Harga Dogecoin (DOGE) menguat sekitar 2,25% ke level US$0,073 setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) atau Consumer Price Index (CPI) melandai ke 3,5%, memicu pemulihan pasar kripto.
Namun, reli tersebut masih dibayangi tekanan jual meme coin yang tinggi, sehingga prospek kenaikan DOGE dinilai belum sepenuhnya aman.
Sejumlah indikator on-chain dan teknikal juga menunjukkan tren bearish masih mendominasi meski sentimen makro mulai membaik.
Tekanan Jual Meme Coin Masih Tinggi

Sumber Gambar: CryptoQuant
Data CryptoQuant yang dikutip analis Darkfost menunjukkan bahwa investor telah menjual meme coin senilai sekitar US$1,2 miliar di Binance sejak Oktober 2025.
Menurutnya, aksi tersebut terjadi karena meme coin dinilai sebagai aset paling berisiko ketika pelaku pasar mulai mengurangi eksposur terhadap aset spekulatif.
“Kondisi ini mencerminkan besarnya tekanan jual terhadap aset-aset yang dianggap paling berisiko di ekosistem kriptom,” tulis analis Darkfost.
Tekanan jual ini turut menyeret harga Dogecoin dari sekitar US$0,26 menjadi US$0,07, atau turun sekitar 73% dalam delapan bulan. Sebagai perbandingan, Bitcoin hanya terkoreksi sekitar 50% pada periode yang sama, menandakan tekanan terhadap sektor meme coin jauh lebih besar.
Di sisi lain, peluncuran Robinhood Chain sempat menghidupkan kembali minat terhadap meme coin.
Salah satu token di jaringan tersebut, CASHCAT, bahkan berhasil mencatat kapitalisasi pasar sekitar US$138 juta tidak lama setelah Robinhood Chain diluncurkan pada 1 Juli 2026.
Baca juga berita terkait: FOMO XRP Meningkat, Sentimen Bullishnya Lampaui Bitcoin dan Ethereum
DOGE Masih Berada di Bawah Level EMA Penting

Sumber Gambar: TradingView
Melansir dari CoinGape, Dogecoin masih diperdagangkan di bawah Exponential Moving Average (EMA) 50 hari, 100 hari, dan 200 hari. Posisi ini menunjukkan bahwa tren utama masih cenderung dikuasai oleh penjual.
Saat ini, area US$0,071 menjadi level support penting yang terus dipantau pelaku pasar. Jika harga ditutup di bawah area tersebut, DOGE berpotensi kembali menguji level terendah pada 30 Juni di sekitar US$0,069.
Sementara itu, indikator Relative Strength Index (RSI) berada di level 41, yang mengindikasikan momentum bearish masih lebih dominan.
Kendati demikian, RSI mulai bergerak naik. Jika indikator tersebut mampu menembus level 50, peluang pemulihan harga menuju area EMA 50 hari di sekitar US$0,082 akan semakin terbuka.
Selain itu, pola pergerakan harga harian juga mulai menunjukkan potensi terbentuknya pola bullish W apabila DOGE mampu mempertahankan support di US$0,071.
Jika pola tersebut terkonfirmasi, target kenaikan berikutnya berada di sekitar US$0,079, sebelum membuka peluang reli hingga sekitar US$0,0869, atau hampir 10% dari posisi saat ini.
Minat Institusi terhadap DOGE Masih Lemah
Selain tekanan jual di pasar spot, minat investor institusi terhadap Dogecoin juga belum menunjukkan pemulihan yang signifikan.

Sumber Gambar: SoSoValue
Berdasarkan data SoSoValue, produk Spot Dogecoin ETF belum mencatat arus dana masuk sejak 17 Juni. Bahkan, sejak 2 Juli, ETF tersebut membukukan beberapa hari berturut-turut tanpa aliran dana baru.
Hingga kini, total aset bersih Dogecoin ETF hanya sekitar US$9,9 juta, setara sekitar 0,09% dari kapitalisasi pasar DOGE. Angka tersebut menunjukkan bahwa partisipasi investor institusi terhadap Dogecoin masih relatif terbatas.
Baca berita lainnya: Meme Coin Mulai Ditinggalkan? Tokenisasi Aset Justru Makin Diburu di 2026
Open Interest Turun, Spekulan Mulai Mengurangi Posisi
Sinyal kehati-hatian juga terlihat di pasar derivatif.

SUmber Gambar: CoinGape
Open Interest Dogecoin turun dari sekitar US$1,76 miliar pada Mei 2026 menjadi sekitar US$1 miliar pada 14 Juli 2026.
Di sisi lain, data CoinGlass memperlihatkan rasio long/short DOGE berada di kisaran 0,88.
Rasio di bawah angka satu mengindikasikan jumlah posisi short masih lebih banyak dibandingkan posisi long, sehingga sentimen pasar derivatif masih cenderung bearish.
Kesimpulan
Dogecoin berhasil memanfaatkan sentimen positif dari melandainya inflasi AS untuk mencatat rebound jangka pendek. Namun, pemulihan tersebut belum didukung oleh perubahan fundamental yang kuat.
Tekanan jual meme coin yang masih tinggi, posisi harga di bawah tiga EMA utama, melemahnya minat institusi, hingga penurunan aktivitas di pasar derivatif menunjukkan bahwa tren bearish belum sepenuhnya berakhir.
Oleh karena itu, pergerakan DOGE dalam beberapa waktu ke depan kemungkinan masih akan sangat bergantung pada kemampuan pembeli mempertahankan area support utama sekaligus meningkatkan tekanan beli secara berkelanjutan.
FAQ
- Apakah penurunan inflasi AS selalu berdampak positif bagi Dogecoin?
Tidak selalu. Inflasi yang lebih rendah memang dapat meningkatkan minat terhadap aset berisiko karena membuka peluang pelonggaran kebijakan moneter. Namun, harga Dogecoin juga dipengaruhi oleh sentimen pasar, aktivitas investor, dan kondisi teknikal. - Apa yang dimaksud aksi jual meme coin?
Aksi jual meme coin adalah kondisi ketika investor lebih banyak menjual aset kripto berbasis komunitas seperti Dogecoin, Shiba Inu, atau PEPE dibandingkan membelinya. Jika terjadi dalam skala besar, tekanan jual dapat menekan harga seluruh sektor meme coin. - Mengapa level EMA penting dalam analisis harga Dogecoin?
EMA atau Exponential Moving Average digunakan untuk mengidentifikasi arah tren. Jika harga berada di bawah EMA 50, 100, dan 200 hari, kondisi tersebut umumnya menunjukkan tren masih cenderung bearish. - Apa arti Open Interest yang terus menurun?
Open Interest menggambarkan jumlah kontrak derivatif yang masih aktif. Ketika nilainya turun, artinya aktivitas spekulatif mulai berkurang sehingga momentum pergerakan harga biasanya ikut melemah. - Faktor apa yang perlu dipantau sebelum membeli Dogecoin?
Investor umumnya memperhatikan beberapa faktor seperti kondisi makroekonomi, data inflasi AS, kebijakan suku bunga The Fed, pergerakan Bitcoin, volume perdagangan, indikator teknikal, serta sentimen pasar terhadap meme coin secara keseluruhan.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita Meme Coin, #Berita Dogecoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Pergerakan Harga Crypto, #Berita Consumer Price Index





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
