Lebih dari 17 tahun setelah Bitcoin (BTC) diluncurkan, identitas Satoshi Nakamoto masih menjadi misteri.
Untuk menguji bagaimana kecerdasan buatan menilai teka-teki tersebut, Bitcoin.com meminta lima model AI, yakni ChatGPT 5.6 Sol, Grok 4.3, Claude Fable 5, Gemini Pro, dan Kimi K26, menganalisis apakah pencipta Bitcoin merupakan satu individu atau sebuah tim menggunakan pendekatan Bayesian scenario tree.
Meski mengacu pada bukti yang sama, kelima AI menghasilkan kesimpulan yang berbeda.
Mayoritas AI Lebih Condong Satoshi Adalah Satu Orang
Dalam eksperimen tersebut, setiap AI diminta menyusun tiga skenario paling mungkin mengenai identitas Satoshi Nakamoto, kemudian memberikan probabilitas untuk masing-masing skenario hingga totalnya mencapai 100%.
Dari lima model yang diuji, empat AI menilai kemungkinan terbesar adalah bahwa Satoshi merupakan satu individu, meskipun tingkat keyakinannya berbeda-beda.
Gemini Pro menjadi model yang paling yakin dengan memberikan peluang sekitar 70% bahwa Satoshi adalah seorang individu. Sementara itu, ChatGPT 5.6 Sol memperkirakan probabilitasnya berada di angka 54%, sedangkan Grok 4.3 memberikan estimasi 52%.
Claude Fable 5 juga lebih condong ke skenario individu, meski memberikan ruang yang cukup besar terhadap kemungkinan adanya kolaborasi dalam pengembangan awal Bitcoin.
Berbeda dengan model lainnya, Kimi K26 justru menjadi satu-satunya AI yang lebih percaya bahwa Satoshi kemungkinan merupakan sebuah tim kecil.
Model tersebut memperkirakan peluang Satoshi sebagai individu sebesar 45%, sedangkan kemungkinan merupakan kelompok mencapai 50%.
Baca juga berita terkait: Pakar: Bitcoin Lebih Rentan terhadap Serangan 51%, Ethereum Dinilai Lebih Aman
Bukti yang Digunakan Hampir Sama
Meski menghasilkan angka yang berbeda, seluruh model AI mengacu pada sejumlah bukti yang relatif serupa.
Salah satunya adalah konsistensi gaya penulisan dalam whitepaper Bitcoin, email, serta posting forum yang pernah dibuat Satoshi Nakamoto.
Pola bahasa, penggunaan ejaan British English, hingga gaya komunikasi dinilai cukup konsisten sehingga mendukung kemungkinan adanya satu penulis utama.
Selain itu, AI juga menyoroti konsistensi gaya pemrograman pada source code awal Bitcoin. Struktur kode dan pola pengembangannya dianggap mencerminkan karakteristik seorang programmer yang sama.
Faktor lain yang turut dipertimbangkan adalah Patoshi Pattern, yakni pola aktivitas penambangan Bitcoin pada masa-masa awal jaringan yang selama ini diyakini berasal dari satu entitas dominan.
Namun, pola tersebut belum mampu membuktikan apakah entitas tersebut merupakan satu individu atau beberapa orang yang bekerja secara terkoordinasi.
Kompleksitas Bitcoin Jadi Alasan Munculnya Dugaan Tim
Di sisi lain, sebagian AI memberikan bobot lebih besar terhadap luasnya keahlian yang dibutuhkan untuk menciptakan Bitcoin.
Bitcoin bukan sekadar perangkat lunak biasa. Teknologi ini menggabungkan berbagai disiplin ilmu, mulai dari kriptografi, jaringan peer-to-peer, sistem terdistribusi, ekonomi, teori insentif, hingga pengembangan perangkat lunak menggunakan C++.
Kompleksitas tersebut menjadi alasan mengapa beberapa model, terutama Kimi K26, menilai tidak menutup kemungkinan bahwa Satoshi sebenarnya merupakan sekelompok ahli yang menggunakan satu identitas bersama.
Meski demikian, seluruh AI juga mengakui bahwa hingga saat ini tidak pernah muncul bukti kuat berupa kebocoran identitas, pengakuan resmi, maupun dokumen yang dapat mengonfirmasi keberadaan tim di balik nama Satoshi Nakamoto.
