S&P Dow Jones Indices bersama Pantera Capital resmi meluncurkan S&P Pantera Digital Asset Index, sebuah indeks aset kripto yang dirancang sebagai acuan bagi investor institusional.
“S&P Dow Jones Indices membantu investor menyaring berbagai gejolak pasar melalui indeks acuan (benchmark) yang tepercaya. Melalui S&P Pantera Digital Asset Index, kami menghadirkan disiplin yang sama ke pasar aset digital dengan menggunakan kerangka berbasis fundamental dan ekonomi yang dirancang untuk portofolio yang terdiversifikasi,” ujar CEO S&P Dow Jones Indices, Cathy Clay dikutip dari keterangan resmi SPGlobal.
Menariknya, Bitcoin (BTC) dan XRP tidak masuk dalam daftar 18 aset yang dipilih, sementara Ethereum (ETH), BNB, Solana (SOL), Tron (TRX), dan Hyperliquid (HYPE) menjadi lima konstituen terbesar.
Berbeda dengan indeks yang mengutamakan kapitalisasi pasar, indeks ini menyeleksi aset berdasarkan fundamental ekonomi, termasuk kemampuan menghasilkan pendapatan (revenue), likuiditas, standar pencatatan di bursa, serta riwayat perdagangan yang memadai.
S&P Gunakan Pendekatan Mirip Seleksi S&P 500
S&P Pantera Digital Asset Index berfungsi sebagai benchmark untuk membantu investor institusi mengevaluasi sektor aset digital melalui pendekatan yang lebih terstruktur.
Metodologinya mengadopsi prinsip yang terinspirasi dari standar seleksi perusahaan dalam S&P 500, dengan fokus pada proyek blockchain yang memiliki aktivitas ekonomi nyata.
Agar dapat masuk ke dalam indeks, sebuah aset harus memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya:
- mencatat pendapatan positif selama dua kuartal berturut-turut;
- memiliki likuiditas yang memadai;
- terdaftar di bursa yang memenuhi standar tertentu;
- memiliki riwayat perdagangan yang cukup panjang; serta
- menunjukkan aktivitas ekonomi yang dapat diverifikasi secara on-chain.
Seluruh data pendapatan tersebut diverifikasi menggunakan platform analitik blockchain Artemis.
Selain menghasilkan pendapatan, proyek juga harus memiliki mekanisme yang memberikan manfaat ekonomi kepada pemegang token, seperti token buyback, staking reward setelah memperhitungkan inflasi, distribusi hasil kepada pemegang token, atau treasury yang dikelola komunitas.
Menurut Pantera Capital, seluruh aset yang masuk dalam indeks ini secara kolektif menghasilkan lebih dari US$3 miliar pendapatan tahunan (annualized revenue) selama dua kuartal terakhir.
Bobot masing-masing aset kemudian dihitung menggunakan metode float-adjusted market capitalization.
Baca juga berita terbaru: Bitcoin, Emas dan Perak Kompak Menguat! Apa yang Jadi Penyebabnya?
Mengapa Bitcoin dan XRP Tidak Masuk?
Melansir dari CoinPedia, absennya Bitcoin dan XRP bukan disebabkan oleh ukuran pasar maupun popularitasnya, melainkan karena keduanya tidak memenuhi metodologi yang digunakan dalam indeks.
Pada jaringan Bitcoin, biaya transaksi memang menghasilkan pendapatan, tetapi dana tersebut diterima oleh para penambang, bukan menjadi mekanisme yang memberikan nilai ekonomi langsung kepada pemegang BTC.
Sementara itu, XRP Ledger mengenakan biaya transaksi yang relatif kecil dan sebagian besar biaya tersebut dibakar (burn), bukan dibagikan kepada pemegang XRP dalam bentuk insentif atau distribusi pendapatan.
Dengan pendekatan tersebut, indeks ini lebih berfokus pada blockchain yang memiliki mekanisme ekonomi yang secara langsung menguntungkan pemegang token.
