Charles Hoskinson, pendiri Cardano (ADA), mengaku telah mengubah pandangannya terhadap model bisnis Ripple dan XRP.
Setelah bertahun-tahun mengkritiknya, ia kini menilai pendekatan yang menggabungkan perusahaan dengan blockchain tersebut efektif mendorong adopsi institusi.
Dalam diskusinya di kanal YouTube Gokhshtein News Network, Hoskinson bahkan mengaku telah “melempar handuk”, menandakan dirinya tak lagi memperdebatkan efektivitas model tersebut.
Ripple Dinilai Berhasil Membangun Nilai Lewat Aktivitas Bisnis
Hoskinson menilai kekuatan Ripple bukan hanya berasal dari teknologinya, tetapi juga dari strategi bisnis yang dijalankan perusahaan.
Ia mencontohkan akuisisi Hidden Road, ekspansi kemitraan, dan perolehan lisensi sebagai langkah yang memperkuat nilai XRP Ledger di mata pasar.
“Brad dan timnya baru saja mengakuisisi sebuah prime broker dan melakukan berbagai langkah lainnya. Memang itu adalah perusahaan yang terpusat, bukan? Namun mereka tahu perusahaan tersebut akan menggunakan XRP Ledger, sehingga pada akhirnya tercipta semacam siklus positif. Upaya yang dilakukan satu pihak justru mendorong peningkatan nilai dari ekosistem itu sendiri,” kata Hoskinson dikutip dari CoinPedia.
Menurut Hoskinson, langkah-langkah tersebut menciptakan virtuous cycle, yaitu ketika perkembangan bisnis Ripple ikut meningkatkan utilitas XRP Ledger sehingga menarik lebih banyak perhatian investor dan institusi.
Baca juga berita terkait: Canggih! XRP Kini Bisa Dipakai Booking 2,2 Juta Hotel di 230 Negara
Dari Penolakan Menjadi Pengakuan
Hoskinson mengaku dirinya pernah menjadi salah satu pihak yang paling vokal mengkritik model seperti Ripple karena lebih percaya pada konsep blockchain yang sepenuhnya terdesentralisasi.
Namun, ia menilai dinamika industri telah menunjukkan hasil yang berbeda dari ekspektasinya.
“Tidak ada yang salah dengan model itu. Saya sudah lama menentangnya. Maksud saya, saya sudah lama menyerah memperdebatkan hal itu,” jelasnya.
Ia mengatakan tidak ada yang salah dengan pendekatan tersebut. Menurutnya, pasar telah memberikan jawaban mengenai model mana yang saat ini paling mampu menciptakan pertumbuhan.
Hoskinson bahkan menunjuk posisi sejumlah proyek di CoinMarketCap sebagai contoh.
“Coba lihat CoinMarketCap. Lihat posisi XRP, BNB, Circle, dan Tether. Di sanalah seluruh pertumbuhan industri saat ini terjadi,” lanjutnya.
Pernyataan itu merujuk pada proyek-proyek yang memiliki keterkaitan erat dengan entitas bisnis aktif, seperti Ripple (XRP), Binance (BNB), Circle (USDC), dan Tether (USDT).
Web 2.5, Pendekatan yang Kini Mendominasi Pertumbuhan
Hoskinson menyebut pola tersebut sebagai Web 2.5, yaitu model yang menggabungkan perusahaan terpusat dengan infrastruktur blockchain.
Dalam pendekatan ini, perusahaan tetap menjalankan fungsi bisnis seperti memperoleh lisensi, melakukan akuisisi, menjalin kerja sama dengan institusi, dan mengembangkan layanan komersial. Di sisi lain, blockchain menjadi fondasi teknologi yang menopang aktivitas tersebut.
Menurut Hoskinson, kombinasi inilah yang saat ini paling efektif menarik modal dan partisipasi institusi dibanding proyek yang hanya mengandalkan komunitas atau tata kelola terdesentralisasi.
Baca berita lainnya: XRP Makin Langka di Exchange, Benarkah Harganya Siap Meledak?
Gelombang Adopsi Diperkirakan Akan Meluas ke Web3
Meski mengakui keberhasilan model Web 2.5, Hoskinson tidak menilai pendekatan ini akan menggantikan visi Web3 sepenuhnya.
Sebaliknya, ia memperkirakan proyek seperti Ripple, Circle, dan Tether akan menjadi pintu masuk bagi jutaan hingga miliaran pengguna baru ke industri aset digital.
Ketika infrastruktur cross-chain dan interoperabilitas semakin matang, arus pengguna tersebut berpotensi mengalir ke berbagai ekosistem blockchain lain yang lebih terdesentralisasi.
Karena itu, ia melihat proyek yang berfokus pada interoperabilitas dan privasi memiliki peluang besar memanfaatkan gelombang adopsi berikutnya.
Kesimpulan
Perubahan sikap Charles Hoskinson menunjukkan bahwa pendekatan hybrid ala Ripple kini mendapat pengakuan, bahkan dari salah satu pendukung kuat blockchain yang sepenuhnya terdesentralisasi.
Meski bukan berarti XRP lebih unggul secara teknologi, Hoskinson menilai model yang menggabungkan perusahaan dan blockchain terbukti efektif mempercepat adopsi institusi di industri kripto.
FAQ
- Apa yang dimaksud Charles Hoskinson dengan model XRP?
Model XRP yang dimaksud Hoskinson adalah pendekatan Ripple yang menggabungkan aktivitas perusahaan dengan pengembangan blockchain. Menurutnya, langkah bisnis seperti akuisisi, kemitraan, dan kepatuhan regulasi ikut meningkatkan nilai ekosistem XRP Ledger. - Mengapa Charles Hoskinson mengubah pandangannya terhadap Ripple?
Hoskinson menilai perkembangan industri menunjukkan bahwa model hybrid seperti Ripple lebih efektif menarik institusi dan mendorong pertumbuhan dibanding pendekatan blockchain yang sepenuhnya terdesentralisasi. - Apa itu Web 2.5 dalam industri crypto?
Web 2.5 adalah istilah yang digunakan Hoskinson untuk menggambarkan proyek blockchain yang didukung perusahaan aktif. Perusahaan membangun bisnis dan memenuhi regulasi, sementara blockchain menjadi infrastruktur utama ekosistemnya. - Apakah Charles Hoskinson mengatakan XRP lebih baik daripada Cardano?
Tidak. Hoskinson tidak membandingkan kemampuan teknologi XRP dengan Cardano. Ia lebih menyoroti efektivitas model bisnis Ripple dalam mempercepat adopsi dan membangun jaringan institusi. - Mengapa Ripple dianggap berhasil menarik adopsi institusi?
Ripple aktif menjalin kemitraan dengan lembaga keuangan, memperluas lisensi regulasi, serta melakukan ekspansi bisnis seperti akuisisi Hidden Road. Langkah-langkah tersebut dinilai memperkuat kepercayaan terhadap XRP Ledger. - Apa dampak pengakuan Hoskinson terhadap industri crypto?
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa sebagian pelaku industri mulai melihat kolaborasi antara perusahaan dan blockchain sebagai salah satu pendekatan yang efektif untuk mempercepat adopsi aset digital, terutama di kalangan institusi.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita XRP, #Berita Tokoh Kripto Dunia, #Berita Blockchain






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


