bottom or May Bust? Top 3 Price Predictions From Experts Highlight Crucial Cost Basis, diakses pada 30 April 2026
- CNBC Indonesia – Mayday Mayday! Pasar Kripto Crash Usai Cetak Rekor Tertinggi, diakses pada 30 April 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
