Blockchain semakin banyak digunakan, tidak hanya untuk transaksi aset kripto, tetapi juga dalam pengembangan tokenisasi aset hingga berbagai layanan berbasis Web3.
Di balik seluruh aktivitas tersebut, terdapat data yang terus bertambah setiap kali transaksi berlangsung di jaringan blockchain.
Namun, punya data saja belum cukup. Agar dapat dimanfaatkan untuk analisis, audit, kepatuhan regulasi, maupun pengembangan aplikasi, data tersebut perlu diolah menjadi informasi yang akurat dan mudah dipahami.
Berdasarkan laporan Tiger Research, inilah alasan mengapa data on-chain dan infrastruktur yang mendukungnya menjadi salah satu fondasi dalam perkembangan blockchain modern. Mengapa demikian?
-
Mengapa Infrastruktur Data On-Chain Penting?

Sumber: Tiger Research
Data on-chain adalah seluruh informasi yang tercatat secara permanen di dalam blockchain, mulai dari transaksi, aktivitas smart contract, hingga perubahan kepemilikan aset digital. Data tersebut bersifat transparan dan dapat diverifikasi.
Meski demikian, data blockchain pada dasarnya masih berupa data mentah yang tersusun dalam blok dan transaksi. Format tersebut cukup kompleks sehingga belum dapat langsung digunakan untuk kebutuhan bisnis, analisis, maupun pelaporan institusi.
Karena itu, dibutuhkan infrastruktur data on-chain yang mampu mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan data blockchain dalam format yang lebih terstruktur.
Dengan cara ini, informasi yang awalnya sulit dibaca dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, seperti analisis pasar, tokenisasi aset, pembayaran digital, hingga kepatuhan terhadap regulasi.
Baca juga: Whale Kompak Borong Cardano (ADA), Target ATH Baru Kembali Mencuat
-
Komponen Utama Infrastruktur Data On-Chain

Sumber: Tiger Research
Agar data blockchain dapat digunakan secara lebih efektif, terdapat beberapa komponen penting yang bekerja di balik layar.
Pertama, node blockchain berfungsi menyimpan dan menyediakan data dari jaringan. Selanjutnya, sistem indexing membantu menyusun data agar lebih mudah dicari tanpa harus membaca seluruh isi blockchain.
Setelah itu, proses decoding menerjemahkan data teknis menjadi informasi yang lebih mudah dipahami.
Seluruh informasi tersebut kemudian diproses melalui data pipeline, yaitu rangkaian sistem yang mengumpulkan, membersihkan, dan menyusun data sebelum akhirnya disimpan dalam basis data yang siap digunakan oleh aplikasi maupun institusi.
Melalui proses tersebut, data blockchain tidak hanya bersifat transparan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat.
-
Karakteristik Infrastruktur Data On-Chain Berstandar Institusi

Sumber: Tiger Research
Menurut referensi, infrastruktur data on-chain yang dapat digunakan oleh institusi setidaknya harus memenuhi tiga karakteristik utama.
- Kelengkapan (completeness): kemampuan menyediakan seluruh data yang dibutuhkan tanpa ada informasi penting yang hilang.
- Konsistensi (consistency): data harus tetap seragam meskipun berasal dari berbagai blockchain maupun aplikasi yang berbeda sehingga hasil analisis tetap akurat.
- Stabilitas (stability): infrastruktur harus mampu terus beroperasi secara andal meskipun terjadi peningkatan aktivitas jaringan, pembaruan protokol, maupun perubahan pada blockchain.
Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi penting agar data on-chain dapat digunakan dalam lingkungan yang membutuhkan tingkat keandalan tinggi.
-
Use Case Infrastruktur Data On-Chain
Pemanfaatan infrastruktur data on-chain kini semakin luas seiring berkembangnya ekosistem blockchain.
Salah satu contohnya adalah tokenisasi aset, di mana saham, obligasi, maupun aset lainnya dapat direpresentasikan dalam bentuk token digital yang tetap memerlukan data blockchain yang akurat.
Selain itu, infrastruktur ini juga mendukung stablecoin, pembayaran berbasis blockchain, hingga layanan berbasis Artificial Intelligence (AI) yang membutuhkan data on-chain untuk melakukan verifikasi dan otomatisasi transaksi.
Bagi investor, data on-chain juga menjadi sumber informasi untuk menganalisis aktivitas jaringan, memantau pergerakan aset digital, serta memahami kondisi pasar secara lebih mendalam.
-
Arah Perkembangan Infrastruktur Data On-Chain
Seiring meningkatnya adopsi blockchain oleh institusi keuangan maupun perusahaan teknologi, kebutuhan terhadap infrastruktur data on-chain diperkirakan akan terus berkembang.
Ke depan, teknologi ini diproyeksikan menjadi fondasi bagi berbagai inovasi seperti tokenisasi aset dunia nyata (Real World Assets/RWA), pembayaran lintas negara, integrasi AI, hingga layanan keuangan berbasis blockchain yang lebih efisien.
Dengan infrastruktur data yang semakin matang, blockchain tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan transaksi, tetapi juga menjadi sumber data yang dapat mendukung berbagai kebutuhan bisnis dan ekonomi digital.
Kesimpulan
Data on-chain merupakan fondasi penting yang membuat blockchain dapat dimanfaatkan lebih luas, tidak hanya untuk mencatat transaksi tetapi juga sebagai sumber informasi yang mendukung berbagai layanan digital.
Meski data blockchain bersifat transparan, informasi tersebut tetap memerlukan infrastruktur khusus agar dapat diolah menjadi data yang akurat, konsisten, dan siap digunakan.
Seiring berkembangnya tokenisasi aset, AI, dan layanan keuangan berbasis blockchain, infrastruktur data on-chain diperkirakan akan memegang peranan yang semakin penting dalam membangun ekosistem blockchain modern.

Artikel ini hasil Kolaborasi antara INDODAX x Tiger Research
FAQ
1. Apa itu data on-chain?
Data on-chain adalah seluruh informasi yang tercatat secara permanen di dalam blockchain, seperti transaksi, smart contract, dan aktivitas aset digital.
2. Mengapa data on-chain tidak langsung siap digunakan?
Karena data blockchain masih berbentuk data mentah yang perlu diindeks, diterjemahkan, dan disusun agar mudah dipahami serta digunakan oleh aplikasi maupun institusi.
3. Apa fungsi infrastruktur data on-chain?
Infrastruktur data on-chain membantu mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan data blockchain agar dapat digunakan untuk analisis, audit, pelaporan, dan berbagai layanan digital.
4. Apa saja contoh penggunaan data on-chain?
Beberapa contohnya meliputi tokenisasi aset, stablecoin, pembayaran berbasis blockchain, analisis pasar, serta layanan AI yang memanfaatkan data blockchain.
5. Mengapa data on-chain penting bagi blockchain modern?
Karena data on-chain memungkinkan blockchain tidak hanya berfungsi sebagai pencatat transaksi, tetapi juga sebagai sumber informasi yang mendukung inovasi di bidang keuangan digital, Web3, dan aset tokenisasi.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Blockchain





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
