XRP kembali menjadi sorotan menjelang kuartal ketiga (Q3) 2026 setelah muncul sejumlah sentimen positif yang dinilai dapat memperkuat prospek aset kripto tersebut.
Pendorong utamanya berasal dari meningkatnya likuiditas RLUSD di XRP Ledger (XRPL), persetujuan regulasi di Jepang, serta perubahan arus dana yang mulai mengarah ke ekosistem Ripple.
Sejumlah analis menilai kombinasi faktor tersebut dapat memperkuat fundamental XRP dan membuka peluang pemulihan harga pada Q3 2026, meski pergerakannya tetap akan dipengaruhi kondisi pasar kripto secara keseluruhan.
RLUSD Kini Lebih Banyak Beredar di XRP Ledger
RLUSD, stablecoin besutan Ripple yang kini mulai menunjukkan perubahan distribusi likuiditas. Berdasarkan data DeFiLlama, total pasokan RLUSD telah mencapai sekitar US$1,57 miliar.
Menariknya, lebih dari US$804 juta atau sekitar 52% dari total pasokan tersebut kini berada di jaringan XRPL. Sementara itu, pasokan RLUSD di Ethereum turun menjadi sekitar US$771 juta.

Sumber Gambar: DeFiLlama
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa likuiditas RLUSD kini lebih terkonsentrasi di XRP Ledger dibandingkan Ethereum.
Kondisi ini dinilai positif karena likuiditas yang lebih besar dapat mendorong aktivitas transaksi, memperkuat ekosistem DeFi, dan meningkatkan pemanfaatan jaringan XRPL.
Seiring meningkatnya penggunaan RLUSD, ekosistem Ripple juga berpotensi berkembang lebih pesat dalam jangka panjang.
Baca juga berita terkait: Arthur Hayes Sebut XRP dan Cardano “Sampah”, Ini Alasannya
Persetujuan Jepang Jadi Sentimen Positif
Sentimen positif lainnya datang dari Jepang.
RLUSD dilaporkan telah memperoleh persetujuan regulator sehingga membuka peluang penggunaan stablecoin tersebut untuk pembayaran dan transaksi lintas batas di negara dengan sekitar 122 juta penduduk.
Persetujuan ini dinilai dapat meningkatkan kepercayaan institusi dan perusahaan terhadap RLUSD.
Jika adopsinya terus bertumbuh, aktivitas di XRP Ledger juga berpotensi meningkat dan semakin memperkuat ekosistem Ripple.
Likuiditas XRPL Tumbuh Lebih Cepat Dibanding Ethereum
Perubahan distribusi RLUSD juga diikuti oleh peningkatan likuiditas di jaringan XRPL.
Data DeFiLlama menunjukkan pasokan stablecoin di XRP Ledger meningkat lebih dari 8% dalam sepekan terakhir dengan tambahan likuiditas lebih dari US$800 juta.
Sebaliknya, pasokan stablecoin di jaringan Ethereum justru mengalami penurunan sekitar 0,3% pada periode yang sama.
Perbedaan arah pertumbuhan tersebut mulai memunculkan anggapan bahwa sebagian likuiditas di sektor DeFi perlahan bergeser menuju XRPL.
Meski belum cukup untuk menyimpulkan perubahan tren secara permanen, perkembangan ini menjadi salah satu indikator yang terus dipantau oleh pelaku pasar menjelang Q3 2026.
Arus Dana Institusi Ikut Mendukung Narasi XRP
Selain data on-chain, arus dana institusi juga menunjukkan dinamika yang menarik.

Sumber Gambar: SoSoValue
Berdasarkan data SoSoValue, produk ETF berbasis Ripple mencatat arus masuk bersih (net inflow) sebesar US$62,29 juta sepanjang Juni 2026.
Nilai tersebut memang masih lebih rendah dibanding Mei yang mencapai sekitar US$132 juta, tetapi tetap menunjukkan minat investor institusi terhadap XRP.
