BlackRock, manajer aset terbesar di dunia, mulai mengurangi sebagian kepemilikan pada saham-saham yang paling diuntungkan oleh tren kecerdasan buatan (AI).
Langkah ini bukan karena perusahaan kehilangan keyakinan terhadap AI, melainkan sebagai bagian dari rebalancing atau penyesuaian portofolio setelah kenaikan harga yang signifikan.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Chief Investment Officer of Global Fixed Income BlackRock, Rick Rieder, dalam wawancara dengan CNBC pada Rabu (8/7).
Menurutnya, perusahaan tetap optimistis terhadap prospek AI, tetapi memilih lebih selektif dalam menentukan investasi.
BlackRock Pangkas Saham AI, Bukan Keluar dari Tren AI

Sumber: CNBC
Rick Rieder menjelaskan bahwa BlackRock mengurangi eksposur pada perusahaan yang pertumbuhan labanya paling bergantung pada booming AI.
Ia menegaskan langkah tersebut merupakan bentuk mengunci keuntungan (profit taking) dan menyeimbangkan kembali portofolio, bukan keluar dari tema AI.
“Some of the companies that are more directly tied to AI, we’ve pulled back a bit and rebalanced a bit,” ucap Rieder dikutip dari CNBC.
Komentar tersebut menjadi perhatian pasar mengingat BlackRock mengelola aset senilai $13,9 triliun per 31 Maret 2026. Karena skala investasinya sangat besar, setiap perubahan strategi perusahaan kerap menjadi acuan bagi pelaku pasar global.
Sikap ini juga sejalan dengan pandangan Rieder sepanjang tahun. Sebelumnya, ia menilai sektor AI masih memiliki prospek pertumbuhan, tetapi investor perlu lebih selektif karena tidak semua perusahaan akan menikmati keuntungan yang sama di masa depan.
Baca juga: BlackRock Balik Akumulasi Bitcoin, Serok $250 Juta BTC dalam Dua Hari
Dana Berpotensi Beralih ke Sektor Lain dan Bitcoin
Selain mengurangi sebagian saham AI, Rieder mengindikasikan bahwa BlackRock berpotensi mengalihkan dana ke sektor yang dinilai memiliki valuasi lebih menarik.
Beberapa di antaranya adalah perusahaan penyedia listrik, industri, dan pembangunan infrastruktur yang mendukung ekspansi pusat data (data center).
Di sisi lain, BlackRock juga tetap mempertahankan pandangan positif terhadap Bitcoin (BTC).
Dalam panduan portofolionya tahun ini, perusahaan merekomendasikan alokasi sekitar 1% hingga 2% Bitcoin sebagai salah satu alternatif diversifikasi di luar saham-saham berkapitalisasi besar.
Rekomendasi tersebut menunjukkan bahwa BlackRock mulai melihat peluang imbal hasil dari aset lain di tengah konsentrasi pasar yang masih didominasi oleh segelintir saham teknologi.
Kesimpulan
Keputusan BlackRock mengurangi sebagian kepemilikan pada saham AI mencerminkan strategi rebalancing, bukan sinyal bahwa tren AI telah berakhir. Perusahaan justru menekankan pentingnya selektivitas setelah reli panjang sektor tersebut.
Di saat yang sama, rekomendasi alokasi 1% hingga 2% Bitcoin menunjukkan bahwa diversifikasi tetap menjadi fokus utama.
Bagi investor, pesan utama dari langkah BlackRock bukanlah kepanikan, melainkan pentingnya menjaga keseimbangan portofolio ketika valuasi suatu sektor sudah meningkat tajam.
FAQ
- Mengapa BlackRock mengurangi kepemilikan saham AI?
BlackRock melakukan rebalancing portofolio setelah banyak saham AI mengalami kenaikan harga yang signifikan. Langkah ini bertujuan menjaga keseimbangan investasi, bukan karena kehilangan kepercayaan terhadap sektor AI. - Apa yang dimaksud dengan rebalancing portofolio?
Rebalancing adalah strategi menyesuaikan kembali komposisi aset dalam portofolio agar tetap sesuai dengan target investasi dan tingkat risiko yang diinginkan. - Apakah BlackRock masih bullish terhadap AI?
Ya. BlackRock masih menilai AI memiliki prospek jangka panjang yang menarik, tetapi memilih lebih selektif dalam menentukan perusahaan yang layak diinvestasikan. - Mengapa BlackRock juga merekomendasikan Bitcoin?
BlackRock menilai Bitcoin dapat menjadi instrumen diversifikasi portofolio. Perusahaan merekomendasikan alokasi sekitar 1% hingga 2% sebagai alternatif di luar saham berkapitalisasi besar. - Apa arti langkah BlackRock bagi investor?
Keputusan ini menunjukkan pentingnya mengelola risiko melalui diversifikasi. Investor tidak harus meninggalkan sektor AI, tetapi perlu mempertimbangkan keseimbangan portofolio sesuai tujuan investasi masing-masing.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
Be(in)crypto – BlackRock Mulai Kurangi Saham AI dan Lanjut Rotasi ke Bitcoin?, diakses pada 9 Juli 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Pergerakan Harga Crypto, #berita terkini saham hari ini, #Berita Artificial intelligence (AI), #Berita Blackrock, #Berita Bitcoin





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
