Strategy, perusahaan publik pemegang Bitcoin (BTC) terbesar di dunia, tiba-tiba menghentikan sementara aksi beli BTC.
Keputusan ini muncul tepat menjelang laporan keuangan kuartal pertama (Q1), saat pasar justru menunggu kelanjutan akumulasi agresif dari perusahaan milik Michael Saylor tersebut.
Michael Saylor secara langsung memberi sinyal lewat unggahan di X dengan pernyataan singkat: “No buys this week.”

Sumber Gambar: X.com
Strategy Tahan Beli BTC Jelang Laporan Keuangan
Langkah “pause” ini bukan tanpa konteks. Strategy dijadwalkan merilis laporan keuangan Q1 dalam waktu dekat, dan analis Wall Street sudah lebih dulu memperkirakan hasil yang kurang menggembirakan.
Konsensus pasar memperkirakan perusahaan akan mencatat kerugian sekitar $18,98 per saham, lebih dalam dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar $16,49 per saham.
Tekanan ini terutama berasal dari metode akuntansi mark-to-market untuk Bitcoin, di mana fluktuasi harga langsung memengaruhi laporan keuangan meski aset belum dijual.
Dalam kondisi seperti ini, menahan pembelian bisa menjadi langkah strategis untuk meredam tekanan tambahan dari sisi likuiditas maupun persepsi investor.
Baca juga berita terkait: Prediksi Harga Bitcoin Mei 2026: Breakout atau Kena Reject Lagi?
Masih Jadi Pemegang BTC Terbesar di Dunia
Meski menghentikan pembelian sementara, posisi Strategy di Bitcoin tetap sangat dominan. Hingga akhir April, perusahaan ini tercatat memiliki sekitar 818.334 BTC, dengan harga rata-rata pembelian di kisaran $77.906 per koin.
Pembelian terakhir mereka terjadi pada periode 20–26 April, dengan tambahan 3.273 BTC senilai sekitar $255 juta, berdasarkan laporan resmi ke SEC. Di sisi lain, harga Bitcoin saat ini bergerak di sekitar $78.000, yang berarti posisi Strategy masih berada di area keuntungan tipis.
Namun, margin tersebut juga menunjukkan bahwa posisi mereka cukup sensitif terhadap pergerakan harga jangka pendek.
Sinyal Perubahan Strategi atau Sekadar Jeda?
Di luar faktor laporan keuangan, penghentian sementara ini juga dinilai sebagai sinyal bahwa Strategy mulai lebih selektif dalam menentukan waktu pembelian.
Beberapa analis melihat langkah ini sebagai upaya membaca kondisi pasar yang lebih luas, termasuk volatilitas harga dan sentimen investor.
Apalagi, selama April lalu, kombinasi pembelian Strategy dan arus masuk ETF spot Bitcoin ikut mendorong kenaikan harga BTC sekitar 12%.
Jika salah satu motor permintaan ini berhenti, meski sementara, dampaknya terhadap momentum harga tidak bisa diabaikan.
Tekanan Tambahan: Dividen dan Model Bisnis Disorot
Di saat yang sama, Strategy juga menghadapi sorotan dari pelaku pasar terkait produk keuangan mereka, khususnya instrumen dengan imbal hasil tinggi yang menawarkan dividen sekitar 11,5%.
Sejumlah analis mulai mempertanyakan keberlanjutan model tersebut, terutama jika harga Bitcoin tidak mampu tumbuh lebih cepat dari beban dividen yang harus dibayarkan. Kondisi ini dinilai bisa menambah tekanan terhadap arus kas dan meningkatkan risiko bagi investor.
Kritik lebih keras datang dari Chief Economist Euro Pacific Asset Management, Peter Schiff. Dalam unggahannya di X, ia kembali menyebut struktur Strategy menyerupai skema Ponzi, dengan menilai ketergantungan pada kenaikan harga Bitcoin di atas 11,5% per tahun sebagai asumsi yang berisiko.

Sumber Gambar: X.com
Pernyataan tersebut menambah tekanan terhadap persepsi pasar, di tengah meningkatnya sensitivitas investor terhadap setiap langkah strategis perusahaan, termasuk keputusan menghentikan sementara pembelian Bitcoin.
Baca selanjutnya: Sudah Terlambat Beli Bitcoin? Data Ini Ungkap Potensi yang Masih Tersisa
Apakah Harga Bitcoin Akan Tertekan?
Keputusan Strategy untuk menahan pembelian berpotensi mengurangi permintaan jangka pendek dari salah satu pembeli terbesar di pasar. Dalam kondisi normal, aksi akumulasi perusahaan ini sering menjadi katalis positif bagi harga Bitcoin.
Tanpa dorongan tersebut, pasar berisiko kehilangan salah satu sumber support utama, terutama jika tidak diimbangi oleh inflow baru dari institusi lain.
Meski demikian, ini belum tentu langsung menjadi sinyal bearish. Pasar masih akan menunggu hasil laporan keuangan serta arah kebijakan Strategy berikutnya.
Kesimpulan
Langkah Strategy menghentikan sementara pembelian Bitcoin bukan sekadar jeda biasa.
Di balik keputusan ini, ada kombinasi faktor penting mulai dari tekanan laporan keuangan, strategi pengelolaan risiko, hingga sorotan terhadap model bisnis perusahaan.
Pasar kini berada dalam fase menunggu. Jika Strategy kembali agresif setelah laporan keuangan, sentimen bisa cepat berbalik.
Namun jika jeda ini berlanjut, arah permintaan Bitcoin berpotensi berubah dan membuka ruang volatilitas baru.
FAQ
- Kenapa Strategy menghentikan pembelian Bitcoin sementara?
Strategy menahan pembelian BTC karena akan merilis laporan keuangan Q1, di mana analis memperkirakan adanya kerugian. Langkah ini juga membantu mengontrol risiko dan persepsi investor. - Apakah Strategy benar-benar berhenti beli Bitcoin?
Tidak. Pernyataan “No buys this week” menunjukkan jeda sementara, bukan penghentian permanen. Strategy masih menjadi salah satu akumulator Bitcoin terbesar. - Bagaimana pengaruh Strategy ke harga Bitcoin?
Sebagai pembeli institusional besar, aksi Strategy sering memberi dorongan ke harga BTC. Jika mereka berhenti, permintaan bisa berkurang dan momentum harga melemah. - Apa itu mark-to-market dalam konteks Bitcoin?
Mark-to-market adalah metode akuntansi yang mencatat nilai aset berdasarkan harga pasar saat ini. Jika harga Bitcoin turun, perusahaan bisa mencatat kerugian meski belum menjual asetnya. - Apakah ini sinyal bearish untuk Bitcoin?
Belum tentu. Ini bisa menjadi sinyal kehati-hatian jangka pendek. Arah harga Bitcoin tetap bergantung pada faktor lain seperti ETF inflow, sentimen pasar, dan kebijakan institusi besar. - Berapa total Bitcoin yang dimiliki Strategy saat ini?
Strategy memegang lebih dari 818.000 BTC, menjadikannya perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia saat ini.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Cointelegraph – Strategy takes Bitcoin buying breather ahead of Q1 earnings report, diakses pada 4 Mei 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Michael Saylor






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


