Solusi Bitcoin Layer 2: Penjelasan & 7 Proyek Utama
icon search
icon search

Top Performers

7 Proyek Bitcoin Layer 2 yang Wajib Kamu Kenal

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

7 Proyek Bitcoin Layer 2 yang Wajib Kamu Kenal

7 Proyek Bitcoin Layer 2 yang Wajib Kamu Kenal

Daftar Isi

Bitcoin selalu punya daya tarik unik. Ia tidak hanya dikenal sebagai aset digital pertama yang benar-benar terdesentralisasi, tetapi juga sebagai jaringan yang memprioritaskan keamanan dan ketahanan di atas segalanya. Namun, seiring semakin banyak orang menggunakan Bitcoin untuk berbagai aktivitas mulai dari transfer nilai, koleksi digital, hingga eksperimen seperti Ordinals dan BRC-20 muncul satu realitas yang tidak bisa dihindari: kapasitas jaringan ini terbatas.

Ketika aktivitas melonjak, biaya bisa naik drastis dan waktu konfirmasi terasa lama. Bagi banyak orang, kondisi ini menimbulkan pertanyaan sederhana: apakah Bitcoin bisa menjadi lebih cepat tanpa kehilangan sifat fundamentalnya? 

Nah, dari pertanyaan tersebut, lahirlah gelombang inovasi bernama Bitcoin Layer 2 sebuah cara untuk membuat Bitcoin jauh lebih lincah tanpa menyentuh fondasi aslinya.

Artikel ini akan mengajak kamu memahami konsep Layer 2 secara mendalam, melihat bagaimana cara kerjanya, lalu mengenal tujuh proyek penting yang sedang mendorong perkembangan baru di ekosistem Bitcoin.

Pembahasan dibuat santai dan mengalir supaya kamu bisa menangkap gambarnya secara utuh tanpa tersesat dalam istilah teknis.

 

Apa Itu Bitcoin Layer 2?

Bitcoin Layer 2 adalah teknologi tambahan yang dibangun di atas blockchain Bitcoin. Kamu bisa membayangkannya seperti jalur tambahan yang dibuat untuk mengurai kemacetan. 

Jalan utama tetap digunakan, tetap aman, dan tidak diubah sedikit pun. Namun, banyak aktivitas yang bisa dialihkan ke jalur tambahan ini sehingga jaringan terasa lebih lega.

Layer 2 bekerja dengan prinsip dasar yang sama: memindahkan sebagian besar aktivitas ke luar rantai utama, lalu mengirimkan hasil akhirnya kembali ke Bitcoin untuk diverifikasi. 

Dengan cara ini, Bitcoin tetap menjadi sumber kebenaran terakhir (final settlement), sementara Layer 2 menangani kecepatan, kapasitas, dan fleksibilitas.

Pendekatan ini penting karena Bitcoin sendiri tidak bisa begitu saja ditingkatkan skalabilitasnya tanpa mengorbankan keamanan. Di sinilah Layer 2 menjadi solusi yang elegan; ia menambah kemampuan baru tanpa merusak sifat asli Bitcoin yang tahan sensor dan sangat aman.

 

Bagaimana Cara Kerja Bitcoin Layer 2?

Cara kerja Layer 2 berbeda-beda tergantung jenis teknologinya, tetapi intinya tetap sama: mengurangi beban blockchain utama. Untuk memahami gambaran besarnya, mari kita lihat tiga pendekatan utama yang banyak dipakai.

Pertama, state channel, seperti yang digunakan Lightning Network. Model ini memungkinkan dua pihak membuka “kanal”, lalu bertransaksi berkali-kali di luar rantai sebelum akhirnya menutup kanal dan mengirim satu catatan akhir ke Bitcoin. Dengan cara ini, transaksi menjadi sangat cepat dan hampir tanpa biaya.

Kedua, sidechain, yaitu blockchain terpisah yang terhubung ke Bitcoin melalui mekanisme tertentu. Sidechain bisa punya waktu blok lebih cepat, mendukung smart contract, atau memiliki fitur tambahan yang tidak ada di Bitcoin. 

Meskipun beberapa tidak sepenuhnya mewarisi keamanan Bitcoin, sidechain menawarkan ruang eksplorasi yang luas bagi pengembang.

Ketiga, rollup, pendekatan yang lebih baru di ekosistem Bitcoin. Rollup memproses transaksi di luar rantai, menggabungkannya menjadi bukti ringkas, lalu mengirimkan bukti tersebut ke Bitcoin untuk diverifikasi. Pendekatan ini populer di ekosistem Ethereum dan kini mulai dibawa ke Bitcoin.

