Jaringan Layer-2 Ethereum, Taiko (TAIKO), menjadi korban serangan siber yang menyebabkan kerugian sekitar US$1,7 juta atau hampir Rp30 miliar.
Insiden ini memaksa tim menghentikan sementara produksi blok dan mengeluarkan peringatan darurat kepada pengguna yang masih memiliki dana di bridge jaringan tersebut.
Serangan tersebut terungkap pada Senin (22/6) setelah perusahaan keamanan blockchain Blockaid mendeteksi aktivitas mencurigakan pada infrastruktur Taiko.
Investigasi awal menunjukkan bahwa pelaku berhasil mengeksploitasi mekanisme verifikasi status blockchain atau chain-state verification mechanism yang digunakan jaringan tersebut.
“Kami telah mengonfirmasi adanya kompromi pada mekanisme verifikasi status blockchain (chain state verification mechanism) milik Taiko,” tulis pernyataan resmi tim Taiko.
Akibatnya, sistem keamanan yang seharusnya memvalidasi transaksi dan perpindahan aset dapat dimanipulasi sehingga memungkinkan pelaku menarik dana secara ilegal.
Baca berita lainnya: Hati-Hati Klik Link! Scam Kripto Incar Fans FIFA Lewat Tiket Palsu Piala Dunia 2026
Taiko Hentikan Produksi Blok

Sumber Gambar: X.com
Dalam pemberitahuan resminya, tim Taiko mengonfirmasi bahwa seluruh proposer di jaringan telah menghentikan produksi blok untuk sementara waktu.
“Saat ini kami sedang berkoordinasi secara aktif dengan Security Council dan para mitra ekosistem untuk menanggulangi insiden ini, menghentikan sistem yang terdampak jika memungkinkan, serta mengambil seluruh langkah teknis dan hukum yang diperlukan,” jelas tim Taiko.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi agar eksploitasi tidak meluas selama proses investigasi berlangsung.
Penghentian produksi blok berarti aktivitas jaringan praktis terhenti. Transaksi baru tidak diproses hingga tim pengembang memastikan sumber masalah berhasil diidentifikasi dan diamankan.
Hacker Diduga Memalsukan Bukti Verifikasi
Berdasarkan analisis awal Blockaid, celah keamanan diduga berasal dari source-signal proof verification mechanism pada bridge Taiko.

Sumber Gambar: X.com/Blockaid_
Secara sederhana, sistem tersebut berfungsi untuk memverifikasi bukti bahwa suatu transaksi memang valid dan telah terjadi sesuai kondisi blockchain yang sebenarnya.
Namun, pelaku diduga berhasil memalsukan atau memanipulasi bukti tersebut sehingga sistem menerima transaksi yang seharusnya tidak sah.
Ketika proses validasi berhasil ditembus, aset yang tersimpan dalam vault dapat ditarik keluar tanpa izin.
Blockaid menyebut target utama serangan adalah ERC20 Vault milik Taiko yang berada di jaringan Ethereum.
Baca selanjutnya: Grayscale Rilis 5 Altcoin DeFi Berfundamental Kuat, HYPE hingga AAVE Masuk List
Pelaku Kantongi 870 Ethereum
Data on-chain yang dibagikan Lookonchain menunjukkan pelaku telah mulai memindahkan sebagian hasil curian.

Sumber Gambar: X.com/LookOnChain
Salah satu alamat yang terkait dengan eksploitasi diketahui mengirim sekitar 1,99 juta token TAIKO senilai hampir US$189 ribu ke bursa kripto MEXC.
Sementara itu, alamat yang sama masih menyimpan sekitar 870,8 ETH dengan nilai mendekati US$1,52 juta.
Tim Taiko juga merilis empat alamat dompet yang diduga digunakan pelaku untuk membantu bursa dan perusahaan keamanan melacak pergerakan dana hasil curian.
Berikut alamat yang dipublikasikan:
- 0x7506DeA0c38ca0B55364B22424374c5A1ae1B76a
- 0x5fbc60a12bc6635e7d587d8dac52e4b1388b4990
- 0x3cc936b795a188f0e246cbb2d74c5bd190aecf18
- 0x9108828e30f2de407aadb0af677b4a9228e4acd4
Publikasi alamat tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pemblokiran dana jika aset masuk ke platform yang bekerja sama dengan pihak investigasi.
Kesimpulan
Insiden yang menimpa Taiko menambah daftar panjang serangan terhadap infrastruktur bridge kripto sepanjang 2026.
Eksploitasi pada mekanisme verifikasi jaringan memungkinkan pelaku membawa kabur sekitar US$1,7 juta dan memaksa Taiko menghentikan sementara produksi blok sebagai langkah mitigasi.
Investigasi masih berlangsung dan tim Taiko terus berkoordinasi dengan mitra keamanan serta bursa kripto untuk melacak dana yang dicuri.
FAQ
- Apa itu Taiko?
Taiko adalah jaringan Layer-2 Ethereum berbasis rollup yang dirancang untuk meningkatkan skalabilitas Ethereum sambil tetap mempertahankan kompatibilitas dengan aplikasi dan smart contract Ethereum. - Berapa kerugian akibat hack Taiko?
Kerugian awal diperkirakan mencapai sekitar US$1,7 juta atau hampir Rp30 miliar berdasarkan kurs Rp17.500 per dolar AS. - Apakah token TAIKO yang diretas?
Tidak. Insiden ini tidak menargetkan smart contract token TAIKO secara langsung. Serangan terjadi pada mekanisme verifikasi yang digunakan bridge dan infrastruktur jaringan Taiko. - Mengapa Taiko menghentikan produksi blok?
Produksi blok dihentikan sementara untuk mencegah eksploitasi lebih lanjut dan memberi waktu bagi tim keamanan melakukan investigasi serta memperbaiki celah yang ditemukan. - Apa itu bridge dalam ekosistem kripto?
Bridge adalah infrastruktur yang memungkinkan aset dipindahkan dari satu blockchain ke blockchain lain. Karena mengelola perpindahan dana antar jaringan, bridge kripto sering menjadi target utama serangan hacker. - Mengapa bridge sering menjadi sasaran hacker?
Bridge biasanya menyimpan aset dalam jumlah besar dan memiliki mekanisme verifikasi yang kompleks. Jika terdapat celah pada proses validasi tersebut, pelaku dapat memanipulasi transaksi dan mencuri dana yang tersimpan.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita Blockchain, #Berita Scam Crypto






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


