Peter Schiff kembali menjadi sorotan setelah melontarkan kritik baru terhadap Bitcoin (BTC) dan perusahaan milik Michael Saylor, Strategy.
Di tengah tren adopsi institusional yang terus berkembang, Schiff justru menilai strategi pembelian Bitcoin perusahaan tersebut semakin berbahaya.
Lewat unggahan di platform X, Schiff menyebut Strategy telah menggelontorkan sekitar US$64 miliar untuk membeli Bitcoin selama lima tahun terakhir. Namun menurutnya, hasil investasi itu belum menunjukkan keuntungan signifikan jika dibandingkan dengan risiko yang diambil.
Ia juga menyoroti STRC, saham preferen milik Strategy yang menawarkan dividen tahunan hingga 11,5%. Dalam pandangannya, model tersebut hanya bisa bertahan jika harga Bitcoin terus naik agresif setiap tahun.
Komentar itu kembali memancing perdebatan lama tentang alasan Peter Schiff terus menyerang Bitcoin dan industri kripto.
Dari Pendukung Emas Jadi Pengkritik Bitcoin
Peter Schiff dikenal sebagai ekonom dan investor asal Amerika Serikat yang populer setelah berhasil memprediksi krisis finansial 2008. Namun di industri kripto, namanya lebih sering muncul sebagai salah satu pengkritik Bitcoin paling vokal.
Schiff merupakan pendukung kuat emas dan pemikiran Austrian School of Economics, yang percaya bahwa aset bernilai seharusnya memiliki bentuk fisik serta nilai intrinsik. Karena itu, ia menganggap emas jauh lebih layak disebut sebagai penyimpan nilai dibanding Bitcoin.
Alasan utama Peter Schiff membenci Bitcoin adalah karena ia menilai aset digital tersebut tidak memiliki nilai nyata seperti emas.
Menurutnya, emas tetap lebih layak disebut sebagai “uang” karena memiliki bentuk fisik, digunakan dalam industri, dipakai sebagai perhiasan, dan telah dipercaya selama ratusan tahun.
Sebaliknya, Schiff menilai Bitcoin hanya memiliki nilai karena ada orang lain yang bersedia membelinya dengan harga lebih tinggi.
Dalam berbagai wawancara dan unggahan di media sosial, ia bahkan beberapa kali menyebut Bitcoin sebagai “bubble” dan “decentralized Ponzi scheme”. Bagi Schiff, kenaikan harga Bitcoin lebih banyak didorong oleh spekulasi pasar dibanding fundamental nyata.
Baca juga berita terbaru: Utang AS Tembus US$39 Triliun, Bitcoin Disebut Siap Masuk Supercycle
Kritik Terbaru Schiff Menyasar Michael Saylor
Kritik terbaru Schiff muncul setelah Strategy terus menambah cadangan Bitcoin perusahaan.

Sumber Gambar: X.com
Per Mei 2026, perusahaan tersebut tercatat memegang sekitar 818.869 BTC dengan rata-rata harga pembelian sekitar US$75.540 per koin. Saat kritik itu ramai dibahas, harga Bitcoin berada di kisaran US$76.800.
Schiff menilai posisi tersebut belum cukup membuktikan strategi Michael Saylor berhasil. Ia bahkan menyebut seluruh framework STRC sangat bergantung pada kenaikan harga Bitcoin dalam jangka panjang.
“Seluruh framework STRC bergantung pada Bitcoin yang naik sekitar 30% per tahun untuk mendukung dividen 11,5%,” tulis Schiff.
Pernyataan itu langsung viral karena menyentuh salah satu isu sensitif di pasar kripto, yaitu leverage.
Kenapa STRC Dipermasalahkan?
STRC adalah saham preferen milik Strategy yang memberikan imbal hasil tinggi kepada investor. Dividen saham ini disesuaikan setiap bulan agar harga tetap berada di sekitar nilai par US$100.
Namun Schiff mempertanyakan bagaimana perusahaan bisa terus mempertahankan dividen tinggi jika harga Bitcoin bergerak stagnan atau melemah.
Menurutnya, semakin banyak STRC diterbitkan, semakin besar pula kewajiban perusahaan di masa depan.
