Bitcoin (BTC) diperkirakan masih menghadapi tekanan sepanjang kuartal ketiga (Q3) 2026 sebelum berpotensi membentuk titik terendah (major bottom) menjelang kuartal keempat (Q4).
Melansir dari Investing, Global Head of Market Research di StoneX, Matthew Weller, dalam laporan terbarunya menggabungkan analisis siklus halving, kondisi makroekonomi, arus dana ETF Bitcoin, hingga sejumlah indikator on-chain.
Meski prospek jangka pendek dinilai masih menantang, Weller melihat peluang pemulihan mulai terbuka pada akhir tahun apabila sejumlah indikator terus menunjukkan perbaikan.
Siklus Halving Dinilai Masih Relevan

Sumber Gambar: TradingView StoneX via Investing.com
Dalam laporannya, Weller menilai siklus empat tahunan Bitcoin masih menjadi acuan penting untuk membaca arah pasar.
Halving terakhir yang berlangsung pada April 2024 berhasil menurunkan laju penerbitan Bitcoin baru menjadi kurang dari 1% per tahun, bahkan lebih rendah dibandingkan tingkat inflasi pasokan emas.
Secara historis, periode setelah halving biasanya diawali fase bull market, kemudian diikuti koreksi besar sebelum membentuk dasar harga baru.
Berdasarkan pola tersebut, ia memperkirakan puncak siklus terakhir terjadi pada awal kuartal IV 2025. Jika pola historis kembali terulang, maka Bitcoin diperkirakan baru akan membentuk bottom yang lebih kuat mendekati awal kuartal IV 2026.
Kondisi Makro Masih Menjadi Tantangan
Selain faktor siklus, kondisi makroekonomi juga dinilai belum sepenuhnya mendukung kenaikan harga Bitcoin.
Menurut Weller, sejumlah bank sentral mulai menunjukkan sikap yang lebih hawkish di tengah kekhawatiran inflasi kembali meningkat. Jika suku bunga kembali dinaikkan, aset berisiko seperti saham maupun kripto umumnya akan menghadapi tekanan karena investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen yang lebih aman.

Sumber Gambar: TradingView StoneX via Investing.com
Di sisi lain, pertumbuhan jumlah uang beredar global (M2) juga mulai melambat. Sebelumnya, pertumbuhan M2 sempat mendekati 12% secara tahunan, namun kini turun menjadi sekitar 6%.
Perlambatan tersebut berpotensi mengurangi likuiditas di pasar keuangan. Dalam beberapa tahun terakhir, peningkatan likuiditas global menjadi salah satu faktor yang turut mendorong kenaikan harga aset digital, termasuk Bitcoin.
Baca lainnya: 21Shares Revisi Prediksi Kripto 2026, Bitcoin Masih Ikuti Siklus 4 Tahunan
Arus Dana ETF Bitcoin Mulai Kehilangan Momentum
Laporan tersebut juga menyoroti perkembangan ETF spot Bitcoin di Amerika Serikat.

Sumber Gambar: Farside Investors
Sejak diluncurkan, ETF spot Bitcoin telah mencatat total arus masuk dana (inflow) mendekati US$53 miliar. Namun, menurut Weller, laju inflow tersebut mulai melambat sejak pertengahan 2025.
Apabila minat investor institusi terhadap ETF kembali meningkat, kondisi ini berpotensi menjadi katalis positif bagi harga Bitcoin. Sebaliknya, jika arus dana terus melemah atau bahkan berubah menjadi outflow, tekanan terhadap pasar dapat semakin besar.
Valuasi Bitcoin Mulai Mendekati Area Menarik
Meski prospek jangka pendek masih cenderung bearish, beberapa indikator mulai menunjukkan sinyal yang lebih positif.
Salah satunya adalah MVRV Z-Score, yaitu indikator yang membandingkan nilai pasar Bitcoin dengan nilai realisasi seluruh BTC yang beredar.

