Pendiri BitMEX, Arthur Hayes, melontarkan kritik pedas terhadap Ripple (XRP) dan Cardano (ADA).
Ia menyebut kedua proyek tersebut sebagai “sampah” (trash) karena dinilai tidak lagi memiliki perkembangan yang signifikan.
Meski begitu, Hayes menilai XRP dan Cardano tetap berpotensi bertahan dalam jangka panjang berkat komunitasnya yang besar dan loyal.
Arthur Hayes Nilai XRP dan Cardano Tidak Memberikan Kemajuan Nyata
UPDATE: Arthur Hayes says “#Cardano and Ripple do absolutely nothing, however, if the community gets wealthy alongside the Founders, they will be with you forever. In 15 years, $ADA will probably still be in the Top 50, and people will continue to support it.” pic.twitter.com/DZwWFG7PX5
— Angry Crypto Show (@angrycryptoshow) June 29, 2026
Hayes menilai Ripple dan Cardano tidak lagi menunjukkan perkembangan yang mampu memperkuat fundamental proyek. Meski begitu, ia mengakui keduanya tetap bertahan berkat komunitas yang sangat loyal.
“Cardano dan Ripple sama sekali tidak melakukan apa-apa. Namun, jika komunitasnya ikut menjadi kaya bersama para pendirinya, mereka akan terus setia mendukung proyek tersebut selamanya,” ujar Hayes dikutip dari BitcoinSistemi.
Menurut Hayes, investor yang telah meraih keuntungan dari XRP dan ADA pada siklus sebelumnya cenderung terus mendukung kedua proyek tersebut.
Ia pun menilai kekuatan komunitas menjadi alasan utama mengapa keduanya masih mampu mempertahankan eksistensinya di pasar.
Baca berita lainnya: Sudah Naik 10x Lipat di Juni 2026, Arthur Hayes Tetap Borong Altcoin Ini
Cardano Dikritik Lebih Keras
Meski menyebut XRP dan Cardano secara bersamaan, sebagian besar kritik Hayes sebenarnya diarahkan kepada Cardano.
Ia membandingkan Cardano dengan perusahaan teknologi AI yang setidaknya memiliki produk, pendapatan, maupun keuntungan.
Sebaliknya, Hayes menilai Cardano gagal membangun fundamental yang seharusnya berkembang sejak proyek tersebut diluncurkan.
“Setidaknya saham AI masih memiliki fundamental. Cardano sebenarnya punya peluang untuk memperkuat fundamentalnya. Namun, ADA sama sekali tidak melakukan apa-apa. Proyek ini menjanjikan banyak hal, tetapi tidak ada yang benar-benar berhasil diwujudkan.”
Hayes juga menyinggung bahwa Cardano sempat memiliki peluang besar untuk membangun ekosistem smart contract yang kompetitif.
Namun menurutnya, perkembangan tersebut tidak pernah benar-benar terealisasi sesuai harapan pasar. Bahkan, ia kembali menegaskan pandangannya.
“Cardano itu sampah, mereka tidak menghasilkan apa pun. Hal terbaik dari proyek ini hanyalah tokenomics yang sejak awal memang cukup baik. ADA sudah lama berada di pasar dan harganya pernah naik sangat tinggi, sehingga banyak orang menyukainya. Smart contract? Tidak pernah benar-benar berhasil. Kemajuan nyata apa yang sudah dicapai? Nol.”
Meski Dikritik, Hayes Yakin ADA Tetap Bertahan Lama
Menariknya, di balik kritik tersebut Hayes justru mengakui bahwa Cardano kemungkinan masih akan bertahan dalam waktu yang sangat panjang.
Menurutnya, ADA berpotensi tetap berada di jajaran 50 aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar bahkan hingga 15 tahun mendatang.
Alasannya bukan karena perkembangan teknologinya, melainkan karena efek jaringan (network effect), sejarah panjang proyek, serta komunitas yang terus mempertahankan dukungannya.
