Pasar aset kripto kembali berada di bawah tekanan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Iran bahwa negaranya siap merespons dengan serangan yang “sangat keras” apabila konflik terus berlanjut.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah operasi militer Amerika Serikat yang telah memasuki malam kedelapan, memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas geopolitik dan mendorong investor mengurangi eksposur pada aset berisiko seperti Bitcoin (BTC).
Trump Ragukan Iran dan Janji Selesaikan Operasi Militer

Sumber Gambar: Truth Social
Dalam pernyataannya, Trump mengatakan operasi militer Amerika Serikat dilakukan setelah sejumlah personel militernya gugur dan bertujuan mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
“Partai Republik seharusnya memasukkan Iran ke dalam RUU Sanksi terhadap Rusia. Itulah yang ingin dilakukan Lindsey, dan itu memang akan terjadi. PENTING!!! Presiden DJT,” tulis Trump.
Ia juga menegaskan bahwa target-target militer Washington akan segera diselesaikan “dalam waktu yang sangat singkat.”
Melalui unggahan di Truth Social, Trump menyebut pendekatan terbaru Iran untuk kembali membuka jalur negosiasi sebagai tanda “keputusasaan”.
Meski demikian, ia mengaku masih meragukan apakah Teheran akan mematuhi kesepakatan apa pun yang berkaitan dengan program nuklir maupun kebebasan akses di Selat Hormuz.
Trump juga mendesak anggota Partai Republik untuk memasukkan Iran ke dalam rancangan undang-undang sanksi terhadap Rusia yang saat ini sedang dibahas di Kongres Amerika Serikat.
Baca juga berita terkait: Bitcoin Bakal Turun ke US$38.000 di 2026? Laporan NYDIG Ungkap Skenario Terburuk
CENTCOM Lanjutkan Serangan Udara Malam Kedelapan

Sumber Gambar: X.com
Sejalan dengan pernyataan Trump, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) kembali melancarkan serangan udara sebagai bagian dari kampanye militer yang telah berlangsung selama delapan malam berturut-turut.
Sekitar pukul 06.10 waktu setempat pada Minggu, jet tempur Amerika Serikat dilaporkan menyerang Pulau Qeshm di dekat Selat Hormuz. Sasaran operasi meliputi fasilitas pengawasan pesisir, sistem pertahanan udara, serta lokasi penyimpanan drone milik Iran.
Media Iran juga melaporkan adanya serangan tambahan di sekitar Shadegan, Provinsi Khuzestan, dan wilayah Sirik. Hingga laporan terakhir, belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam gelombang serangan terbaru tersebut.
Selat Hormuz Jadi Perhatian Investor Global
Serangan yang menyasar Pulau Qeshm turut menarik perhatian pelaku pasar karena lokasinya berada di dekat Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia.
Setiap eskalasi konflik di kawasan tersebut berpotensi mengganggu distribusi minyak global, sehingga memicu kenaikan harga energi sekaligus meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven seperti emas dan obligasi pemerintah Amerika Serikat.
Kondisi tersebut juga mendorong investor menerapkan strategi risk-off, yakni mengurangi kepemilikan aset dengan volatilitas tinggi sambil menunggu perkembangan situasi.
Baca juga berita terbaru: Spanyol Jadi Pemenang Piala Dunia 2026, Fan Token Argentina Ambruk 55%
Bitcoin dan Altcoin Bergerak Melemah
Meningkatnya ketidakpastian geopolitik langsung tercermin di pasar aset digital. Bitcoin bergerak melemah bersama sejumlah altcoin utama karena investor memilih mengambil posisi yang lebih defensif.
Ethereum (ETH), XRP, Solana (SOL), dan sejumlah aset kripto berkapitalisasi besar lainnya juga mengalami peningkatan volatilitas.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa sentimen geopolitik masih menjadi salah satu faktor eksternal yang mampu memengaruhi pasar kripto, di samping kebijakan suku bunga, arus dana ETF Bitcoin, dan kondisi ekonomi global.
Pelaku pasar kini mencermati langkah lanjutan Amerika Serikat dan Iran. Jika ketegangan meningkat atau melibatkan lebih banyak negara di kawasan, volatilitas di pasar keuangan diperkirakan masih akan berlanjut.
Kesimpulan
Pernyataan terbaru Donald Trump, disertai berlanjutnya operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran, kembali meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap risiko geopolitik global.
Serangan yang menyasar kawasan strategis di dekat Selat Hormuz memperkuat sentimen risk-off di pasar keuangan, termasuk aset kripto.
Ke depan, arah pergerakan Bitcoin dan altcoin diperkirakan masih akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan konflik serta respons kedua negara terhadap situasi yang terus berkembang.
FAQ
- Mengapa konflik AS dan Iran memengaruhi harga Bitcoin?
Konflik geopolitik meningkatkan ketidakpastian pasar sehingga investor cenderung mengurangi kepemilikan aset berisiko, termasuk Bitcoin, dan mengalihkan dana ke aset yang lebih aman. - Mengapa Selat Hormuz penting bagi pasar global?
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran minyak tersibuk di dunia. Gangguan di kawasan ini dapat memengaruhi pasokan energi global dan mendorong kenaikan harga minyak. - Apa itu sentimen risk-off?
Risk-off adalah kondisi ketika investor mengurangi investasi pada aset berisiko, seperti saham dan aset kripto, kemudian memindahkan dana ke aset yang dianggap lebih stabil. - Selain konflik geopolitik, apa yang memengaruhi harga Bitcoin?
Harga Bitcoin juga dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga, inflasi, arus dana ETF Bitcoin, regulasi aset kripto, dan aktivitas investor institusi. - Apakah Bitcoin selalu turun saat terjadi konflik internasional?
Tidak selalu. Pada awal konflik, Bitcoin sering mengalami volatilitas karena meningkatnya ketidakpastian. Namun, arah pergerakan selanjutnya tetap bergantung pada perkembangan konflik dan sentimen ekonomi global.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Bitcoin.com – Eighth Night of Airstrikes: Markets on Edge as Trump Vows to Hit Iran ‘Extremely Hard’, diakses pada 20 Juli 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Donald Trump, #Berita Regulasi Crypto, #Berita Timur Tengah Terkini






Polkadot 2.25%
BNB 0.38%
Solana 4.19%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


