Pasar saham Amerika Serikat kembali memunculkan sinyal yang membuat investor mulai waspada.
Salah satu indikator valuasi paling terkenal, yaitu CAPE Ratio, kini berada di level sekitar 41, jauh di atas rata-rata historisnya yang berada di angka 17.
Yang membuat market mulai khawatir, kondisi seperti ini sebelumnya hanya pernah terjadi dua kali dalam sejarah modern pasar saham AS.
Pertama pada tahun 1929 sebelum Great Depression, dan kedua saat gelembung dot-com pecah di awal 2000-an.
Bubble AI Mulai Jadi Sorotan
Sebagian analis menilai lonjakan saham AI menjadi salah satu faktor yang mendorong valuasi market terlalu tinggi.
Booming artificial intelligence membuat banyak perusahaan teknologi mengalami kenaikan harga saham besar dalam waktu singkat.
Investor juga terus memburu saham yang berkaitan dengan AI infrastructure dan large language model (LLM).
Namun di balik euforia tersebut, mulai muncul pertanyaan soal keberlanjutan bisnis AI dalam jangka panjang.
Analis Deutsche Bank bahkan memperkirakan OpenAI berpotensi mengalami total kerugian hingga $140 miliar sepanjang 2024 sampai 2029 karena tingginya biaya operasional dan kebutuhan energi.
Baca juga: Kapok Rugi 50%, Analis Top Crypto Ini Kini Pakai AI Claude untuk Trading
Kondisi Market Dinilai Mirip Sebelum Crash Besar
CAPE Ratio sendiri digunakan untuk mengukur valuasi pasar berdasarkan rata-rata laba perusahaan dalam 10 tahun terakhir.
Semakin tinggi angka CAPE, semakin mahal valuasi market dibanding kondisi normal historis.
Pada 1929, CAPE Ratio sempat menyentuh 32,6 sebelum pasar saham akhirnya jatuh sekitar 83%. Sementara saat gelembung dot-com pecah, indikator ini mencapai rekor sekitar 44,19.
Kini market kembali bergerak di area yang mirip dengan dua periode tersebut.
Meski begitu, sebagian investor tetap percaya “kali ini berbeda” karena perkembangan AI dianggap mampu meningkatkan efisiensi dan profit perusahaan dalam jangka panjang.
Investor Mulai Siapkan Strategi Bertahan
Meski risiko koreksi meningkat, analis menilai investor tidak perlu langsung panik.
Sejarah menunjukkan pasar saham Amerika Serikat selalu mampu pulih setelah crash besar, meski prosesnya bisa memakan waktu panjang.
Karena itu, sebagian investor mulai mempertimbangkan:
- Mengurangi eksposur saham AI
- Memindahkan dana ke sektor defensif
- Menyimpan cash untuk membeli aset saat harga turun
Strategi ini dinilai lebih aman dibanding mengambil risiko terlalu besar di tengah valuasi market yang mulai memanas.
Kesimpulan
Valuasi pasar saham AS kini kembali berada di level ekstrem yang sebelumnya pernah muncul sebelum crash besar dalam sejarah.
Meski AI masih dianggap memiliki potensi besar, kekhawatiran terhadap bubble dan keberlanjutan bisnis sektor ini mulai memicu kewaspadaan investor global.
Jika sentimen berubah, market berpotensi menghadapi koreksi besar dalam beberapa waktu ke depan.
FAQ
1. Apa itu CAPE Ratio?
CAPE Ratio adalah indikator valuasi pasar saham yang membandingkan harga saham dengan rata-rata laba perusahaan selama 10 tahun.
2. Kenapa CAPE Ratio tinggi dianggap berbahaya?
Karena menunjukkan valuasi market sudah terlalu mahal dibanding rata-rata historisnya.
3. Apa hubungan AI dengan potensi crash market?
Lonjakan saham AI membuat valuasi market naik cepat sehingga sebagian analis khawatir terbentuk bubble.
4. Apa itu bubble saham?
Bubble terjadi ketika harga aset naik terlalu tinggi melebihi nilai fundamental sebenarnya.
5. Apakah market crash pasti terjadi pada 2026?
Belum tentu. Artikel ini membahas risiko dan kemiripan historis, bukan kepastian bahwa crash pasti akan terjadi.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
MSN – History suggests the market could crash in 2026: Here’s how you can protect your portfolio right now, diakses pada 26 Mei 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #berita terkini saham hari ini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