Dengan berbagai pendekatan tersebut, Layer 2 tidak hanya mempercepat transaksi, tetapi juga membuka kemungkinan fitur-fitur baru yang sebelumnya tidak dapat dijalankan langsung di jaringan utama Bitcoin.

 

Kenapa Bitcoin Layer 2 Mulai Ramai Dibahas?

Sejak masuknya tren Ordinals dan token BRC-20, ekosistem Bitcoin mengalami transformasi besar. Aktivitas onchain meningkat, kreativitas pengembang berkembang pesat, dan banyak ide yang sebelumnya dianggap mustahil kini mulai diuji di atas Bitcoin.

Di sisi lain, terbatasnya throughput Bitcoin membuat jaringan sering kali terasa padat saat aktivitas memuncak. Ini membuat banyak orang mencari cara agar Bitcoin tidak hanya kuat sebagai aset penyimpanan nilai, tetapi juga praktis digunakan untuk berbagai kebutuhan.

Perkembangan inilah yang mendorong lahirnya berbagai solusi Layer 2. Selain membantu mengatasi kemacetan, proyek-proyek ini juga membuka pintu bagi hal-hal baru seperti smart contract, aplikasi terdesentralisasi, hingga DeFi berbasis Bitcoin. 

Dengan semakin banyaknya inovasi, pembahasan tentang Layer 2 pun semakin sering muncul, baik di kalangan pengguna maupun pengembang.

 

Top 7 Proyek Bitcoin Layer 2 Ini Jarang DIketahui, Apa Saja?

Banyak proyek Layer 2 bermunculan dalam beberapa tahun terakhir, namun tujuh proyek berikut ini termasuk yang paling menarik untuk dipahami.

Setiap proyek membawa pendekatan berbeda, sehingga kamu bisa melihat betapa luasnya potensi pengembangan di atas Bitcoin, dan berikut di bawah ini adalah daftarnya seperti informasi yang kami kutip dari website chain.link/

 

1. Lightning Network

Lightning Network adalah contoh paling nyata bagaimana Layer 2 bisa mengubah cara pengguna bertransaksi. Dengan menggunakan channel pembayaran, Lightning mampu memproses transaksi Bitcoin dalam hitungan detik dan dengan biaya sangat rendah.

Hal ini membuat Lightning cocok digunakan untuk:

  • pembayaran mikro
  • transaksi harian
  • integrasi merchant
  • tipping atau pembelian kecil

Keberhasilan Lightning menunjukkan bahwa Bitcoin tidak harus lambat. Dengan infrastruktur yang tepat, pembayarannya bisa secepat aplikasi digital biasa.

 

2. Stacks (STX)

Stacks adalah proyek yang membawa smart contract dan aplikasi terdesentralisasi ke Bitcoin. Kamu mungkin juga pernah membaca pembahasan khusus tentang Stacks di Indodax Academy, dan pengetahuan dasar itu akan membantu kamu melihat bagaimana proyek ini berkembang di ekosistem Bitcoin dan aplikasi terdesentralisasi ke Bitcoin. 

Namun, cara Stacks melakukannya cukup unik. Alih-alih memindahkan Bitcoin ke rantai lain, Stacks menggabungkan aktivitasnya dengan Bitcoin melalui mekanisme Proof of Transfer.

Dengan demikian, Stacks memungkinkan hadirnya:

  • aplikasi DeFi
  • platform NFT
  • aplikasi Web3 lain yang memanfaatkan keamanan Bitcoin

Ekosistem Stacks berkembang cukup pesat dan sering menjadi contoh bagaimana Bitcoin bisa diperluas tanpa mengubah protokol dasarnya.

 

3. Rootstock (RSK)

Rootstock menawarkan kompatibilitas penuh dengan Ethereum Virtual Machine (EVM). Jika kamu sebelumnya sudah memahami perbedaan antara Layer 1, Layer 2, dan Layer 3 dari artikel lain di Indodax Academy, penjelasan tentang RSK ini akan terasa lebih mudah dicerna karena konteksnya saling terhubung. dengan Ethereum Virtual Machine (EVM). Dengan kata lain, aplikasi yang biasa berjalan di Ethereum bisa diadaptasi ke RSK tanpa banyak modifikasi.

RSK memiliki beberapa keunggulan menarik, seperti:

  • kompatibilitas smart contract Ethereum
  • koneksi dengan Bitcoin melalui peg-in
  • kemampuan membawa BTC ke logika aplikasi terdesentralisasi

Bagi pengembang yang ingin memanfaatkan keunggulan Bitcoin dan kenyamanan ekosistem Ethereum, RSK menjadi salah satu opsi paling menarik.

 

4. Liquid Network

Liquid Network adalah sidechain yang dikembangkan oleh Blockstream. Proyek ini fokus pada kebutuhan institusi dan pertukaran aset digital yang membutuhkan proses cepat namun tetap aman.