Sumber Gambar: Bitcoin Magazine
Saat ini, MVRV Z-Score berada di sekitar 0,3. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan puncak siklus sebelumnya yang sempat berada di atas 3 dan mulai mendekati area yang selama ini sering dikaitkan dengan fase akhir bear market.
Walaupun indikator tersebut belum dapat memastikan bahwa Bitcoin telah mencapai titik terendah, kondisi valuasi saat ini dinilai jauh lebih menarik dibandingkan saat pasar berada di puncak euforia.
Holder Jangka Panjang Masih Bertahan
Faktor lain yang menjadi perhatian adalah perilaku investor jangka panjang atau long-term holder.
Data menunjukkan proporsi Bitcoin yang tidak berpindah tangan selama lebih dari satu tahun memang turun dari rekor tertinggi di atas 70% menjadi di bawah 59%. Namun, dalam beberapa waktu terakhir trennya mulai kembali meningkat.
Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar pemegang Bitcoin jangka panjang masih memilih mempertahankan asetnya meski pasar sedang berada dalam fase bearish.
Menurut Weller, ketahanan kelompok holder ini dapat membantu mengurangi tekanan jual ketika pasar mulai memasuki fase pemulihan.
Baca juga berita terkait: 4 AI Prediksi Harga XRP di Akhir 2026, Berapa Target Tertingginya?
Analisis Teknikal Masih Menunjukkan Tren Turun
Dari sisi teknikal, Weller menilai struktur pasar Bitcoin belum berubah. Bitcoin masih membentuk pola lower high dan lower low, yang merupakan ciri utama tren bearish.

Sumber Gambar: TradingView StoneX via Investing.com
Jika level terendah tahun ini di sekitar US$60.000 berhasil ditembus, area support berikutnya diperkirakan berada di kisaran pertengahan US$50.000.
Sementara itu, agar tren mulai berubah menjadi lebih positif, Bitcoin perlu kembali menembus area resistance sekitar US$66.000, kemudian melanjutkan kenaikan hingga melewati puncak Mei di sekitar US$83.000.
Selama kedua level tersebut belum berhasil dilewati, ia menyarankan investor tetap bersabar sambil menunggu konfirmasi perubahan tren yang lebih kuat.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Matthew Weller memperkirakan Bitcoin masih berpotensi menghadapi tekanan selama Q3 2026.
Pandangan tersebut didasarkan pada kombinasi siklus empat tahunan pasca-halving, perlambatan pertumbuhan uang beredar global, kebijakan moneter yang lebih ketat, serta melambatnya arus dana ke ETF spot Bitcoin.
Meski demikian, sejumlah indikator mulai memberikan sinyal yang lebih konstruktif.
Valuasi Bitcoin yang semakin mendekati area undervalued berdasarkan MVRV Z-Score, ditambah ketahanan long-term holder, membuka peluang terbentuknya bottom pada Q4 2026 sebelum pasar berpotensi memasuki fase pemulihan menuju siklus halving berikutnya pada 2028.
FAQ
- Apakah Bitcoin diprediksi akan terus turun sepanjang 2026?
Belum tentu. Analisis Matthew Weller menunjukkan tekanan diperkirakan masih berlangsung pada Q3 2026, tetapi peluang pembentukan bottom mulai meningkat menjelang Q4 2026. - Apa yang dimaksud dengan bottom Bitcoin?
Bottom adalah titik terendah suatu siklus harga sebelum aset mulai memasuki fase pemulihan atau tren naik yang baru. - Mengapa siklus halving Bitcoin penting?
Halving mengurangi jumlah Bitcoin baru yang masuk ke pasar. Secara historis, peristiwa ini sering diikuti bull market, kemudian koreksi, dan akhirnya pembentukan siklus baru. - Apa itu MVRV Z-Score Bitcoin?
MVRV Z-Score merupakan indikator on-chain yang membandingkan nilai pasar Bitcoin dengan nilai realisasi seluruh BTC yang beredar. Indikator ini sering digunakan untuk menilai apakah Bitcoin berada di area overvalued atau undervalued. - Mengapa ETF Bitcoin memengaruhi harga BTC?
ETF spot Bitcoin menjadi salah satu jalur utama masuknya dana institusi ke pasar kripto. Ketika inflow meningkat, permintaan terhadap Bitcoin biasanya ikut naik. Sebaliknya, jika inflow melambat atau berubah menjadi outflow, tekanan terhadap harga dapat meningkat. - Mengapa kebijakan suku bunga memengaruhi Bitcoin?
Suku bunga yang lebih tinggi membuat investor cenderung mengalihkan dana ke aset berisiko rendah. Sebaliknya, ketika suku bunga turun dan likuiditas meningkat, aset berisiko seperti Bitcoin umumnya memperoleh sentimen yang lebih positif.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


