Pasar kripto kembali menghadapi momen penting menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat atau Consumer Price Index (CPI) yang berpotensi memengaruhi pergerakan aset digital dalam jangka pendek.
Di tengah ketidakpastian tersebut, seorang analis kripto, Crypto Banter, justru lebih fokus memantau sejumlah altcoin dibanding Bitcoin (BTC).
Melansir dari Coinpedia, analis tersebut menilai pasar sedang berada di titik krusial setelah Bitcoin sempat memantul dari area US$59.000 menuju sekitar US$64.000.
Namun, potensi volatilitas masih tinggi karena investor menunggu dampak data inflasi AS terhadap sentimen pasar global.
Selain itu, Bitcoin Dominance mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Kondisi ini sering menjadi perhatian pelaku pasar karena dapat mengindikasikan pergeseran minat investor dari Bitcoin menuju altcoin.
Melihat kondisi tersebut, analis menyusun daftar altcoin yang ingin diakumulasi apabila pasar kembali mengalami koreksi.
Baca juga berita terkait: 3 Kemungkinan yang Bisa Terjadi pada Kripto Usai Data Inflasi AS Rilis
Altcoin AI dan RWA Jadi Fokus Utama
Salah satu tema yang masih mendapat perhatian besar di pasar kripto adalah perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Injective (INJ) menjadi salah satu aset yang disorot karena menggabungkan sektor AI dan decentralized finance (DeFi).
Analis memantau area US$4,9 hingga US$5,1 sebagai zona akumulasi potensial, dengan target pemulihan menuju sekitar US$10 jika sentimen pasar kembali membaik.
NEAR Protocol juga masuk dalam daftar pantauan karena dinilai memiliki eksposur terhadap perkembangan ekosistem AI. Area US$1,4 hingga US$1,9 disebut sebagai rentang harga yang menarik untuk diperhatikan jika pasar kembali melemah.
Selain AI, sektor Real World Asset (RWA) turut menjadi perhatian. ONDO menjadi salah satu token yang dipantau karena fokusnya pada tokenisasi aset dunia nyata.
Analis menilai area US$0,30 hingga US$0,33 sebagai rentang akumulasi yang menarik untuk jangka panjang.
Render (RNDR) juga masuk dalam radar karena posisinya sebagai proyek yang menyediakan infrastruktur komputasi untuk kebutuhan AI. Area US$5 hingga US$6 disebut sebagai zona harga yang layak diperhatikan apabila koreksi pasar berlanjut.
Baca juga berita populer: Investor Jual XRP demi IPO SpaceX, Peluang Beli atau Risiko?
Ethereum, Solana, dan Avalanche Masuk Radar Akumulasi
Di luar sektor AI dan RWA, beberapa proyek Layer-1 juga masih menjadi perhatian utama.
Ethereum (ETH) tetap dianggap sebagai salah satu aset inti yang berpotensi memimpin pemulihan pasar berikutnya. Analis melihat area US$1.400 hingga US$1.500 sebagai zona akumulasi jangka panjang yang menarik apabila terjadi penurunan harga lebih lanjut.
Sementara itu, Solana (SOL) dinilai menunjukkan kekuatan pemulihan yang lebih lemah dibanding sejumlah altcoin lain.
Area US$54 hingga US$60 disebut sebagai zona akumulasi utama, meskipun risiko penurunan ke kisaran US$30 hingga US$40 masih terbuka jika Bitcoin mengalami koreksi yang lebih dalam.
Avalanche (AVAX) juga masuk dalam daftar pantauan. Analis melihat area US$20 hingga US$25 sebagai rentang harga yang menarik untuk diperhatikan, terutama jika tekanan pasar masih berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.
Kesimpulan
Di tengah ketidakpastian pasar menjelang rilis data inflasi AS, sejumlah analis mulai mengalihkan perhatian dari Bitcoin ke beberapa altcoin yang dinilai memiliki peluang menarik saat koreksi terjadi.
Ethereum, Solana, Injective, NEAR, ONDO, Render, dan Avalanche masuk dalam radar karena didukung oleh narasi kuat seperti AI, DeFi, Layer-1, dan Real World Asset (RWA).
Meski demikian, arah pasar dalam jangka pendek masih dipengaruhi faktor makroekonomi dan pergerakan Bitcoin.
FAQ
- Apa itu Bitcoin Dominance?
Bitcoin Dominance adalah persentase kapitalisasi pasar Bitcoin dibandingkan total kapitalisasi pasar kripto. Semakin tinggi nilainya, semakin besar dominasi Bitcoin terhadap pasar secara keseluruhan. - Mengapa pelemahan Bitcoin Dominance sering dikaitkan dengan altcoin?
Ketika dominasi Bitcoin menurun, sebagian modal investor biasanya mulai mengalir ke altcoin. Kondisi ini sering dianggap sebagai salah satu indikator meningkatnya minat pasar terhadap aset selain Bitcoin. - Apa yang dimaksud zona akumulasi dalam kripto?
Zona akumulasi adalah rentang harga yang dianggap menarik untuk membeli atau menambah posisi aset secara bertahap berdasarkan analisis pasar dan manajemen risiko investor. - Apa itu narasi AI dalam pasar kripto?
Narasi AI mengacu pada proyek kripto yang memiliki keterkaitan dengan teknologi kecerdasan buatan, baik melalui infrastruktur komputasi, pengembangan aplikasi, maupun integrasi layanan berbasis AI. - Apa itu Real World Asset (RWA)?
Real World Asset (RWA) adalah aset dunia nyata seperti obligasi, properti, atau instrumen keuangan tradisional yang direpresentasikan dalam bentuk token digital di blockchain. - Apakah altcoin lebih berisiko dibanding Bitcoin?
Secara umum, altcoin memiliki volatilitas yang lebih tinggi dibanding Bitcoin. Potensi keuntungan bisa lebih besar, tetapi risiko penurunan harga juga cenderung lebih tinggi. - Kapan altseason biasanya terjadi?
Altseason biasanya terjadi ketika sebagian besar altcoin mencatat performa yang lebih baik dibanding Bitcoin dalam periode tertentu. Salah satu indikator yang sering diperhatikan adalah penurunan Bitcoin Dominance disertai meningkatnya aktivitas perdagangan altcoin.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Altcoin, #Berita Ethereum, #Berita Solana, #Ai Crypto, #Berita RWA, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
