Konflik Iran-AS ternyata tidak membuat semua aset jatuh. Di tengah lonjakan harga energi dan ketidakpastian global, sejumlah aset justru mengalami reli besar dan menjadi incaran investor.
Menariknya, aset yang naik bukan hanya minyak atau sektor energi.
Sejak serangan AS pada 28 Februari, saham AI, hydrogen, hingga Bitcoin masuk sebagai daftar aset dengan performa terbaik selama perang berlangsung.
Minyak Masih Jadi Aset Terkuat

Sumber: Tradingeconomics
Aset dengan kenaikan terbesar sejak konflik dimulai adalah sektor minyak mentah.
ETF berbasis WTI crude oil tercatat melonjak hampir 70% sejak perang pecah pada akhir Februari.
Kenaikan ini dipicu kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global akibat konflik di sekitar Selat Hormuz.
Harga minyak WTI bahkan sempat bertahan di sekitar $105 per barel setelah serangan terhadap infrastruktur energi dan kapal tanker.
Strategist Betashares, Cameron Gleeson, mengatakan investor mulai mempersiapkan skenario harga energi tinggi yang bertahan lebih lama.
“We’ve seen oil and energy-related exposures perform strongly,” kata Cameron Gleeson dikutip dari AFR.
AI, Nasdaq, dan Hydrogen Ikut Reli

Sumber: ATF
Selain energi, sektor AI menjadi tema besar berikutnya yang paling diburu pasar. ETF semikonduktor naik sekitar 22%, sementara ETF hydrogen melonjak hampir 28%.
Lonjakan ini terjadi setelah saham chip global reli besar akibat meningkatnya permintaan AI dan kebutuhan data center.
Nasdaq bahkan kembali mencetak rekor tertinggi baru didorong reli saham teknologi.
Strategist Global X ETFs, Billy Leung, menyebut tema AI kini sudah meluas ke berbagai sektor teknologi.
Menurutnya, kekuatan pasar kini terlihat di sektor semikonduktor, hydrogen, hingga teknologi baterai.
Bitcoin Ikut Masuk Daftar Favorit

ETF Bitcoin sebulan terakhir | Sumber: CMC
Di tengah ketegangan geopolitik, Bitcoin juga ikut masuk jajaran aset yang paling dicari investor.
ETF berbasis Bitcoin berhasil masuk daftar ETF dengan performa terbaik selama konflik berlangsung.
Fenomena ini menunjukkan bahwa sebagian investor mulai melihat Bitcoin sebagai alternatif diversifikasi di tengah ketidakpastian pasar global.
Harga Emas Malah Tertekan

Sumber: tradingeconomics
Sementara itu, aset safe haven tradisional seperti emas justru mengalami tekanan.
Harga emas turun sekitar 13% sejak perang dimulai karena pasar mulai percaya suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama akibat lonjakan harga energi.
Mantan trader logam JPMorgan, Robert Gottlieb, mengatakan harga minyak tinggi memperkuat narasi “higher for longer”.
“Higher oil is reinforcing the ‘higher for longer’ rate narrative,” kata Robert Gottlieb.
Kesimpulan
Perang Iran-AS ternyata tidak membuat investor hanya lari ke aset safe haven tradisional seperti emas.
Di tengah lonjakan harga energi dan ketidakpastian global, arus dana justru bergerak ke lima aset utama yang dianggap paling diuntungkan adalah minyak mentah, chip AI, hydrogen, Bitcoin (BTC), serta Nasdaq.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pola pasar global mulai berubah.
Investor kini tidak hanya mencari keamanan, tetapi juga memburu sektor yang dinilai mampu tetap tumbuh di tengah krisis energi, booming AI, dan ketegangan geopolitik.
FAQ
1. Kenapa minyak naik saat perang Iran-AS?
Karena pasar khawatir pasokan energi global terganggu akibat konflik di Selat Hormuz.
2. Kenapa saham AI ikut reli saat perang?
Karena permintaan AI global tetap tinggi dan sektor teknologi masih mencatat pertumbuhan kuat.
3. Apakah Bitcoin dianggap safe haven?
Belum sepenuhnya, tetapi mulai digunakan sebagian investor sebagai diversifikasi aset.
4. Kenapa emas justru turun saat konflik?
Karena kenaikan harga minyak membuat pasar memperkirakan suku bunga tinggi bertahan lebih lama.
5. Apa itu ETF dalam investasi?
ETF adalah produk investasi yang melacak harga aset atau sektor tertentu seperti minyak, saham, atau Bitcoin.
6. Kenapa hydrogen ikut naik?
Karena investor mulai fokus pada ketahanan energi dan alternatif energi jangka panjang.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
AFR – Oil, chips, bitcoin, and hydrogen: The top ETFs of the Iran war, diakses pada 6 Mei 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #info emas 2026, #Berita Artificial intelligence (AI)





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
