Ethereum (ETH) mulai menguji upgrade Glamsterdam, salah satu pembaruan jaringan terbesar sejak The Merge.
Upgrade ini difokuskan untuk meningkatkan skalabilitas Layer 1 melalui perubahan pada mekanisme pembuatan blok, efisiensi eksekusi transaksi, dan struktur biaya jaringan.
Saat ini, seluruh proposal yang akan masuk ke Glamsterdam sedang diuji di jaringan devnet sebelum dilanjutkan ke tahap testnet publik dan peluncuran ke mainnet.
Glamsterdam merupakan bagian dari roadmap Ethereum 2026 yang disusun setelah upgrade besar sebelumnya seperti Pectra dan Fusaka.
Ethereum Masuk Tahap Pengujian Akhir untuk Glamsterdam
Melansir Crypto.news, tim pengembang Ethereum saat ini sedang menguji seluruh Ethereum Improvement Proposals (EIP) yang akan masuk ke dalam Glamsterdam melalui jaringan devnet privat.
Tahap ini menjadi langkah penting sebelum Ethereum memasuki fase berikutnya, yakni pengujian di testnet publik dan penentuan jadwal peluncuran ke mainnet.
Developer Ethereum Foundation, Parithosh Jayanthi, mengatakan bahwa seluruh tim klien Ethereum kini tengah menjalankan devnet yang telah memuat semua EIP yang direncanakan.
“Saat ini kami sedang menguji devnet yang telah memuat seluruh EIP yang direncanakan. Ini menjadi tahap terakhir sebelum proses penyempurnaan dan peluncuran ke testnet. Memang belum ada jadwal pasti, tetapi progres yang dicapai sejauh ini sangat signifikan,” ujar Jayanthi dikutip dari CoinDesk.
Jayanthi menyebut perkembangan upgrade tersebut berjalan sangat cepat. Jika seluruh pengujian berjalan lancar, Glamsterdam diperkirakan dapat dirilis pada paruh kedua 2026.
Baca juga berita terbaru: Gokil! Standard Chartered Prediksi Uniswap Bisa Naik 40 Kali Lipat pada 2030
Fokus Utama Glamsterdam: Meningkatkan Skalabilitas Layer 1

Sumber Gambar: X.com
Berbeda dengan beberapa upgrade sebelumnya yang banyak berfokus pada pengembangan Layer 2 dan peningkatan kapasitas data, Glamsterdam membawa perhatian kembali ke lapisan inti Ethereum atau Layer 1.
Langkah ini dinilai penting karena aktivitas jaringan Ethereum terus meningkat, sementara kebutuhan terhadap pemrosesan transaksi yang lebih cepat dan efisien juga semakin besar.
Dua proposal utama yang menjadi tulang punggung Glamsterdam adalah:
1. Enshrined Proposer-Builder Separation (ePBS)
Salah satu proposal utama dalam Glamsterdam adalah EIP-7732 atau Enshrined Proposer-Builder Separation (ePBS).
Pembaruan ini memindahkan mekanisme pemisahan pembuat dan pengusul blok langsung ke protokol Ethereum, sehingga mengurangi ketergantungan pada sistem eksternal.
Selain meningkatkan transparansi, ePBS juga dirancang untuk mengurangi risiko Maximal Extractable Value (MEV) yang dapat dimanfaatkan untuk mengatur urutan transaksi demi keuntungan tertentu.
2. Block-Level Access Lists (BAL)
Proposal lain yang masuk dalam Glamsterdam adalah EIP-7928 atau Block-Level Access Lists (BAL).
Fitur ini memungkinkan node Ethereum mengetahui lebih awal akun dan data smart contract yang akan digunakan dalam sebuah blok.
Dengan informasi tersebut, node dapat mempersiapkan data lebih cepat, sehingga proses eksekusi transaksi menjadi lebih efisien dan berpotensi diproses secara paralel.
