Cadangan XRP di exchange Binance terus menyusut hingga menyentuh level terendah dalam beberapa tahun terakhir.
Di saat yang sama, indikator Binance Scarcity Index melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari dua tahun, memicu spekulasi bahwa tekanan jual mulai melemah dan membuka peluang kenaikan harga XRP.

Sumber Gambar: X.com/ArabxChain
Data terbaru dari CryptoQuant menunjukkan Binance Scarcity Index XRP kini berada di kisaran 0,77, level tertinggi sejak lebih dari dua tahun terakhir.
Kondisi tersebut terjadi ketika harga XRP diperdagangkan di sekitar US$1,13, menandakan semakin sedikit pasokan XRP yang tersedia untuk dijual di salah satu crypto exchange terbesar di dunia.
Cadangan XRP di Binance Turun 20%
Meningkatnya Binance Scarcity Index sejalan dengan terus berkurangnya cadangan XRP yang tersimpan di Binance.

Sumber Gambar: CryptoQuant
Berdasarkan data CryptoQuant, jumlah XRP di Binance turun dari sekitar 3,27 miliar XRP pada November 2024 menjadi sekitar 2,6 miliar XRP pada awal Juli 2026. Artinya, sekitar 650 juta XRP, atau sekitar 20% dari total cadangan, telah keluar dari exchange tersebut.
Penurunan ini bahkan berlangsung lebih cepat dalam beberapa bulan terakhir. Sejak Mei 2026, cadangan XRP berkurang dari sekitar 2,8 miliar XRP menjadi 2,6 miliar XRP, bertepatan dengan melonjaknya Binance Scarcity Index.
Secara umum, berkurangnya aset di exchange sering dipandang sebagai sinyal bahwa investor memilih menyimpan aset di wallet pribadi daripada menyiapkannya untuk dijual.
Akibatnya, tekanan jual berpotensi menjadi lebih rendah dibandingkan ketika pasokan di exchange melimpah.
Baca berita terbaru: Senat AS Targetkan Draft Final CLARITY Act Sebelum 7 Agustus 2026
Apa Arti Binance Scarcity Index?
Binance Scarcity Index merupakan indikator yang mengukur tingkat kelangkaan XRP di Binance dibandingkan periode sebelumnya.
Semakin tinggi nilainya, semakin sedikit XRP yang tersedia di exchange untuk diperdagangkan. Sebaliknya, nilai yang rendah biasanya menunjukkan banyak investor mengirim XRP ke exchange untuk dijual.
Situasi saat ini berbeda dengan akhir 2024. Ketika XRP sempat melonjak mendekati US$3, banyak investor memindahkan aset mereka ke Binance untuk mengambil keuntungan sehingga indeks sempat turun tajam.
Kini kondisinya justru berbalik. XRP keluar dari exchange ketika harga masih berada jauh di bawah puncaknya, sehingga pasokan yang siap dijual semakin berkurang.
Short Squeeze Jadi Pendorong Kenaikan Harga
Meski pasokan di exchange menurun, analis menilai faktor tersebut belum cukup untuk memastikan tren bullish berlanjut.

Sumber Gambar: Coinglass
Data Coinglass menunjukkan funding rate XRP sempat berubah negatif pada akhir Juni ketika harga mendekati US$1. Saat itu banyak trader membuka posisi short dengan harapan harga akan turun lebih dalam.
Namun, harga justru berhasil memantul dari area tersebut. Kondisi ini memaksa sebagian trader short menutup posisinya dengan membeli kembali XRP, sehingga memicu fenomena short squeeze dan membantu mendorong harga naik ke sekitar US$1,13.
Saat ini funding rate telah kembali positif, menunjukkan posisi pasar mulai kembali seimbang setelah tekanan short mereda.
Baca juga berita terkait: Prediksi Harga XRP di Q3 2026: Jepang dan RLUSD Jadi Sinyal Bullish Baru?
Area US$1,20 Jadi Penentu Arah Berikutnya

Sumber Gambar: TradingView
Melansir dari Be(in)crypto, dari sisi teknikal, XRP kini menghadapi area resistance penting di sekitar US$1,20.
Jika harga mampu ditutup di atas level tersebut dengan dukungan volume yang lebih besar, peluang menuju kisaran US$1,35 hingga US$1,40 semakin terbuka.
Sebaliknya, apabila harga kembali turun di bawah US$1, struktur pemulihan saat ini berpotensi gagal.
Selain itu, volume perdagangan selama reli terbaru masih relatif rendah, menandakan permintaan di pasar spot belum sepenuhnya mengonfirmasi kenaikan harga.
Kesimpulan
Lonjakan Binance Scarcity Index menunjukkan XRP semakin langka di exchange setelah sekitar 650 juta XRP keluar dari Binance sejak November 2024.
Berkurangnya pasokan ini berpotensi mengurangi tekanan jual dan menjadi sentimen positif bagi harga.
Meski demikian, kelangkaan pasokan saja belum cukup untuk memastikan XRP memasuki tren bullish baru.
Pergerakan harga selanjutnya masih akan sangat bergantung pada masuknya permintaan baru serta kemampuan XRP menembus area resistance US$1,20 dengan volume perdagangan yang lebih kuat.
FAQ
- Apa itu Binance Scarcity Index XRP?
Binance Scarcity Index adalah indikator on-chain yang mengukur tingkat kelangkaan XRP di Binance. Semakin tinggi nilainya, semakin sedikit XRP yang tersedia di exchange untuk dijual. - Mengapa XRP yang keluar dari exchange dianggap bullish?
Ketika investor memindahkan XRP ke wallet pribadi, aset tersebut umumnya tidak langsung tersedia untuk diperdagangkan. Hal ini dapat mengurangi tekanan jual jika permintaan tetap stabil atau meningkat. - Apakah Binance Scarcity Index menjamin harga XRP akan naik?
Tidak. Indikator ini hanya menunjukkan kondisi pasokan. Harga XRP tetap dipengaruhi oleh permintaan pasar, sentimen investor, kondisi makroekonomi, serta aktivitas perdagangan di pasar spot dan derivatif. - Apa yang dimaksud dengan short squeeze pada XRP?
Short squeeze terjadi ketika harga justru naik saat banyak trader memasang posisi short. Kondisi tersebut memaksa mereka membeli kembali XRP untuk menutup posisi, sehingga kenaikan harga menjadi lebih cepat. - Mengapa level US$1,20 penting bagi harga XRP?
Area US$1,20 merupakan resistance terdekat berdasarkan analisis teknikal. Jika berhasil ditembus dengan volume yang kuat, peluang kenaikan menuju kisaran US$1,35 hingga US$1,40 menjadi lebih besar. - Apa perbedaan exchange reserve dengan Binance Scarcity Index?
Exchange reserve menunjukkan jumlah XRP yang tersimpan di exchange, sedangkan Binance Scarcity Index mengukur tingkat kelangkaan pasokan XRP berdasarkan perubahan cadangan tersebut. Keduanya sering digunakan bersama untuk menganalisis potensi tekanan jual di pasar.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita XRP, #Berita Cryptocurrency Exchange, #Berita Pergerakan Harga Crypto, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


