Bitcoin (BTC) kembali menguat ke level US$63.000 setelah mengalami koreksi lebih dari 3% akibat meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

Sumber Gambar: CoinMarketCap
Pemulihan tersebut membuat sejumlah trader menilai tekanan jual mulai mereda, meski pasar masih menghadapi risiko dari kondisi ekonomi global.
Melansir dari Bitcoin.com News, Bitcoin sempat turun di bawah US$61.500 sebelum kembali bergerak naik dan mempertahankan level di atas US$62.000.
Bitcoin Pulih Setelah Tertekan Sentimen Geopolitik
Penurunan Bitcoin terjadi ketika pasar global merespons meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Ketidakpastian geopolitik membuat investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk aset kripto.
Namun, tekanan tersebut mulai mereda setelah Bitcoin berhasil melakukan pemulihan. Pada perdagangan berikutnya, BTC bergerak stabil di kisaran US$62.500 hingga US$63.000.
Saat laporan tersebut diterbitkan, Bitcoin diperdagangkan sekitar US$62.700 dengan kenaikan sekitar 1% dalam 24 jam terakhir.
Pergerakan ini membuat kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar US$1,26 triliun dan menjaga performa positif BTC sepanjang awal Juli 2026.
Baca juga berita terkait: Bitcoin Miner Beralih ke AI, Investor Langsung Memburu Sahamnya
Likuidasi Bitcoin Turun, Tekanan Jual Mulai Berkurang
Selain pergerakan harga, kondisi pasar derivatif juga menunjukkan adanya penurunan tekanan dibandingkan sesi sebelumnya.
Data Coinglass mencatat total likuidasi posisi Bitcoin, baik long maupun short, hampir mencapai US$52 juta.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya ketika posisi long Bitcoin senilai sekitar US$65 juta mengalami likuidasi.
Penurunan likuidasi menunjukkan tekanan dari penjualan paksa mulai berkurang. Kondisi ini memberikan ruang bagi pasar untuk melakukan konsolidasi setelah mengalami pergerakan turun yang cukup cepat.
Trader Terbelah Melihat Prospek Bitcoin Berikutnya
Meski pemulihan mulai terlihat, pelaku pasar masih memiliki pandangan berbeda terhadap arah Bitcoin selanjutnya.
Sebagian analis menilai pergerakan harga BTC masih dipengaruhi faktor makro, terutama ketegangan geopolitik, potensi kenaikan harga energi, serta perubahan ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Dalam kondisi tersebut, dolar AS dapat kembali menjadi pilihan investor sebagai aset lindung nilai, sehingga berpotensi memberikan tekanan sementara terhadap aset berisiko seperti Bitcoin.
Di sisi lain, investor bullish melihat koreksi terbaru sebagai peluang akumulasi. Mereka berpendapat bahwa karakteristik Bitcoin dengan pasokan terbatas tetap menjadi faktor pendukung dalam jangka panjang, terutama ketika ketidakpastian ekonomi dan utang global meningkat.
Sejumlah trader bahkan menyebut penurunan sebelumnya sebagai bear trap karena Bitcoin mampu kembali bergerak naik setelah mengalami tekanan jual.
Baca berikutnya: BlackRock Mulai Kurangi Saham AI, Berpotensi Beralih ke Bitcoin?
Pasar Global Mulai Meredakan Kekhawatiran Konflik
Pergerakan pasar global menunjukkan respons yang relatif lebih stabil setelah gejolak awal akibat konflik geopolitik.
Indeks saham utama di Asia dan Eropa tetap mencatatkan penguatan, sementara pasar saham Amerika Serikat juga bergerak positif secara terbatas.
Di pasar energi, harga minyak Brent yang sebelumnya sempat menembus US$80 per barel kembali turun dan berada di bawah US$76 per barel.
Meski sentimen pasar mulai membaik, investor masih memperhatikan perkembangan konflik di Timur Tengah. Eskalasi lebih lanjut berpotensi meningkatkan volatilitas pada aset keuangan global, termasuk Bitcoin.
Kesimpulan
Kembalinya Bitcoin ke area US$63.000 menunjukkan bahwa tekanan jual mulai kehilangan momentum setelah koreksi tajam sebelumnya.
Penurunan likuidasi serta munculnya kembali minat beli menjadi faktor yang membantu pemulihan harga BTC dalam jangka pendek.
Namun, pasar kripto masih menghadapi sejumlah tantangan dari kondisi makroekonomi dan geopolitik global.
Investor akan terus mencermati apakah Bitcoin mampu mempertahankan momentum pemulihan atau kembali menghadapi tekanan baru dari sentimen eksternal.
FAQ
- Apa penyebab Bitcoin turun sebelum kembali naik ke US$63.000?
Bitcoin mengalami tekanan akibat meningkatnya ketidakpastian global setelah konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Kondisi tersebut membuat investor mengurangi risiko pada aset seperti kripto. - Apa arti Bitcoin reclaim level US$63.000?
Bitcoin reclaim US$63.000 berarti harga BTC berhasil kembali melewati level yang sebelumnya hilang akibat tekanan jual. Dalam analisis pasar, kondisi ini dapat menunjukkan bahwa pembeli mulai kembali mengambil kendali. - Apakah koreksi Bitcoin menandakan tren bearish?
Tidak selalu. Koreksi harga merupakan bagian dari pergerakan pasar. Arah tren Bitcoin biasanya dipengaruhi oleh kombinasi faktor seperti permintaan investor, kondisi makro, sentimen pasar, dan volume perdagangan. - Apa faktor yang dapat memengaruhi harga Bitcoin dalam waktu dekat?
Beberapa faktor yang dapat memengaruhi harga Bitcoin antara lain kebijakan suku bunga The Fed, pergerakan dolar AS, kondisi pasar global, aktivitas investor institusi, serta perkembangan geopolitik. - Mengapa likuidasi penting dalam analisis harga Bitcoin?
Likuidasi dapat memberikan gambaran mengenai tekanan yang terjadi di pasar derivatif. Lonjakan likuidasi sering menunjukkan banyak posisi trader yang terpaksa ditutup, sementara penurunan likuidasi dapat menandakan tekanan pasar mulai mereda. - Apakah Bitcoin bisa melanjutkan kenaikan setelah rebound?
Potensi kenaikan Bitcoin bergantung pada kemampuan pasar mempertahankan permintaan beli dan menghadapi faktor eksternal yang memengaruhi sentimen investor. Pergerakan harga tetap dapat berubah mengikuti kondisi pasar terbaru.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Pergerakan Harga Crypto





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar

