WNI Diduga Tipu AI Grok Pakai Kode Morse hingga Raup Crypto Rp3 Miliar
icon search
icon search

Top Performers

WNI Diduga Tipu AI Grok Pakai Kode Morse hingga Raup Crypto Rp3 Miliar

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

WNI Diduga Tipu AI Grok Pakai Kode Morse hingga Raup Crypto Rp3 Miliar

WNI Diduga Tipu AI Grok Pakai Kode Morse hingga Raup Crypto Rp3 Miliar

Daftar Isi

Sebuah insiden unik sekaligus menghebohkan terjadi di komunitas crypto setelah seorang pengguna X yang diduga berasal dari Indonesia (WNI) disebut berhasil mengecoh AI chatbot Grok milik Elon Musk hingga memicu transfer aset crypto senilai sekitar US$175 ribu atau setara Rp3 miliar.

Kasus ini langsung viral di X karena melibatkan kombinasi AI, kode morse, bot onchain, dan transfer aset crypto otomatis tanpa campur tangan manusia secara langsung.

Akun bernama @/Ilhamrfliansyh yang kini telah dihapus diduga mengirim pesan tersembunyi dalam bentuk kode morse kepada Grok. Pesan tersebut disebut berisi instruksi untuk mengirim seluruh token DebtReliefBot (DRB) ke wallet milik pelaku.

 

Ilhamrafli

Sumber Gambar: X.com/leventiscrypto

 

Grok yang didesain untuk membantu pengguna kemudian menerjemahkan kode morse tersebut ke dalam teks biasa dan membalasnya di platform X.

 

Grok

Sumber Gambar: X.com/jarrodwatts

 

Namun tanpa disadari, balasan itu ikut menandai akun @bankrbot, sebuah bot AI crypto yang dapat membaca instruksi berbasis bahasa alami untuk menjalankan transaksi onchain secara otomatis.

 

Baca juga berita terkait: Bos Cardano Prediksi AI Agent Gantikan Manusia di Internet pada 2035

 

Bot AI Langsung Transfer 3 Miliar Token DRB

Tak lama setelah balasan Grok muncul, Bankr disebut langsung mengeksekusi instruksi tersebut dari wallet milik Grok.

Bot itu kemudian mentransfer sekitar 3 miliar token DRB ke alamat wallet yang diduga milik pelaku di jaringan Base.

 

Bankr

Sumber Gambar: X.com/jarrodwatts

 

Screenshot transaksi yang beredar memperlihatkan adanya konfirmasi transfer dari Bankr lengkap dengan hash transaksi blockchain dan alamat penerima dana.

Insiden ini membuat banyak pengguna crypto terkejut karena memperlihatkan bagaimana AI yang terhubung langsung ke sistem finansial bisa dimanfaatkan lewat manipulasi prompt sederhana.

Di sisi lain, kasus ini juga memperlihatkan risiko besar ketika AI diberikan akses untuk mengeksekusi perintah ke blockchain tanpa validasi tambahan.

 

Dana Sempat Dijual ke USDC dan ETH

Setelah menerima token DRB, pelaku dilaporkan langsung menjual aset tersebut menjadi USDC melalui beberapa wallet berbeda.

Nilai total aset yang dipindahkan diperkirakan mencapai sekitar US$175.000 atau setara Rp3 miliar.

Namun situasi berubah beberapa waktu kemudian setelah komunitas crypto mulai melacak identitas pelaku melalui aktivitas wallet dan akun media sosial yang terkait.

Tekanan dari komunitas membuat sebagian besar dana akhirnya dikembalikan ke wallet milik Grok dalam bentuk USDC dan Ethereum (ETH).

“Bankr kemudian mengeksekusi permintaan tersebut atas nama wallet milik Grok, dan mentransfer token $DRB senilai US$175 ribu ke wallet milik penyerang. Pelaku lalu menjual seluruh token DRB menjadi USDC melalui beberapa wallet berbeda. Namun… sekitar 5 menit lalu, seluruh dana tersebut dikirim kembali ke wallet Grok dalam bentuk ETH dan USDC,” tulis Lead AI Engineer Monad, Jarrod Watts.

Menurut beberapa laporan di X, sekitar 80% aset berhasil dikembalikan sehingga kerugian besar berhasil dihindari.

 

Baca berita lainnya: FBI Tangkap Penipu Crypto Senilai Rp172 Miliar, Ternyata WNI

 

Apa Itu Prompt Injection?

Banyak pengguna menyebut kejadian ini sebagai contoh nyata serangan “prompt injection” terhadap AI.

Prompt injection merupakan teknik manipulasi terhadap sistem AI menggunakan instruksi tersembunyi agar model menghasilkan tindakan tertentu yang sebenarnya tidak dimaksudkan.

Dalam kasus ini, Grok diduga hanya menerjemahkan kode morse sebagai bagian dari respons normal. Namun hasil terjemahan itu justru dibaca sebagai instruksi valid oleh sistem lain yang terhubung dengan blockchain.

Karena Bankr dirancang untuk memahami perintah berbasis teks alami, sistem tersebut akhirnya menjalankan transfer aset secara otomatis.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa integrasi AI dan crypto masih memiliki banyak tantangan keamanan, terutama ketika model AI diberi akses langsung ke sistem keuangan digital.

 

Kesimpulan

Kasus Grok dan Bankr menjadi contoh nyata bahwa integrasi AI dengan sistem crypto otomatis masih memiliki risiko keamanan besar. 

Diduga hanya lewat kode morse dan prompt tersembunyi, sistem AI bisa memicu transfer aset bernilai miliaran rupiah tanpa verifikasi tambahan. 

Meski sebagian besar dana akhirnya dikembalikan, insiden ini memicu kekhawatiran baru terkait keamanan AI agent yang terhubung langsung ke blockchain dan wallet crypto.

 

FAQ

  • Apa itu AI Grok milik Elon Musk?
    Grok merupakan chatbot AI yang dikembangkan oleh perusahaan xAI milik Elon Musk. AI ini terintegrasi dengan platform X dan dirancang untuk menjawab pertanyaan, membuat konten, hingga berinteraksi secara real-time dengan pengguna.
  • Apa yang dimaksud prompt injection pada AI?
    Prompt injection adalah teknik manipulasi AI menggunakan instruksi tersembunyi agar sistem menghasilkan tindakan tertentu. Dalam beberapa kasus, metode ini bisa membuat AI menjalankan perintah yang sebenarnya tidak aman atau tidak diinginkan.
  • Bagaimana AI Grok bisa melakukan transfer crypto otomatis?
    Grok disebut terhubung dengan Bankr, yaitu bot AI crypto yang mampu membaca instruksi berbasis bahasa alami di platform X. Ketika sistem mendeteksi perintah tertentu, bot dapat menjalankan transaksi blockchain secara otomatis.
  • Apa itu Bankr dan bagaimana cara kerjanya?
    Bankr adalah AI bot berbasis crypto yang memungkinkan pengguna membeli, menjual, dan menukar aset digital langsung lewat perintah teks di media sosial seperti X. Sistem ini memanfaatkan integrasi AI dan smart contract untuk mengeksekusi transaksi onchain.
  • Apa itu token DRB yang disebut dalam kasus Grok?
    DRB atau DebtReliefBot merupakan token crypto yang terkait dengan ekosistem bot AI Bankr. Token ini sempat menjadi sorotan setelah digunakan dalam insiden transfer otomatis yang melibatkan Grok AI.
  • Apakah AI yang terhubung ke blockchain berbahaya?
    Tidak selalu berbahaya, tetapi integrasi AI dan blockchain memang memiliki risiko keamanan baru. Jika AI diberi akses langsung ke wallet atau sistem transaksi otomatis tanpa validasi tambahan, maka celah seperti manipulasi prompt bisa dimanfaatkan pihak tertentu.
  • Kenapa kasus Grok dan kode morse ini viral di komunitas crypto?
    Kasus ini viral karena memperlihatkan bagaimana instruksi sederhana dalam bentuk kode morse diduga mampu memicu transfer aset crypto bernilai miliaran rupiah melalui sistem AI otomatis. Banyak pengguna menilai kejadian ini sebagai contoh nyata risiko AI agent di industri crypto.

 

Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.

Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.

Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.

INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.

 

Kontak Resmi Indodax

Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

Follow Sosmed Twitter Indodax sekarang

 

Author: Fau 

 

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

 

Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Artificial intelligence (AI), #Ai Crypto, #Berita Scam Crypto

Lebih Banyak dari Berita

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
TAIKO/IDR
Taiko
5.612
278.17%
WTEC/IDR
World Trad
2
100%
VBG/IDR
Vibing
9
80%
RDNT/IDR
Radiant Ca
19
72.73%
SYN/IDR
Synapse
3.787
54.57%
Nama Harga 24H Chg
KUNCI/IDR
Kunci Coin
1
-50%
CBG/IDR
Chainbing
10
-37.5%
DVI/IDR
Dvision Ne
2
-33.33%
RVM/IDR
Realvirm
5
-28.57%
MPRO/IDR
Max Proper
3
-25%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Hacker Bobol Taiko, Rp30 Miliar Raib dan Jaringan Langsung Lumpuh
22/06/2026
Hacker Bobol Taiko, Rp30 Miliar Raib dan Jaringan Langsung Lumpuh

Jaringan Layer-2 Ethereum, Taiko (TAIKO), menjadi korban serangan siber yang

22/06/2026
Bitcoin (BTC) Masih Kuat di $64.000, Tapi Ancaman Baru Iran Bikin Waspada
22/06/2026
Bitcoin (BTC) Masih Kuat di $64.000, Tapi Ancaman Baru Iran Bikin Waspada

Bitcoin (BTC) bertahan di kisaran US$64.000 pada akhir pekan meski

22/06/2026
5 Berita Crypto Minggu Ini: Trump, Iran, hingga FOMC Bikin Market Panas
20/06/2026
5 Berita Crypto Minggu Ini: Trump, Iran, hingga FOMC Bikin Market Panas

Pekan ini pasar kripto bergerak di bawah pengaruh dua sentimen

20/06/2026