Ethereum hingga Hyperliquid Jadi Konstituen Terbesar
Lima aset dengan bobot terbesar dalam indeks ini adalah:
- Ethereum (ETH)
- BNB
- Solana (SOL)
- Tron (TRX)
- Hyperliquid (HYPE)
Pantera juga mengonfirmasi bahwa Aave (AAVE) menjadi salah satu aset yang termasuk dalam indeks. Namun hingga saat ini, daftar lengkap seluruh 18 konstituen belum dipublikasikan secara resmi.
Berpotensi Jadi Acuan ETF Kripto di Masa Depan
Saat ini, S&P Pantera Digital Asset Index masih berstatus sebagai benchmark dan belum tersedia dalam bentuk Exchange Traded Fund (ETF) maupun produk investasi lain.
Meski demikian, Pantera Capital mengungkapkan telah memulai pembicaraan dengan sejumlah manajer aset mengenai kemungkinan menghadirkan ETF yang mengacu pada indeks tersebut.
Apabila terealisasi, produk tersebut dapat memberikan alternatif bagi investor institusi untuk memperoleh eksposur terhadap kelompok altcoin berbasis fundamental, melengkapi ETF Bitcoin yang sudah lebih dulu hadir di pasar.
Peluncuran indeks ini juga memicu diskusi di komunitas kripto. Sebagian pelaku pasar menilai pendekatan tersebut dapat membuka peluang lebih besar bagi altcoin untuk menarik aliran modal institusional.
Di sisi lain, ada pula yang berpendapat bahwa absennya Bitcoin justru mempertegas posisinya sebagai digital gold, sementara aset lain semakin dipandang sebagai jaringan blockchain yang menghasilkan aktivitas ekonomi.
Perlu dicatat, setiap data historis yang ditampilkan dalam indeks ini merupakan hasil back-tested performance, sehingga tidak dapat dijadikan jaminan terhadap kinerja investasi di masa mendatang.
Kesimpulan
Peluncuran S&P Pantera Digital Asset Index menunjukkan semakin besarnya perhatian investor institusi terhadap aset kripto yang memiliki fundamental dan aktivitas ekonomi yang dapat diukur.
Tidak masuknya Bitcoin dan XRP lebih mencerminkan metodologi seleksi yang digunakan dibandingkan penilaian terhadap kualitas kedua aset tersebut.
Jika nantinya indeks ini berkembang menjadi ETF, kehadirannya berpotensi membuka jalur investasi institusional baru bagi sektor altcoin berbasis utilitas.
FAQ
- Apa itu S&P Pantera Digital Asset Index?
S&P Pantera Digital Asset Index adalah indeks aset kripto yang dikembangkan oleh S&P Dow Jones Indices dan Pantera Capital untuk menjadi acuan dalam mengevaluasi kinerja aset digital berbasis fundamental. - Mengapa Bitcoin tidak masuk indeks kripto baru S&P?
Bitcoin tidak memenuhi metodologi indeks yang mengutamakan proyek blockchain dengan pendapatan berkelanjutan serta mekanisme yang memberikan manfaat ekonomi langsung kepada pemegang token. - Mengapa XRP juga tidak dipilih dalam indeks tersebut?
Biaya transaksi di XRP Ledger sebagian besar dibakar (burn) dan tidak didistribusikan kepada pemegang token, sehingga tidak sesuai dengan kriteria yang digunakan dalam indeks. - Apakah S&P Pantera Digital Asset Index sudah bisa dibeli?
Belum. Saat ini indeks tersebut hanya berfungsi sebagai benchmark dan belum tersedia dalam bentuk ETF atau produk investasi lainnya. - Apa manfaat indeks kripto bagi investor institusi?
Indeks memberikan acuan yang lebih terstruktur dalam menilai aset kripto berdasarkan fundamental, sehingga dapat membantu proses alokasi investasi dan pengelolaan portofolio. - Apakah indeks ini berpotensi menjadi ETF?
Ya. Pantera Capital menyatakan telah berdiskusi dengan sejumlah manajer aset mengenai kemungkinan meluncurkan ETF dan produk investasi lain yang mengacu pada indeks ini.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Altcoin, #Berita XRP, #Berita Ethereum, #Berita Regulasi Crypto






Polkadot 2.25%
BNB 0.30%
Solana 4.19%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