AI Berbeda Pendapat Meski Melihat Bukti yang Sama
Salah satu temuan menarik dari eksperimen tersebut adalah bagaimana setiap AI memberi bobot yang berbeda terhadap bukti yang identik.
Gemini Pro, misalnya, menganggap konsistensi gaya penulisan sebagai indikator yang sangat kuat sehingga menghasilkan probabilitas individu yang jauh lebih tinggi.
Sebaliknya, Kimi K26 memberikan porsi lebih besar pada kompleksitas pengembangan Bitcoin sehingga menyimpulkan peluang keterlibatan tim lebih besar dibanding individu.
Sementara itu, ChatGPT, Grok, dan Claude berada di posisi tengah dengan peluang yang relatif seimbang antara satu individu dan sebuah kelompok.
Baca berita lainnya: Daftar 10 Token AI Paling Aktif Dikembangkan Sebulan Terakhir, Ada Apa Saja?
Misteri Satoshi Nakamoto Masih Belum Terpecahkan
Eksperimen ini tidak bertujuan mengungkap identitas asli Satoshi Nakamoto, melainkan memperlihatkan bagaimana model AI modern menilai bukti-bukti yang telah lama menjadi bahan perdebatan komunitas Bitcoin.
Hingga saat ini belum ada bukti yang dapat memastikan apakah pencipta Bitcoin benar-benar satu orang atau sebuah tim kecil yang bekerja di balik satu nama samaran.
Kesimpulan
Eksperimen Bitcoin.com menunjukkan bahwa belum ada konsensus, bahkan di antara model AI terkemuka, mengenai identitas Satoshi Nakamoto.
Meski menggunakan bukti yang serupa, setiap AI memberikan penilaian probabilitas yang berbeda.
Hal ini menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada bukti yang dapat memastikan apakah pencipta Bitcoin merupakan satu individu atau sebuah tim, sehingga misteri tersebut masih tetap terbuka.
FAQ
- Apa itu Bayesian scenario tree?
Bayesian scenario tree adalah metode analisis probabilitas yang digunakan untuk membandingkan beberapa kemungkinan berdasarkan bukti yang tersedia. Dalam eksperimen ini, AI diminta menghitung peluang berbagai skenario mengenai identitas Satoshi Nakamoto. - Mengapa identitas Satoshi Nakamoto masih belum diketahui?
Satoshi Nakamoto berhenti berkomunikasi dengan komunitas Bitcoin sejak 2011 dan tidak pernah mengungkap identitas aslinya. Hingga kini belum ada bukti yang dapat diverifikasi untuk memastikan siapa pencipta Bitcoin tersebut. - Apa itu Patoshi Pattern?
Patoshi Pattern merupakan pola penambangan Bitcoin pada masa awal jaringan yang diduga berasal dari satu entitas dominan. Meski sering dijadikan bahan penelitian, pola ini tidak dapat membuktikan apakah entitas tersebut adalah satu orang atau sebuah tim. - Mengapa ada yang menduga Bitcoin dibuat oleh tim?
Bitcoin menggabungkan berbagai bidang keahlian, seperti kriptografi, ekonomi, jaringan komputer, dan pengembangan perangkat lunak. Kompleksitas tersebut membuat sebagian peneliti dan AI menilai ada kemungkinan proyek ini dikerjakan oleh beberapa orang di balik satu identitas. - Apakah hasil analisis AI membuktikan siapa Satoshi Nakamoto?
Tidak. Analisis AI hanya menghasilkan estimasi probabilitas berdasarkan informasi yang sudah tersedia di publik. Hingga saat ini belum ada bukti baru yang dapat memastikan identitas asli Satoshi Nakamoto. - Apakah identitas Satoshi Nakamoto memengaruhi Bitcoin?
Dari sisi teknis, jaringan Bitcoin tetap berjalan tanpa bergantung pada identitas penciptanya. Namun, identitas Satoshi masih menjadi perhatian karena berkaitan dengan sejarah Bitcoin, kepemilikan aset Bitcoin awal, dan berbagai spekulasi yang berkembang di komunitas kripto.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Satoshi Nakamoto, #Berita Tokoh Kripto Dunia, #Berita Artificial intelligence (AI)





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
