Pasar crypto mulai ramai membahas perkembangan terbaru regulasi aset digital di Amerika Serikat setelah CLARITY Act lolos tahap komite dengan dukungan bipartisan.

Sumber: YouTube/Altcoin Daily
Rancangan aturan tersebut diperkirakan akan menuju voting Senat dalam beberapa minggu ke depan. Analis Galaxy Digital, Alex Thorn, bahkan memperkirakan peluang lolosnya regulasi ini sebelum masa reses Agustus mencapai sekitar 75%.
Jika regulasi semakin jelas, sejumlah altcoin diperkirakan bisa mendapat dorongan sentimen dan adopsi institusional lebih besar. Ada apa saja?
6 Altcoin yang Bisa Diuntungkan dari CLARITY Act
1. Ethereum (ETH): jadi pusat tokenisasi dan DeFi
Ethereum masih menjadi blockchain utama untuk stablecoin, tokenisasi aset, dan infrastruktur DeFi.
Sebagian besar aktivitas finansial berbasis blockchain saat ini masih berjalan di atas jaringan Ethereum. Karena itu, regulasi yang lebih jelas berpotensi memperkuat posisi ETH sebagai blockchain institusional terbesar di pasar crypto.
Investor Fundstrat, Tom Lee, bahkan dilaporkan kembali membeli sekitar 71.000 ETH karena melihat potensi migrasi aset finansial global ke blockchain dalam jangka panjang.
2. XRP: fokus pada settlement dan likuiditas institusional
XRP mulai kembali mendapat perhatian setelah Ripple memperluas infrastruktur institusionalnya melalui Ripple Prime.
Ripple juga diketahui bekerja sama dengan EDX Markets yang didukung sejumlah institusi finansial besar di Amerika Serikat.
Pasar melihat XRP berpotensi digunakan sebagai aset jembatan untuk settlement, transfer lintas negara, dan likuiditas institusional jika regulasi crypto semakin terbuka.
3. Solana (SOL): ekosistem aplikasinya masih aktif
Solana tetap menjadi salah satu altcoin yang paling aktif diperhatikan investor sepanjang 2026.
JPMorgan dilaporkan memiliki posisi sekitar $500.000 pada ETF staking Solana milik Bitwise. Selain itu, tujuh aplikasi berbasis Solana disebut menghasilkan pendapatan delapan digit pada kuartal pertama 2026.
Kondisi tersebut membuat pasar melihat aktivitas ekosistem Solana masih cukup kuat meski pasar crypto belum sepenuhnya bullish.
Baca juga: K33 Prediksi Bitcoin Tak Akan Jatuh di Bawah $60 Ribu, Ini Penyebabnya
4. Chainlink (LINK): mulai masuk infrastruktur finansial tradisional
Chainlink semakin sering dikaitkan dengan sektor finansial tradisional.
DTCC diketahui mulai mengintegrasikan standar data dan orchestration milik Chainlink ke dalam sistem collateral mereka. Sebagai informasi, DTCC memproses transaksi finansial global dengan nilai tahunan mencapai sekitar $3,7 quadriliun.
Karena itu, banyak investor melihat LINK sebagai salah satu proyek blockchain dengan utilitas institusional paling nyata saat ini.
5. SUI: fokus pada stablecoin dan transfer aset cepat
SUI mulai menarik perhatian karena fokus pada infrastruktur stablecoin dan transfer aset digital yang efisien.
Pengembang SUI mengklaim jaringan tersebut dirancang untuk mendukung transfer stablecoin dari nominal kecil hingga miliaran dolar dengan biaya rendah dan proses cepat.
Narasi tersebut dianggap cocok dengan tren tokenisasi aset dan pembayaran digital yang berkembang sepanjang 2026.
6. Bittensor (TAO): jadi proyek AI decentralized yang mulai ramai
Bittensor (TAO) menjadi salah satu token AI crypto yang paling banyak dibahas dalam beberapa bulan terakhir.
TAO dikenal sebagai proyek decentralized AI yang mencoba membangun jaringan Artificial Intelligence berbasis blockchain.
Di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap sektor AI, proyek seperti Bittensor mulai dianggap sebagai alternatif decentralized AI dibanding platform AI terpusat.
Regulasi Crypto AS Mulai Jadi Fokus Investor
CLARITY Act kini mulai dianggap sebagai salah satu regulasi paling penting bagi industri crypto Amerika Serikat.
Jika aturan tersebut resmi disahkan, pasar melihat peluang masuknya institusi ke aset digital bisa semakin besar karena kepastian regulasi mulai terbentuk.
Akibatnya, proyek crypto dengan utilitas nyata, koneksi institusional, dan ekosistem aktif diperkirakan menjadi pihak yang paling diuntungkan.
Kesimpulan
CLARITY Act berpotensi menjadi salah satu faktor terbesar yang mempengaruhi arah pasar crypto pada 2026.
Semakin jelas regulasi aset digital di Amerika Serikat, semakin besar pula peluang adopsi institusional terhadap proyek blockchain dan altcoin tertentu.
Ethereum, XRP, Solana, Chainlink, SUI, hingga Bittensor kini menjadi nama yang paling sering disebut sebagai kandidat utama penerima dampak positif jika regulasi tersebut benar-benar lolos.
FAQ
1. Apa itu CLARITY Act?
CLARITY Act adalah rancangan regulasi di Amerika Serikat yang bertujuan memberikan kejelasan aturan terhadap aset digital dan industri crypto.
2. Mengapa CLARITY Act penting bagi pasar crypto?
Karena regulasi yang lebih jelas dapat meningkatkan kepastian hukum dan membuka peluang masuknya institusi ke pasar aset digital.
3. Mengapa Ethereum dianggap diuntungkan?
Ethereum menjadi pusat aktivitas DeFi, stablecoin, dan tokenisasi aset sehingga berpotensi mendapat manfaat besar dari regulasi yang lebih jelas.
4. Apa hubungan Chainlink dengan sektor finansial tradisional?
Chainlink mulai digunakan untuk integrasi data dan infrastruktur finansial institusional seperti sistem collateral dan tokenisasi aset.
5. Mengapa token AI seperti TAO ikut dibahas?
Karena sektor Artificial Intelligence sedang berkembang pesat dan proyek decentralized AI mulai kembali menarik perhatian investor crypto global.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
CoinPedia – Top Six Altcoins To Stack As CLARITY Act Progresses, diakses pada 21 Mei 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita Regulasi Crypto





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
