Bitcoin (BTC) memasuki Juli 2026 setelah mencatat penurunan sekitar 18,5% sepanjang Juni 2026, koreksi bulanan terdalam sejak pertengahan 2022.
Meski masih bertahan di sekitar level psikologis US$60.000, sejumlah analis melihat peluang rebound pada Juli.
Namun, risiko koreksi lebih dalam juga tetap terbuka jika BTC gagal mempertahankan level support penting.
Skenario Pertama: Bitcoin Berpeluang Rebound hingga US$75.000
Analis kripto Fleh memperkirakan Juli dapat menjadi bulan yang positif bagi Bitcoin dengan target kenaikan hingga US$75.000.
“Saya memperkirakan Bitcoin (BTC) akan membentuk dasar di sekitar US$60.000 untuk sementara, lalu berpotensi naik menuju US$75.000 sebelum ada kemungkinan mengalami penurunan lagi,” tulis Fleh.
Prediksi tersebut didasarkan pada data Binance BTC/USDT Liquidation Heatmap dari CoinGlass.

Sumber Gambar: X.com/cryptofleh
Berdasarkan data tersebut, terdapat akumulasi besar posisi short di sekitar US$67.645 dengan potensi likuidasi kumulatif mencapai sekitar US$2,26 miliar.
Jika Bitcoin naik ke area tersebut, likuidasi posisi short berpotensi memicu short squeeze, yaitu lonjakan harga akibat aksi beli paksa dari trader yang menutup posisinya.

Sumber Gambar: X.com/CGT_Trader
Selain itu, data historis juga mendukung peluang pemulihan. Sejak 2013, Bitcoin mencatat rata-rata kenaikan 7,6% pada Juli, setelah Juni yang rata-rata turun 1,4%.
Bahkan pada pasar bearish, BTC sempat melonjak 20,96% pada Juli 2018 dan 16,8% pada Juli 2022.
Jika pola tersebut kembali terulang, Bitcoin berpeluang bergerak ke kisaran US$64.500 hingga US$66.100, bahkan berpotensi mencapai US$70.000 hingga US$75.000 apabila momentum bullish menguat.
Baca juga berita terkait: 21Shares Revisi Prediksi Kripto 2026, Bitcoin Masih Ikuti Siklus 4 Tahunan
Skenario Kedua: Risiko Koreksi ke US$55.000 Masih Terbuka
Di balik optimisme tersebut, risiko penurunan belum sepenuhnya hilang.
Melansir dari Cointelegraph, Bitcoin saat ini masih diperdagangkan di bawah salah satu indikator tren jangka panjang secara teknikal yang menjadi acuan penting pelaku pasar.
Pada bear market 2022, kondisi serupa sempat terjadi sebelum Bitcoin melanjutkan penurunan dan membentuk titik terendah baru.

Sumber Gambar: TradingView via Cointelegraph
Selain itu, pergerakan harga juga masih menunjukkan pola bear flag, yaitu pola analisis teknikal yang umumnya mengindikasikan tren penurunan masih dapat berlanjut setelah fase konsolidasi.
Apabila Bitcoin gagal kembali merebut level teknikal penting dan tekanan jual terus berlanjut, peluang penurunan menuju US$55.000 masih terbuka.
Kesimpulan
Bitcoin memasuki Juli 2026 dengan dua skenario yang sama-sama berpeluang terjadi.
Jika mampu mempertahankan support dan memicu short squeeze, BTC berpotensi melanjutkan kenaikan hingga mendekati US$75.000.
Sebaliknya, jika tekanan jual berlanjut dan level teknikal penting gagal dipertahankan, harga masih berisiko turun ke sekitar US$55.000.
Karena itu, pergerakan Bitcoin dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi penentu arah pasar selanjutnya.
FAQ
- Apa yang dimaksud prediksi Bitcoin Juli 2026?
Prediksi Bitcoin Juli 2026 merupakan perkiraan arah pergerakan harga BTC berdasarkan analisis teknikal, data historis, serta kondisi pasar terkini. Prediksi ini bukan jaminan bahwa harga akan bergerak sesuai skenario. - Mengapa Juli sering dianggap sebagai bulan positif bagi Bitcoin?
Data historis CoinGlass menunjukkan bahwa sejak 2013, Bitcoin mencatat rata-rata kenaikan sekitar 7,6% pada Juli. Setelah Juni yang kerap menjadi bulan lemah, Juli sering diikuti fase pemulihan harga. - Apa itu short squeeze pada Bitcoin?
Short squeeze terjadi ketika harga Bitcoin naik sehingga trader yang membuka posisi short terpaksa membeli kembali BTC untuk menutup posisi mereka. Aksi beli tersebut dapat mempercepat kenaikan harga. - Mengapa level US$60.000 penting bagi Bitcoin?
US$60.000 menjadi level psikologis sekaligus area support yang banyak diperhatikan pelaku pasar. Jika mampu bertahan di atas level ini, peluang pemulihan dapat meningkat. Sebaliknya, jika ditembus, tekanan jual bisa bertambah. - Apa arti pola bear flag dalam analisis Bitcoin?
Bear flag merupakan pola analisis teknikal yang biasanya mengindikasikan tren penurunan masih berlanjut setelah fase konsolidasi singkat. Namun, pola ini tetap memerlukan konfirmasi dari pergerakan harga berikutnya. - Faktor apa saja yang dapat memengaruhi harga Bitcoin pada Juli 2026?
Selain analisis teknikal, harga Bitcoin juga dapat dipengaruhi oleh sentimen makroekonomi, arus dana institusi, data inflasi, kebijakan suku bunga bank sentral, serta aktivitas perdagangan di pasar derivatif.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