Ia bahkan kembali menyebut model tersebut sebagai “Ponzi-like structure” karena dianggap terlalu bergantung pada kenaikan harga Bitcoin dan masuknya investor baru.
Dalam pandangan Schiff, jika pasar bearish berlangsung lama, kemampuan perusahaan menerbitkan saham baru bisa ikut melemah dan menekan strategi akumulasi Bitcoin mereka.
Baca berita selanjutnya: Hoax CZ Tenggelam di Dubai Bikin Meme Coin Baru Meledak dalam Hitungan Jam
Komunitas Kripto Langsung Membalas
Komentar Schiff langsung memancing reaksi dari komunitas kripto. Sebagian pihak menilai Schiff terlalu fokus pada volatilitas jangka pendek dan mengabaikan fakta bahwa Strategy memiliki cadangan Bitcoin dalam jumlah besar.
“Menyebutnya sebagai skema Ponzi padahal MSTR secara terbuka menjelaskan strateginya menurut saya agak berlebihan, sejujurnya,” tulis pemilik akun Vivek Rajan.
Pendukung Bitcoin juga percaya aset digital tersebut memiliki nilai karena jumlahnya terbatas hanya 21 juta koin dan semakin banyak diadopsi institusi besar.
“Emas sendiri sebenarnya sebagian besar juga bersifat spekulatif; saat ini harganya diperdagangkan sekitar 3,5 kali lebih tinggi dari biaya penambangannya. Sementara Bitcoin diperdagangkan sedikit di atas biaya mining. Kalau harus memilih, menurut saya emas justru punya peluang lebih besar untuk anjlok,” ujar pemilik akun X Vic.
Selain itu, banyak investor memang melihat saham MSTR sebagai proxy leverage Bitcoin yang memiliki risiko lebih tinggi dibanding membeli BTC secara langsung.
Karena itu, kritik Schiff dianggap lebih sebagai perbedaan cara pandang antara pendukung emas dan pendukung aset digital.
Kesimpulan
Kritik Peter Schiff terhadap Bitcoin kembali ramai setelah ia menyerang strategi akumulasi BTC milik Michael Saylor dan Strategy. Ia menilai model bisnis berbasis leverage dan dividen tinggi seperti STRC terlalu bergantung pada kenaikan harga Bitcoin.
Meski begitu, pendukung Bitcoin melihat pandangan Schiff sebagai perspektif lama yang belum mampu menghentikan pertumbuhan adopsi aset kripto hingga saat ini.
Perdebatan antara emas dan Bitcoin pun masih terus berlangsung. Di satu sisi ada kelompok yang percaya aset fisik tetap paling aman, sementara di sisi lain semakin banyak investor mulai melihat Bitcoin sebagai penyimpan nilai baru di era digital.
FAQ
- Siapa Peter Schiff?
Peter Schiff adalah ekonom dan investor asal Amerika Serikat yang dikenal sebagai pendukung emas dan pengkritik Bitcoin paling vokal. - Kenapa Peter Schiff sering mengkritik Bitcoin?
Peter Schiff menilai Bitcoin tidak memiliki nilai intrinsik seperti emas dan terlalu bergantung pada spekulasi pasar. - Apa kritik Peter Schiff terhadap Michael Saylor?
Ia menilai strategi pembelian Bitcoin Strategy terlalu bergantung pada leverage dan kenaikan harga BTC dalam jangka panjang. - Apa itu STRC?
STRC adalah saham preferen milik Strategy yang menawarkan dividen tinggi kepada investor. - Mengapa Peter Schiff menyebut strategi Strategy berisiko?
Menurut Schiff, model tersebut membutuhkan kenaikan harga Bitcoin secara konsisten agar dividen tetap bisa dibayarkan. - Kenapa banyak pendukung Bitcoin tidak setuju dengan Peter Schiff?
Pendukung Bitcoin percaya BTC memiliki nilai karena jumlahnya terbatas dan adopsi institusional terus meningkat.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Be(In)crypto – Schiff Slams MicroStrategy Again Amid Rising Leverage Concerns, diakses pada 25 Mei 2026
- Bitcoinfoundation – Who Is Peter Schiff? Why He Criticizes Bitcoin and the Entire Crypto Industry, diakses pada 25 Mei 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Tokoh Kripto Dunia






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


