Pasar kripto minggu ini dipenuhi berbagai kabar besar yang langsung memicu reaksi investor. Mulai dari Michael Saylor yang membuka opsi menjual Bitcoin (BTC), XRP yang kembali ramai dibahas karena prediksi harga 2026, hingga kasus WNI yang viral setelah diduga mengecoh AI Grok memakai kode morse untuk mentransfer aset crypto miliaran rupiah.
Di tengah kondisi market yang masih sensitif, institusi besar juga semakin aktif masuk ke sektor blockchain. JPMorgan, Mastercard, dan Ripple bahkan mulai menguji XRP Ledger (XRPL) untuk settlement Treasury digital lintas negara.
Berikut lima berita kripto paling panas minggu ini yang perlu kamu ketahui.
1. XRP Diprediksi Bisa Naik ke $3 pada 2026
XRP kembali jadi sorotan setelah sejumlah analis mulai membahas peluang kenaikan harga menuju level $3 pada 2026.
Saat ini, XRP masih bergerak dalam fase konsolidasi di kisaran $1,39. Pergerakan harga yang cenderung sideways membuat banyak trader mulai menunggu arah breakout berikutnya.
Meski belum menunjukkan lonjakan besar, sentimen terhadap XRP masih cukup kuat. Ripple disebut telah terhubung dengan lebih dari 13.000 institusi keuangan dan memproses volume pembayaran hingga $12,5 triliun.
2. Michael Saylor Bikin Market Tegang Usai Stop Beli Bitcoin
Pasar Bitcoin sempat dibuat tegang setelah Michael Saylor mengumumkan bahwa Strategy tidak membeli BTC pada pekan ini.
Pernyataan singkat “No buys this week” langsung memicu spekulasi besar di market karena selama ini Strategy dikenal sebagai salah satu pembeli Bitcoin paling agresif di dunia.
Keputusan tersebut muncul menjelang laporan keuangan Q1 2026 yang diperkirakan mencatat tekanan besar akibat fluktuasi harga Bitcoin.
Tak lama setelah itu, market kembali dikejutkan ketika Michael Saylor membuka kemungkinan menjual sebagian Bitcoin untuk membayar dividen dan kebutuhan perusahaan.
Pernyataan ini dianggap cukup berbeda dibanding citra lama Saylor yang identik dengan slogan “never sell your Bitcoin.”
3. Bitcoin Ikut Diburu Saat Konflik Iran-AS Memanas
Ketegangan Iran-AS ternyata tidak hanya membuat harga minyak melonjak, tetapi juga ikut mendorong minat investor terhadap Bitcoin.
Sejak konflik memanas pada akhir Februari, sejumlah aset mencatat reli besar, mulai dari minyak mentah, saham AI, hydrogen, Nasdaq, hingga ETF berbasis Bitcoin.
Minyak menjadi aset dengan performa paling agresif karena pasar khawatir pasokan energi global terganggu akibat konflik di sekitar Selat Hormuz.
Namun menariknya, Bitcoin juga mulai masuk daftar aset yang diburu investor sebagai alternatif diversifikasi saat ketidakpastian global meningkat.
Sementara itu, emas justru mengalami tekanan karena pasar memperkirakan suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama akibat lonjakan harga energi global.
4. JPMorgan, Mastercard, dan Ripple Uji XRPL untuk Treasury Digital
Kabar besar juga datang dari sektor tokenisasi aset. JPMorgan, Mastercard, dan Ripple dilaporkan menyelesaikan uji coba transfer lintas negara pertama untuk Treasury AS tokenized menggunakan XRP Ledger (XRPL).
Transaksi tersebut melibatkan produk Ondo Short-Term US Government Treasuries (OUSG) milik Ondo Finance.
Dalam prosesnya, XRPL digunakan untuk settlement aset digital secara real-time, sementara perpindahan dolar AS tetap diproses lewat sistem perbankan JPMorgan.
Ondo Finance menyebut settlement di XRPL berlangsung kurang dari lima detik. Di sisi lain, tren real-world asset (RWA) juga terus berkembang pesat. Nilai aset dunia nyata berbasis blockchain kini disebut sudah melampaui US$31 miliar di luar stablecoin.
5. WNI Viral Diduga Tipu AI Grok hingga Raup Rp3 Miliar
Komunitas crypto minggu ini juga dihebohkan oleh kasus unik yang melibatkan AI Grok milik Elon Musk. Seorang pengguna X yang diduga berasal dari Indonesia disebut berhasil mengecoh Grok menggunakan kode morse untuk memicu transfer aset crypto otomatis.
Kasus ini bermula ketika akun tersebut mengirim pesan tersembunyi dalam bentuk kode morse kepada Grok. Pesan itu diduga berisi instruksi untuk mengirim token DRB ke wallet tertentu.
Grok kemudian menerjemahkan pesan tersebut dan membalasnya di platform X. Masalahnya, balasan itu ikut menandai Bankr, yaitu bot AI crypto yang dapat membaca instruksi berbasis bahasa alami untuk menjalankan transaksi blockchain otomatis.
Tak lama kemudian, sekitar 3 miliar token DRB senilai kurang lebih Rp3 miliar dilaporkan berpindah ke wallet pelaku.
Kesimpulan
Pekan ini memperlihatkan bahwa market kripto masih bergerak sangat sensitif terhadap berita besar, baik dari institusi, geopolitik, maupun perkembangan teknologi AI.
XRP kembali ramai karena prediksi harga dan perkembangan Ripple di sektor institusional. Bitcoin menghadapi sentimen campuran setelah Michael Saylor membuka opsi penjualan BTC, tetapi di sisi lain justru ikut diburu saat konflik global meningkat.
Sementara itu, integrasi blockchain dengan sistem keuangan tradisional semakin nyata lewat uji coba XRPL oleh JPMorgan dan Mastercard.
Di saat bersamaan, kasus AI Grok dan Bankr menjadi pengingat bahwa kombinasi AI dan crypto masih menyimpan banyak tantangan keamanan baru yang belum sepenuhnya siap dihadapi market.
FAQ
- Kenapa Michael Saylor jadi sorotan minggu ini?
Michael Saylor menjadi sorotan setelah Strategy menghentikan sementara pembelian Bitcoin dan membuka kemungkinan menjual sebagian BTC untuk membayar dividen perusahaan. - Kenapa XRP kembali ramai dibahas?
XRP kembali ramai karena muncul prediksi harga menuju $3 pada 2026, ditambah sentimen positif dari adopsi Ripple dan spekulasi ETF XRP. - Apakah Bitcoin dianggap safe haven saat perang?
Belum sepenuhnya, tetapi sebagian investor mulai menggunakan Bitcoin sebagai alternatif diversifikasi saat ketidakpastian geopolitik meningkat. - Apa fungsi XRPL dalam uji coba JPMorgan dan Ripple?
XRPL digunakan sebagai jaringan settlement aset digital secara real-time dalam transaksi Treasury AS tokenized lintas negara. - Apa itu kasus AI Grok dan kode morse?
Kasus tersebut melibatkan dugaan manipulasi AI Grok menggunakan kode morse hingga memicu transfer aset crypto otomatis senilai miliaran rupiah. - Kenapa kasus AI Grok viral di komunitas crypto?
Karena insiden tersebut memperlihatkan risiko besar ketika AI diberi akses langsung ke sistem transaksi blockchain tanpa validasi tambahan.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Altcoin, #Berita XRP, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Michael Saylor, #Berita Blockchain






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


