3 Aplikasi DeFi Ini Bagi Rp1,5 Triliun dalam 30 Hari ke Holder Token
icon search
icon search

Top Performers

3 Aplikasi DeFi Ini Bagi Rp1,5 Triliun dalam 30 Hari ke Holder Token

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

3 Aplikasi DeFi Ini Bagi Rp1,5 Triliun dalam 30 Hari ke Holder Token

3 Aplikasi DeFi Ini Bagi Rp1,5 Triliun dalam 30 Hari ke Holder Token

Daftar Isi

Industri crypto mulai menunjukkan perubahan besar. Jika sebelumnya proyek blockchain berlomba mengejar hype, transaksi tinggi, atau jumlah pengguna, kini perhatian market mulai bergeser ke satu hal yang lebih konkret: revenue nyata.

Perubahan itu terlihat dari tiga aplikasi decentralized finance (DeFi) muda, yakni Hyperliquid (HYPE), Pump.fun, dan EdgeX. Dalam 30 hari terakhir, ketiganya membagikan total sekitar US$96,3 juta atau setara Rp1,5 triliun kepada pemegang token mereka.

 

Aplikasi Defi

Sumber Gambar: DefiLlama

 

Hyperliquid Jadi Pemimpin Revenue DeFi

Hyperliquid menjadi proyek dengan distribusi terbesar ke holder token. Platform perpetual decentralized exchange (DEX) itu mencatat revenue sebesar US$50,95 juta dalam 30 hari terakhir.

Menariknya, seluruh pendapatan tersebut disebut langsung dialokasikan ke pemegang token tanpa mengeluarkan biaya tambahan untuk insentif.

Secara tahunan, Hyperliquid bahkan telah menghasilkan sekitar US$945,87 juta revenue menurut data DefiLlama. Angka itu membuat Hyperliquid mulai dipandang sebagai salah satu proyek DeFi paling profitable di pasar crypto saat ini.

Fenomena ini membuat sebagian investor mulai melihat token DeFi bukan hanya sebagai aset spekulatif, tetapi juga aset yang mampu menghasilkan cashflow.

 

Baca berita terbaru: EIGEN, KAIA, HYPE Disebut Jadi Altcoin yang Patut Dipantau Saat Ini

 

Pump.fun dan EdgeX Ikut Bagi Revenue ke Holder

Selain Hyperliquid, Pump.fun juga mencatat angka besar. Platform yang populer di ekosistem Solana itu membagikan sekitar US$22,09 juta kepada holder token dari total revenue US$38,81 juta.

Sementara itu, EdgeX mendistribusikan sekitar US$23,26 juta kepada holder meski revenue protokolnya tercatat hanya US$8,26 juta.

Perbedaan angka tersebut memunculkan dugaan bahwa EdgeX kemungkinan menggunakan cadangan treasury atau sumber pemasukan lain untuk meningkatkan reward bagi pemegang token.

Meski begitu, langkah ini tetap menunjukkan satu tren yang semakin jelas di industri crypto: investor mulai lebih tertarik pada proyek yang benar-benar menghasilkan uang.

 

Market Crypto Mulai Tinggalkan Narasi Lama

Beberapa tahun terakhir, market crypto sering dipenuhi persaingan soal:

  • TPS tinggi
  • jumlah transaksi
  • TVL besar
  • user growth
  • hype narrative

Namun kondisi mulai berubah pada 2026.

Robbie Klages, co-founder The Rollup, menyebut market kini tidak lagi terlalu peduli pada angka TPS semata.

“Tidak ada yang peduli lagi apakah blockchain kamu punya TPS 10 kali lebih tinggi. Market sekarang maunya lihat uangnya sekarang juga,” tulisnya di platform X.

Pernyataan itu menggambarkan perubahan arah industri crypto yang mulai menilai proyek layaknya perusahaan teknologi atau bisnis konvensional.

Artinya, proyek dengan revenue stabil, fee besar, dan distribusi keuntungan yang jelas berpotensi mendapatkan perhatian lebih besar dibanding proyek yang hanya mengandalkan narasi pertumbuhan.

 

Baca juga: 3 Token AI Ini Disebut Punya Masa Depan Cerah di Tahun 2026

 

DeFi Dinilai Mulai Masuk Fase Matang

Pendiri Yearn.Finance, Andre Cronje, juga menilai DeFi kini mulai berkembang menjadi infrastruktur finansial on-chain yang nyata.

Menurutnya, DeFi saat ini sudah jauh berkembang dibanding era awal yang identik dengan farming dan spekulasi yield tinggi.

“DeFi di tahun 2026 terasa seperti permainan yang benar-benar berbeda. Bukan lagi soal berburu reward farming. Sekarang lebih fokus membangun infrastruktur keuangan nyata di atas blockchain,” tulisnya.