Liquid menawarkan:

  • waktu penyelesaian transaksi yang lebih cepat
  • fitur privasi Confidential Transactions
  • dukungan penerbitan aset

Liquid memperlihatkan bagaimana Bitcoin bisa digunakan dalam skenario yang membutuhkan efisiensi dan privasi tinggi tanpa mengubah rantai utamanya.

 

5. Merlin Chain

Merlin Chain adalah salah satu generasi baru Bitcoin Layer 2 yang memanfaatkan teknologi zero-knowledge. Buat kamu yang sudah membaca artikel Merlin Chain di Indodax Academy, bagian ini akan melengkapi gambaran tentang bagaimana proyek tersebut memanfaatkan Bitcoin sebagai fondasi keamanan sambil tetap memberikan ruang inovasi. Bitcoin Layer 2 yang memanfaatkan teknologi zero-knowledge. Teknologi ini memungkinkan transaksi dan logika program yang lebih privat namun tetap efisien.

Beberapa kemampuan Merlin Chain mencakup:

  • smart contract canggih
  • integrasi DeFi
  • interoperabilitas lintas jaringan

Kemunculan Merlin Chain menunjukkan bahwa inovasi dalam ekosistem Bitcoin semakin luas dan tidak lagi terbatas pada pembayaran.

 

6. Ekosistem BitVM

BitVM bukan jaringan tunggal, tetapi konsep teknis yang membuka cara baru menggunakan Bitcoin. BitVM memungkinkan komputasi yang lebih kompleks dilakukan tanpa perlu mengubah aturan dasar blockchain.

Banyak proyek yang mulai bereksperimen dengan BitVM untuk membuat:

  • smart contract lebih fleksibel
  • sistem verifikasi off-chain
  • logika komputasi yang sebelumnya mustahil di Bitcoin

BitVM memperluas imajinasi tentang apa yang bisa dilakukan Bitcoin, terutama dalam hal komputasi dan verifikasi.

 

7. B² Network

B² Network adalah salah satu implementasi rollup di ekosistem Bitcoin. Dengan memproses transaksi di luar rantai, mengompresnya, lalu mengirim hasilnya ke Bitcoin, B² Network memberikan skala yang jauh lebih besar tanpa membebani blockchain utama.

Rollup seperti B² Network menjadi salah satu bagian dari gelombang baru yang menjanjikan performa tinggi dan efisiensi bagi aplikasi dan transaksi skala besar.

 

Perbandingan Pendekatan dalam Bitcoin Layer 2

Melihat berbagai proyek ini, kamu bisa melihat bahwa tidak ada satu pendekatan yang dianggap paling benar. Lightning menawarkan kecepatan ekstrem untuk pembayaran, Stacks dan RSK membawa aplikasi kompleks, Liquid memberikan privasi, Merlin Chain dan rollup mendorong inovasi baru, sementara BitVM menawarkan cara baru memandang komputasi di atas Bitcoin.

Setiap pendekatan hadir dengan tujuan yang berbeda, dan justru dari keberagaman inilah ekosistem Bitcoin berkembang lebih sehat. Alih-alih mengandalkan satu solusi untuk semua masalah, Bitcoin tumbuh melalui berbagai inovasi yang saling melengkapi.

 

Risiko dan Hal yang Perlu Kamu Pertimbangkan

Meski potensinya besar, Bitcoin Layer 2 tetap membawa risiko yang perlu dipahami. Tidak semua Layer 2 mewarisi keamanan Bitcoin sepenuhnya. Sidechain biasanya memiliki validator sendiri, sehingga keamanannya bergantung pada mekanisme federasi. Rollup di Bitcoin masih dalam tahap awal pengembangan, sehingga kode dan infrastrukturnya belum matang.

Selain itu, mekanisme bridge antara Bitcoin dan Layer 2 juga membawa risiko tambahan. Pengguna perlu memahami proses teknis dasar agar tidak hanya terpaku pada manfaatnya saja.

 

Masa Depan Bitcoin Layer 2

Melihat perkembangan beberapa tahun terakhir, sulit mengabaikan arah baru yang tengah dibentuk oleh Layer 2. Bitcoin tidak lagi hanya dianggap sebagai aset penyimpan nilai, tetapi juga sebagai fondasi dari aplikasi dan inovasi yang lebih luas.

Ke depan, kita kemungkinan akan melihat:

  • lebih banyak eksperimen rollup di Bitcoin
  • integrasi lebih erat dengan oracle dan data off-chain
  • pengalaman pengguna yang semakin mulus antara Layer 1 dan Layer 2

Pada akhirnya, Layer 2 adalah cara bagi Bitcoin untuk berkembang tanpa kehilangan identitasnya. Dengan memadukan keamanan Bitcoin dan fleksibilitas teknologi tambahan, masa depan Bitcoin terlihat jauh lebih terbuka dari sebelumnya.