Di sisi lain, produk investasi berbasis Ethereum justru mengalami arus keluar bersih (net outflow) sekitar US$377 juta.
Perbedaan arus modal tersebut memperkuat narasi bahwa sebagian investor institusi mulai meningkatkan eksposur terhadap XRP dibanding Ethereum dalam jangka pendek.
Baca berita lainnya: Analis Terbelah! XRP Bisa Turun di Bawah US$1 atau Melonjak hingga US$8
Prediksi Harga XRP di Q3 2026
Mengacu pada perkembangan likuiditas RLUSD, persetujuan regulator Jepang, serta perubahan arus modal institusi, sejumlah analis mulai memasukkan faktor-faktor fundamental tersebut ke dalam proyeksi harga XRP.
Beberapa skenario memperkirakan XRP berpotensi pulih menuju kisaran US$1,5 hingga US$2 apabila momentum positif terus berlanjut.
Namun demikian, proyeksi tersebut masih bersifat spekulatif dan belum menjadi kepastian.
Pergerakan harga XRP tetap dipengaruhi oleh kondisi pasar kripto secara keseluruhan, kebijakan moneter global, sentimen investor, hingga perkembangan regulasi di berbagai negara.
Kesimpulan
Menjelang Q3 2026, XRP memperoleh sejumlah sentimen positif yang berasal dari luar pergerakan harga semata.
Dominasi RLUSD di XRP Ledger, persetujuan regulator di Jepang, pertumbuhan likuiditas jaringan, hingga arus dana institusi menjadi indikator yang menunjukkan penguatan fundamental ekosistem Ripple.
Meski demikian, seluruh perkembangan tersebut masih perlu dibuktikan melalui peningkatan aktivitas jaringan dan kondisi pasar yang mendukung.
Bagi investor, data ini lebih tepat dipandang sebagai sinyal yang layak dipantau daripada jaminan bahwa XRP akan langsung memasuki tren bullish baru.
FAQ
- Apakah RLUSD dapat langsung membuat harga XRP naik?
Tidak. RLUSD tidak secara langsung menentukan harga XRP. Namun, peningkatan penggunaan RLUSD dapat memperkuat aktivitas di XRP Ledger sehingga berpotensi memberikan sentimen positif terhadap XRP dalam jangka panjang. - Mengapa persetujuan RLUSD di Jepang dianggap penting?
Jepang memiliki regulasi aset digital yang ketat. Persetujuan regulator membuka peluang penggunaan RLUSD secara lebih luas untuk pembayaran dan transaksi, sehingga dapat meningkatkan aktivitas di jaringan XRP Ledger. - Apa hubungan RLUSD dengan XRP Ledger?
RLUSD merupakan stablecoin yang diterbitkan Ripple dan tersedia di XRP Ledger. Semakin tinggi penggunaan RLUSD di jaringan tersebut, semakin besar pula potensi pertumbuhan aktivitas ekonomi dalam ekosistem XRPL. - Mengapa analis membandingkan XRP dengan Ethereum?
Perbandingan dilakukan karena RLUSD tersedia di kedua jaringan. Pergeseran distribusi RLUSD dari Ethereum ke XRP Ledger dianggap sebagai indikator perubahan arah likuiditas yang dapat memengaruhi performa kedua aset. - Faktor apa saja yang dapat memengaruhi harga XRP di Q3 2026?
Selain perkembangan RLUSD, harga XRP juga dipengaruhi oleh arus dana institusi, kondisi pasar kripto global, kebijakan suku bunga, regulasi aset digital, aktivitas on-chain, serta sentimen investor secara keseluruhan. - Apa itu XRP Ledger (XRPL)?
XRP Ledger adalah blockchain yang dikembangkan untuk mendukung transaksi cepat, biaya rendah, serta berbagai aplikasi seperti pembayaran lintas negara, tokenisasi aset, dan penerbitan stablecoin seperti RLUSD.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita XRP, #Crypto ETF, #Berita Stablecoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