Ia mencatat:

  • pasar stablecoin telah mencapai US$320 miliar
  • decentralized exchange memproses lebih dari US$160 miliar volume spot bulanan
  • perpetual DEX menangani sekitar US$540 miliar per bulan
  • protokol lending memiliki lebih dari US$28 miliar pinjaman aktif

Cronje menyebut DeFi kini perlahan berubah menjadi backend utama ekonomi on-chain.

Pergeseran ini membuat revenue dan profit mulai menjadi indikator penting dalam menilai kualitas proyek crypto.

 

Kesimpulan

Distribusi Rp1,5 triliun dari Hyperliquid, Pump.fun, dan EdgeX menunjukkan bahwa market crypto mulai berubah. Investor kini tidak hanya mengejar hype, tetapi juga mencari proyek yang punya revenue nyata dan model bisnis jelas.

Tren ini membuat DeFi mulai dipandang seperti bisnis digital yang menghasilkan cashflow, bukan sekadar ekosistem spekulasi. Jika pola ini terus berlanjut, proyek crypto tanpa pendapatan nyata berpotensi semakin sulit menarik perhatian market.

 

FAQ

  • Apa itu revenue sharing dalam proyek DeFi?
    Revenue sharing adalah mekanisme pembagian sebagian pendapatan platform kepada pemegang token. Sistem ini membuat holder token bisa mendapatkan keuntungan dari aktivitas pengguna di platform tersebut.
  • Kenapa Hyperliquid jadi sorotan di industri crypto?
    Hyperliquid menjadi sorotan karena berhasil menghasilkan revenue besar dari aktivitas trading perpetual futures dan membagikan seluruh pendapatannya kepada holder token dalam periode tertentu.
  • Apa bedanya token DeFi dengan saham perusahaan?
    Token DeFi tidak sama dengan saham, tetapi beberapa proyek mulai memiliki model yang mirip perusahaan karena menghasilkan revenue dan mendistribusikan sebagian pendapatan kepada komunitas atau holder token.
  • Mengapa investor crypto mulai fokus pada revenue?
    Market mulai menganggap revenue sebagai indikator kesehatan proyek. Revenue menunjukkan bahwa platform memiliki pengguna aktif dan model bisnis yang berjalan, bukan hanya mengandalkan hype.
  • Apa risiko dari proyek crypto yang membagikan revenue besar?
    Pembagian revenue besar belum tentu selalu aman atau berkelanjutan. Investor tetap perlu memperhatikan sumber pendapatan, tokenomics, kondisi treasury, dan aktivitas pengguna platform.
  • Apa itu DeFi dan kenapa semakin populer?
    DeFi atau decentralized finance adalah layanan keuangan berbasis blockchain tanpa perantara tradisional seperti bank. Popularitasnya meningkat karena menawarkan trading, lending, hingga staking secara on-chain dan terbuka untuk pengguna global.
  • Apakah semua proyek DeFi membagikan keuntungan ke holder token?
    Tidak semua proyek DeFi memiliki mekanisme pembagian keuntungan. Beberapa hanya menggunakan token untuk governance, sementara lainnya mulai menerapkan buyback, fee sharing, atau revenue distribution.

 

Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.

Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.

Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.

INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.

 

Kontak Resmi Indodax

Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

Follow Sosmed Telenya Indodax sekarang!

 

Author: Fau 

 

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

 

Referensi:

 

Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita Whale Terkini

Lebih Banyak dari Altcoin,Berita,DeFi

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
COLLAT/IDR
Collateriz
33
79.9%
DEXE/IDR
DeXe
390.018
58.48%
TAIKO/IDR
Taiko
6.669
30.71%
MPRO/IDR
Max Proper
5
25%
SYN/IDR
Synapse
4.742
24.79%
Nama Harga 24H Chg
KUNCI/IDR
Kunci Coin
1
-50%
UB/IDR
Unibase
1.544
-37.36%
CBG/IDR
Chainbing
7
-36.36%
DEFI/IDR
DeFi
3
-25%
VBG/IDR
Vibing
6
-25%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Bitcoin Naik Usai Strategy Beli 520 BTC, Saylor Optimis BTC Bisa US$1 Juta per Koin
23/06/2026
Bitcoin Naik Usai Strategy Beli 520 BTC, Saylor Optimis BTC Bisa US$1 Juta per Koin

Harga Bitcoin (BTC) sempat menguat setelah Strategy mengumumkan pembelian tambahan

23/06/2026
Prediksi Nasib XRP saat CLARITY Act Kian Dekat ke Presiden AS
23/06/2026
Prediksi Nasib XRP saat CLARITY Act Kian Dekat ke Presiden AS

XRP kembali menjadi perhatian pasar seiring perkembangan terbaru CLARITY Act

23/06/2026
Pernah Tepat Ramal ATH Bitcoin, Analis Ini Kini Prediksi BTC Ambruk ke $54.000
22/06/2026
Pernah Tepat Ramal ATH Bitcoin, Analis Ini Kini Prediksi BTC Ambruk ke $54.000

Analis kripto Doctor Profit memprediksi Bitcoin (BTC) berpotensi turun ke

22/06/2026