Pandangan serupa juga berlaku untuk XRP. Hayes menilai komunitas Ripple merupakan salah satu yang paling solid di industri kripto sehingga mampu menjaga eksistensi proyek tersebut meski ia menganggap inovasinya tidak lagi terlalu menonjol.
Baca juga berita terkait: 4 AI Prediksi Harga XRP di Akhir 2026, Berapa Target Tertingginya?
Kritik Hayes Memicu Perdebatan
Pernyataan Arthur Hayes langsung memicu perdebatan di kalangan komunitas kripto.
Di satu sisi, sebagian pihak menilai kritik tersebut mencerminkan persaingan yang semakin ketat antar blockchain dalam menghadirkan utilitas nyata, adopsi, dan aktivitas pengembangan.
Namun di sisi lain, pendukung Cardano maupun XRP berpendapat bahwa kedua ekosistem masih terus berkembang melalui berbagai pembaruan teknologi dan kemitraan baru.
Ripple, misalnya, masih aktif mengembangkan ekosistem XRP Ledger untuk kebutuhan pembayaran lintas negara, tokenisasi aset dunia nyata (RWA), stablecoin RLUSD, hingga sidechain EVM.
Sementara Cardano terus mengembangkan tata kelola on-chain, solusi skalabilitas seperti Hydra, serta peningkatan ekosistem decentralized finance (DeFi), meski laju adopsinya dinilai lebih lambat dibanding beberapa blockchain pesaing.
Dengan demikian, pernyataan Hayes lebih mencerminkan pandangan pribadinya terhadap fundamental kedua proyek dibandingkan kesimpulan yang telah menjadi konsensus di industri.
Kesimpulan
Komentar Arthur Hayes menunjukkan bahwa komunitas dan sejarah sebuah proyek masih memiliki pengaruh besar terhadap keberlangsungan aset kripto.
Meski ia menilai XRP dan Cardano gagal menghadirkan perkembangan yang signifikan, Hayes tetap mengakui keduanya kemungkinan akan bertahan dalam jangka panjang berkat basis pengguna yang sangat loyal.
Perdebatan mengenai fundamental, utilitas, dan adopsi XRP maupun Cardano pun diperkirakan masih akan terus menjadi perhatian investor seiring berkembangnya industri aset digital.
FAQ
- Apa yang dimaksud Arthur Hayes saat menyebut XRP dan Cardano “sampah”?
Hayes mengkritik fundamental kedua proyek yang menurutnya tidak lagi menunjukkan perkembangan signifikan. Ia menilai nilai utama XRP dan Cardano saat ini lebih banyak ditopang oleh komunitas dibanding inovasi terbaru. - Apakah Arthur Hayes memprediksi XRP dan Cardano akan hilang dari pasar?
Tidak. Justru Hayes mengatakan Cardano kemungkinan masih akan masuk dalam 50 besar aset kripto berdasarkan kapitalisasi pasar hingga sekitar 15 tahun ke depan karena memiliki komunitas yang sangat kuat. - Mengapa komunitas dianggap penting dalam dunia kripto?
Komunitas berperan menjaga adopsi, likuiditas, serta minat investor terhadap suatu aset. Proyek dengan komunitas besar umumnya memiliki daya tahan lebih tinggi ketika kondisi pasar sedang lesu. - Apakah Cardano dan XRP masih terus dikembangkan?
Ya. Ripple masih mengembangkan XRP Ledger, tokenisasi aset, stablecoin RLUSD, dan sidechain EVM. Sementara Cardano melanjutkan pengembangan Hydra, governance on-chain, serta ekosistem DeFi. - Apakah kritik Arthur Hayes dapat memengaruhi harga XRP dan ADA?
Komentar dari tokoh berpengaruh memang dapat memicu sentimen pasar dalam jangka pendek. Namun, pergerakan harga aset kripto tetap dipengaruhi banyak faktor lain seperti kondisi makroekonomi, adopsi teknologi, aktivitas on-chain, dan sentimen investor secara keseluruhan.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Arthur Hayes, #Berita Tokoh Kripto Dunia






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