 

Itulah informasi menarik tentang Solusi Bitcoin Layer 2: Penjelasan & 7 Proyek Utama yang bisa kamu dalami lebih lanjut di kumpulan artikel kripto dari Indodax Academy. Selain mendapatkan insight mendalam lewat berbagai artikel edukasi crypto terpopuler, kamu juga bisa memperluas wawasan lewat kumpulan tutorial serta memilih dari beragam artikel populer yang sesuai minatmu.

Selain update pengetahuan, kamu juga bisa langsung pantau harga aset digital di Indodax Market dan ikuti perkembangan terkini lewat berita crypto terbaru. Untuk pengalaman trading lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading dari Indodax. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu nggak ketinggalan informasi penting seputar blockchain, aset kripto, dan peluang trading lainnya.

Kamu juga bisa ikutin berita terbaru kami lewat Google News agar akses informasi lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan aset kripto kamu dengan fitur INDODAX staking crypto, cara praktis buat dapetin penghasilan pasif dari aset yang disimpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!

 

Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

 

Follow Sosmed Twitter Indodax sekarang

Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

FAQ 

1.Apa saja contoh Bitcoin Layer 2?
Beberapa contoh yang banyak dibahas adalah Lightning Network, Stacks, RSK, Liquid, Merlin Chain, berbagai proyek berbasis BitVM, dan B² Network. Masing?masing hadir untuk kebutuhan berbeda, mulai dari pembayaran cepat hingga smart contract.

2.Mengapa Bitcoin butuh Layer 2?
Bitcoin punya kapasitas terbatas di jaringan utamanya. Layer 2 hadir untuk menangani transaksi yang lebih cepat dan berbiaya rendah tanpa mengubah protokol dasar Bitcoin.

3.Apakah Bitcoin Layer 2 aman digunakan?
Keamanannya bergantung pada desain tiap proyek. Ada yang sangat dekat dengan keamanan Bitcoin, sementara beberapa sidechain mengandalkan validator terpisah. Memahami cara kerjanya adalah hal penting sebelum digunakan.

4.Apakah semua Bitcoin Layer 2 punya token?
Tidak. Lightning Network tidak punya token, sementara proyek lain seperti Stacks memiliki token untuk mendukung mekanisme jaringannya.

5.Apa perbedaan Lightning Network dengan rollup atau sidechain?
Lightning fokus pada pembayaran cepat dengan channel off?chain. Sidechain menawarkan fitur tambahan seperti smart contract. Rollup menggabungkan transaksi dalam jumlah besar lalu mengirim bukti ke Bitcoin.

6.Apakah Bitcoin Layer 2 akan menggantikan Layer 1?
Tidak. Layer 1 tetap fondasi keamanan utama. Layer 2 hanya membantu memperluas kapasitas dan fungsi tanpa menggantikan peran Bitcoin.

 

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

 

Author: AL

Lebih Banyak dari Bitcoin,Blockchain

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 8.91%
bnb BNB 0.54%
sol Solana 4.81%
eth Ethereum 2.37%
ada Cardano 1.35%
pol Polygon Ecosystem Token 2.11%
trx Tron 2.85%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
FWOG/IDR
Fwog
287
53.48%
IOTA/IDR
IOTA
3.658
46.97%
ZKWASM/IDR
ZKWASM
217
40.91%
SFI/IDR
saffron.fi
4.412K
33.73%
TURBO/IDR
TURBO
39
19.17%
Nama Harga 24H Chg
SQD/IDR
Subsquid
972
-33.47%
SHAN/IDR
Shanum
2
-33.33%
KUNCI/IDR
Kunci Coin
2
-33.33%
VRA/IDR
Verasity
4
-20%
CROAK/IDR
Croak
9
-19.48%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

7 Proyek Bitcoin Layer 2 yang Wajib Kamu Kenal

Bitcoin selalu punya daya tarik unik. Ia tidak hanya dikenal

10 Neobank Crypto yang Lagi Naik Daun di 2025, Apa Saja? 
29/11/2025
10 Neobank Crypto yang Lagi Naik Daun di 2025, Apa Saja? 

Tahukan kamu bahwa pada tahun 2025 cara orang berinteraksi dengan

29/11/2025
Marketing 1.0: Fondasi Pemasaran Tradisional & Relevansinya bagi Edukasi Pasar Kripto & Produk Digital
29/11/2025
Marketing 1.0: Fondasi Pemasaran Tradisional & Relevansinya bagi Edukasi Pasar Kripto & Produk Digital

Marketing bukan sekadar kata-kata manis di balik logo atau nama

29/11/2025