Ethereum Ubah Struktur Gas Fee
Glamsterdam juga akan mengubah struktur gas fee Ethereum. Menurut Parithosh Jayanthi, biaya komputasi akan menjadi lebih murah, sementara biaya penyimpanan data permanen di blockchain akan meningkat.
“Perubahan ini akan secara signifikan mengubah biaya berbagai aktivitas di Ethereum. Aktivitas komputasi tingkat tinggi akan menjadi lebih murah, sementara penyimpanan data (state) akan menjadi lebih mahal,” jelas Jayanthi.
Perubahan ini bertujuan menyesuaikan biaya transaksi dengan penggunaan sumber daya jaringan yang sebenarnya dan dapat memengaruhi cara pengembang merancang aplikasi terdesentralisasi (dApps).
Baca berita lainnya: Whale dan Institusi Populer Mulai Gerak! Ini 3 Token yang Diakumulasi
Salah Satu Upgrade Terbesar Sejak The Merge
Glamsterdam tidak akan mengubah wallet maupun saldo pemegang ETH.
Namun, validator dan operator node harus memperbarui perangkat lunak mereka sebelum upgrade diaktifkan.
Meski belum memiliki jadwal peluncuran resmi, pengembang Ethereum menyebut Glamsterdam sebagai salah satu hard fork terbesar sejak The Merge.
Setelah tahap devnet selesai, Ethereum akan melanjutkan pengujian ke testnet publik sebelum menetapkan jadwal peluncuran di mainnet.
Kesimpulan
Glamsterdam menjadi langkah besar berikutnya dalam roadmap Ethereum dengan fokus pada peningkatan skalabilitas Layer 1 dan efisiensi jaringan.
Melalui penerapan ePBS, Block-Level Access Lists, serta perubahan struktur gas fee, upgrade ini berupaya memperkuat fondasi Ethereum di tingkat protokol.
Meski masih dalam tahap pengujian, Glamsterdam telah dianggap sebagai salah satu upgrade paling signifikan sejak The Merge.
FAQ
- Apa itu upgrade Glamsterdam di Ethereum?
Glamsterdam adalah hard fork Ethereum yang menggabungkan sejumlah pembaruan pada lapisan eksekusi dan konsensus jaringan. Upgrade ini dirancang untuk meningkatkan skalabilitas Layer 1, efisiensi pemrosesan transaksi, dan mekanisme pembuatan blok. - Kapan upgrade Ethereum Glamsterdam dirilis?
Hingga saat ini belum ada tanggal resmi peluncuran. Pengembang Ethereum masih menjalankan tahap pengujian devnet dan diperkirakan akan melanjutkan ke testnet publik sebelum menentukan jadwal mainnet. - Apakah Glamsterdam akan menurunkan biaya transaksi Ethereum?
Tidak secara langsung. Upgrade ini mengubah struktur perhitungan gas fee, di mana aktivitas komputasi menjadi lebih murah, sementara penyimpanan data permanen di blockchain menjadi lebih mahal. - Apa itu ePBS dalam upgrade Ethereum?
Enshrined Proposer-Builder Separation (ePBS) adalah mekanisme yang memisahkan pembuat blok dan pengusul blok langsung di tingkat protokol Ethereum. Tujuannya meningkatkan transparansi dan mengurangi risiko manipulasi transaksi terkait MEV. - Apakah pemegang ETH perlu melakukan sesuatu saat Glamsterdam diluncurkan?
Tidak. Pengguna biasa tidak perlu memindahkan aset atau mengganti wallet. Pembaruan hanya perlu dilakukan oleh validator dan operator node yang menjalankan infrastruktur jaringan Ethereum. - Mengapa Ethereum kembali fokus ke Layer 1?
Meski Layer 2 berkembang pesat, Layer 1 tetap menjadi fondasi utama seluruh ekosistem Ethereum. Peningkatan kapasitas dan efisiensi Layer 1 dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan aktivitas jaringan dalam jangka panjang.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita Ethereum, #Berita Blockchain






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


