Otoritas Amerika Serikat memperingatkan lonjakan scam kripto yang menargetkan penggemar FIFA menjelang Piala Dunia 2026.
Pelaku dilaporkan menggunakan tiket palsu, situs phishing, dan permintaan pembayaran aset kripto untuk mencuri uang serta data pribadi korban.
Peringatan ini disampaikan Los Angeles County Sheriff’s Department saat Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko bersiap menjadi tuan rumah turnamen tersebut.
Tiket Palsu hingga Paket Hospitality Jadi Umpan
Melansir dari Crypto.News, salah satu modus yang paling banyak ditemukan adalah penawaran tiket Piala Dunia palsu yang beredar melalui media sosial dan berbagai platform online.
Tak hanya tiket, pelaku juga menawarkan paket hospitality, merchandise resmi, layanan streaming pertandingan, hingga promo taruhan olahraga yang diklaim terkait FIFA. Padahal, seluruh penawaran tersebut tidak memiliki hubungan dengan penyelenggara resmi.
Korban biasanya diarahkan ke situs yang dirancang menyerupai layanan resmi FIFA. Setelah melakukan pembayaran atau memasukkan data pribadi, korban berisiko kehilangan uang maupun informasi sensitif yang dapat disalahgunakan.
Baca juga berita terkait: Aktivitas Avalanche Naik 24 Kali Lipat Gara-Gara Tiket FIFA World Cup
Pembayaran Kripto Jadi Salah Satu Tanda Bahaya
Otoritas AS menyebut permintaan pembayaran menggunakan aset kripto sebagai salah satu tanda yang patut diwaspadai.
Selain kripto, pelaku juga sering meminta pembayaran melalui transfer bank, gift card, atau aplikasi pembayaran peer-to-peer yang sulit dibatalkan setelah transaksi selesai.
Karena transaksi aset digital bersifat permanen dan tidak dapat dibatalkan secara sepihak, korban umumnya kesulitan mendapatkan kembali dana yang telah dikirim kepada pelaku.
Masyarakat diimbau hanya membeli tiket melalui kanal resmi FIFA dan menghindari tautan yang dibagikan melalui media sosial, pesan instan, SMS, maupun iklan yang tidak dapat diverifikasi.
Situs FIFA Palsu Makin Sulit Dibedakan
Ancaman tidak hanya datang dari tiket palsu. Peneliti keamanan siber yang dikutip aparat setempat mengatakan teknologi AI kini memudahkan pelaku membuat situs yang sangat mirip dengan website resmi FIFA.
Tujuannya adalah mencuri data login, informasi pembayaran, hingga identitas pribadi pengguna.

Sumber Gambar: X.com
FBI juga mengingatkan maraknya praktik typosquatting, yaitu penggunaan nama domain yang sangat mirip dengan situs resmi tetapi memiliki sedikit perbedaan ejaan. Sekilas situs tersebut terlihat asli, namun sebenarnya dirancang untuk menjebak pengunjung.
Jika korban memasukkan email, password, atau informasi pembayaran di situs tersebut, data dapat digunakan untuk pencurian identitas maupun penipuan keuangan.
Baca berita lainnya: Fan Token Mulai Dilirik Jelang Piala Dunia, SportFi Bisa Meledak di 2026?
Apa yang Harus Dilakukan Jika Menjadi Korban?
Otoritas AS meminta korban scam segera menghubungi lembaga keuangan terkait, menyimpan seluruh bukti transaksi, dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.
Los Angeles County Sheriff’s Department juga menyarankan korban mengajukan laporan ke FBI melalui Internet Crime Complaint Center (IC3), platform pelaporan kejahatan siber yang digunakan untuk membantu proses investigasi dan penelusuran aktivitas penipuan.
Agar terhindar dari penipuan serupa, penggemar sepak bola disarankan untuk:
- Membeli tiket hanya melalui kanal resmi FIFA atau mitra yang telah terverifikasi.
- Memeriksa alamat website dengan teliti sebelum memasukkan data pribadi atau informasi pembayaran.
- Menghindari penawaran tiket dengan harga yang jauh di bawah harga pasar karena sering digunakan sebagai umpan penipuan.
- Tidak mengklik tautan yang dibagikan melalui pesan singkat, media sosial, atau email dari sumber yang tidak dikenal.
- Waspada jika penjual meminta pembayaran menggunakan aset kripto, gift card, atau metode lain yang sulit dibatalkan.
Kesimpulan
Menjelang Piala Dunia FIFA 2026, penipuan berkedok tiket dan layanan resmi FIFA dilaporkan semakin marak.
Pelaku memanfaatkan situs palsu, link phishing, dan pembayaran kripto untuk mencuri uang serta data pribadi korban.
Karena itu, penggemar sepak bola diimbau hanya menggunakan kanal resmi FIFA dan lebih waspada terhadap tautan atau penawaran yang mencurigakan.
FAQ
- Bagaimana cara membedakan situs FIFA resmi dan situs palsu?
Periksa alamat domain dengan teliti sebelum memasukkan data pribadi atau melakukan pembayaran. Situs palsu sering menggunakan ejaan yang mirip dengan website resmi FIFA untuk mengelabui pengguna. - Mengapa scammer sering meminta pembayaran menggunakan kripto?
Transaksi aset kripto umumnya tidak dapat dibatalkan setelah dikonfirmasi di jaringan blockchain. Hal ini membuat pelaku lebih mudah memindahkan dana korban tanpa risiko pembatalan transaksi. - Apa itu phishing dalam dunia kripto?
Phishing adalah upaya mencuri informasi sensitif seperti password, kode OTP, private key, atau data login melalui situs, email, maupun pesan palsu yang menyerupai layanan resmi. - Apakah membeli tiket dari media sosial selalu berbahaya?
Tidak selalu, tetapi risikonya jauh lebih tinggi jika transaksi dilakukan di luar kanal resmi. Pengguna disarankan membeli tiket hanya dari penyedia yang telah diverifikasi oleh penyelenggara acara. - Apa yang harus dilakukan jika terlanjur mengklik link phishing?
Segera ubah password akun terkait, aktifkan autentikasi dua faktor (2FA), periksa aktivitas login, dan laporkan kejadian tersebut kepada layanan resmi yang digunakan. - Mengapa penggemar olahraga sering menjadi target scam saat event besar?
Acara besar seperti Piala Dunia menciptakan permintaan tinggi terhadap tiket dan informasi pertandingan. Kondisi ini sering dimanfaatkan pelaku untuk menawarkan promo palsu yang terlihat meyakinkan. - Apakah AI membuat penipuan online semakin berbahaya?
Ya. AI memungkinkan pelaku membuat situs palsu, email phishing, hingga materi promosi yang terlihat lebih profesional sehingga semakin sulit dibedakan dari layanan resmi.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Scam Crypto






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


