Standard Chartered memprediksi token UNI milik Uniswap berpotensi melonjak hingga US$100 pada akhir 2030. Jika tercapai, angka tersebut berarti kenaikan hampir 40 kali lipat dari harga UNI yang saat ini berada di kisaran US$2,7.
Prediksi tersebut disampaikan Geoffrey Kendrick, Global Head of Digital Assets Research Standard Chartered, dalam laporan terbaru yang mulai memberikan cakupan riset terhadap Uniswap.
Menurutnya, pertumbuhan sektor decentralized finance (DeFi) dan meningkatnya penggunaan aset yang ditokenisasi dapat menjadi pendorong utama kenaikan nilai UNI dalam beberapa tahun mendatang.
“Saya pikir peluang kekayaan generasi berikutnya di aset digital akan datang melalui protokol DeFi,” kata Kendrick dalam laporannya dikutip dari TheBlock.
Standard Chartered Melihat Peluang Besar di Sektor DeFi
Kendrick memperkirakan nilai aset yang ditokenisasi di blockchain akan melonjak dari US$340 miliar menjadi US$4 triliun pada 2028.
Sementara itu, porsi aset yang digunakan di DeFi diprediksi naik dari 3,5% menjadi 30% pada 2030.
Jika proyeksi tersebut terealisasi, total aset yang terkunci atau Token Value Locked (TVL) di sektor DeFi dapat mencapai US$2,7 triliun atau sekitar 37 kali lebih besar dibanding saat ini.
“Jika Uniswap mampu mengembangkan model bisnisnya dan membangun kemitraan yang signifikan dengan institusi keuangan tradisional (TradFi), valuasinya berpotensi meningkat sehingga kesenjangan dengan Coinbase, bursa kripto terbesar di AS, dapat semakin menyempit. Kami menilai hal tersebut sangat mungkin terjadi,” jelas Kendrick.
Menurut Kendrick, Uniswap berpeluang menjadi salah satu penerima manfaat terbesar karena posisinya sebagai DEX terbesar di pasar kripto.
Baca berita lainnya: Altcoin Berpesta! UNI, SOL, dan HYPE Melesat Bersamaan Jelang FOMC
Mengapa Uniswap Dianggap Berpotensi Tumbuh Pesat?
Standard Chartered menilai Uniswap berada di posisi yang tepat untuk mendapatkan manfaat dari pertumbuhan sektor DeFi.
Sebagai decentralized exchange (DEX) terbesar, Uniswap berpotensi menikmati peningkatan volume perdagangan seiring semakin banyaknya aset yang masuk ke blockchain.
Geoffrey Kendrick membandingkan Uniswap dengan YouTube dan Coinbase dengan Netflix. Menurutnya, Uniswap hanya menyediakan infrastruktur perdagangan, sementara likuiditas disediakan oleh pengguna.
Model ini membuat Uniswap lebih efisien dan memiliki peluang tumbuh lebih cepat, terutama di sektor stablecoin, liquid staking token, dan aset dunia nyata yang ditokenisasi (RWA).
Target Harga UNI hingga 2030
Dalam proyeksinya, Standard Chartered memperkirakan kenaikan harga UNI secara bertahap hingga akhir dekade.
Berikut target harga UNI versi Standard Chartered:
- Akhir 2026: US$6,50
- Akhir 2027: US$20
- Akhir 2028: US$40
- Akhir 2029: US$65
- Akhir 2030: US$100

Sumber Gambar: Standard Chartered Research
Bank tersebut juga memperkirakan performa UNI dapat mengungguli Ether (ETH) dan Bitcoin (BTC) selama periode tersebut apabila pertumbuhan sektor DeFi berjalan sesuai ekspektasi.
Perubahan Tokenomics Jadi Faktor Pendukung
Standard Chartered juga menyoroti perubahan tokenomics Uniswap sejak pembaruan UNIfication pada Desember 2025. Pembaruan tersebut mengaktifkan protocol fee dan mekanisme pembakaran token UNI.
Sejak diterapkan, Uniswap telah menghasilkan sekitar US$21 juta pendapatan protokol dan membakar 5 juta UNI.
Menurut Kendrick, total pasokan UNI kini turun dari 1 miliar menjadi sekitar 895 juta token, sementara jumlah yang beredar berada di kisaran 622 juta UNI.
Berkurangnya pasokan token ini dinilai dapat mendukung kenaikan harga UNI dalam jangka panjang, terutama jika aktivitas perdagangan di platform terus meningkat.
Baca juga berita terkait: Whale dan Institusi Populer Mulai Gerak! Ini 3 Token yang Diakumulasi
Faktor yang Bisa Menghambat Kenaikan UNI
Meski optimistis, Standard Chartered menilai Uniswap masih menghadapi sejumlah tantangan.
Persaingan dari DEX lain, kebutuhan membangun kemitraan dengan institusi keuangan tradisional, serta ketidakpastian regulasi menjadi faktor yang dapat menghambat pertumbuhan.
Selain itu, Uniswap V4 juga masih harus membuktikan kemampuan fitur hook system dalam menangani skala penggunaan yang jauh lebih besar di masa depan.
Kesimpulan
Prediksi Standard Chartered menunjukkan besarnya optimisme terhadap masa depan sektor DeFi dan posisi Uniswap di dalamnya. Bank tersebut memperkirakan UNI dapat mencapai US$100 pada 2030 seiring meningkatnya tokenisasi aset, pertumbuhan aktivitas DeFi, serta berkurangnya pasokan token akibat mekanisme pembakaran.
Meski demikian, target tersebut masih bergantung pada berbagai faktor, mulai dari adopsi institusi, perkembangan regulasi, hingga kemampuan Uniswap mempertahankan dominasinya di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
FAQ
- Apa itu Uniswap (UNI)?
Uniswap adalah decentralized exchange (DEX) berbasis blockchain yang memungkinkan pengguna menukar aset kripto tanpa perantara. UNI merupakan token tata kelola yang digunakan dalam ekosistem Uniswap. - Mengapa Standard Chartered memprediksi UNI bisa naik hingga US$100?
Bank tersebut memperkirakan sektor DeFi akan tumbuh sangat besar hingga 2030. Sebagai DEX terbesar, Uniswap dinilai berpotensi mendapatkan manfaat langsung dari peningkatan volume perdagangan dan masuknya aset tokenisasi ke blockchain. - Apa yang dimaksud aset tokenisasi?
Aset tokenisasi adalah aset tradisional seperti obligasi, saham, properti, atau instrumen keuangan lain yang direpresentasikan dalam bentuk token di blockchain sehingga dapat diperdagangkan secara digital. - Apa itu Total Value Locked (TVL) dalam DeFi?
TVL adalah total nilai aset yang tersimpan dalam berbagai protokol DeFi. Metrik ini sering digunakan untuk mengukur ukuran dan tingkat aktivitas suatu ekosistem DeFi. - Apakah prediksi harga UNI sebesar US$100 pasti terjadi?
Tidak. Prediksi tersebut merupakan proyeksi berdasarkan asumsi pertumbuhan DeFi, peningkatan adopsi aset tokenisasi, kondisi regulasi yang mendukung, serta kemampuan Uniswap mempertahankan posisinya di pasar. - Apa perbedaan Uniswap dan Coinbase?
Uniswap merupakan bursa kripto terdesentralisasi yang menggunakan liquidity pool dari pengguna. Sementara Coinbase adalah bursa terpusat yang mengelola operasional perdagangan secara langsung. Kedua platform memiliki model bisnis dan target pengguna yang berbeda.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


