Harga Bitcoin (BTC) melemah setelah Federal Reserve (The Fed) merilis pernyataan Federal Open Market Committee (FOMC) Januari 2026 pada Kamis (29/1) dini hari.
Keputusan bank sentral AS untuk menahan suku bunga memicu aksi ambil untung di pasar kripto, meski langkah tersebut sudah lebih dulu diperkirakan pelaku pasar.
Bitcoin tercatat turun ke area US$89.221, setelah dua kali gagal menembus level psikologis US$90.000. Pelemahan ini terjadi tak lama setelah pernyataan resmi FOMC dipublikasikan.
The Fed Tahan Suku Bunga di FOMC Januari 2026
Dalam pernyataan FOMC pertamanya di tahun 2026, The Fed memutuskan menahan suku bunga acuan di kisaran 3,5%–3,75%.
“Hari ini Federal Open Market Committee memutuskan untuk mempertahankan suku bunga kebijakan. Setelah memangkas suku bunga sebesar total 75 basis poin dalam tiga pertemuan sebelumnya, kami menilai bahwa sikap kebijakan moneter saat ini sudah tepat untuk mendorong kemajuan menuju target lapangan kerja maksimum dan inflasi 2%,” ujar Powell dikutip dari Federal Reserve.
Keputusan ini mengakhiri rangkaian pemangkasan suku bunga yang dilakukan sepanjang 2025, di mana The Fed sebelumnya memangkas suku bunga hingga total 75 basis poin.
Ketua The Fed Jerome Powell menyebut perekonomian AS masih menunjukkan ekspansi moderat, didukung kebijakan moneter longgar dan program quantitative easing yang masih berjalan.
Baca berikutnya: Rangkuman Hasil Rapat The Fed & Dampaknya ke Harga Bitcoin, Emas, dkk
Sell the News Tekan Harga Bitcoin
Meski keputusan tersebut sesuai dengan prediksi pasar di platform taruhan prediktif seperti Polymarket dan Kalshi, reaksi harga Bitcoin justru bergerak negatif.
Kondisi ini mencerminkan pola klasik sell the news, di mana pelaku pasar memilih merealisasikan keuntungan setelah kepastian kebijakan diumumkan.
Penahanan suku bunga juga membuat dolar AS mendapat dukungan sementara, sehingga menekan aset berisiko seperti Bitcoin dalam jangka pendek.
Bitcoin Gagal Bertahan di Atas US$90.000
Secara teknikal, Bitcoin kembali tertahan di area US$90.000, level yang sebelumnya berfungsi sebagai resistance kuat.
Penolakan di level tersebut memperkuat sentimen hati-hati di pasar, terutama setelah reli signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
Pelemahan ini dinilai lebih bersifat reaksi jangka pendek terhadap kebijakan moneter, bukan perubahan fundamental terhadap aset kripto itu sendiri.
Emas Menguat, Rotasi Modal Terlihat Jelas
Berbeda dengan Bitcoin, harga emas justru mencatat lonjakan tajam. Emas naik sekitar 3,5% dalam satu hari dan menembus rekor tertinggi baru di kisaran US$5.367 per ons.
Kenaikan ini mengindikasikan adanya rotasi modal ke aset safe haven, seiring pasar merespons sikap hati-hati The Fed dalam menjaga stabilitas dolar AS.
Baca berita terbaru lainnya: Bitcoin Tak Bertenaga, Dana Crypto Diam-Diam Kabur ke Token Emas Ini
Apa Artinya bagi Pasar Kripto?
Tekanan terhadap Bitcoin pasca FOMC menunjukkan bahwa pasar kripto masih sangat sensitif terhadap arah kebijakan moneter AS.
Meski keputusan The Fed tidak mengejutkan, konfirmasi resmi tetap menjadi pemicu volatilitas jangka pendek.
Pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada ekspektasi kebijakan lanjutan The Fed, dinamika dolar AS, serta pergeseran arus modal global antara aset lindung nilai dan aset berisiko.
Kesimpulan
Pelemahan Bitcoin setelah pengumuman FOMC Januari 2026 menegaskan bahwa arah kebijakan moneter AS masih menjadi faktor utama pergerakan pasar kripto.
Keputusan The Fed untuk menahan suku bunga memang tidak mengejutkan, namun cukup memicu aksi ambil untung setelah reli harga sebelumnya.
Gagalnya Bitcoin bertahan di atas level US$90.000, bersamaan dengan lonjakan harga emas ke rekor tertinggi, menunjukkan adanya sikap defensif jangka pendek di pasar.
Dalam waktu dekat, pergerakan Bitcoin akan tetap dipengaruhi ekspektasi kebijakan The Fed berikutnya serta dinamika arus modal global.
FAQ
- Kenapa Bitcoin langsung turun setelah pengumuman FOMC?
Karena keputusan penahanan suku bunga sudah lebih dulu diprediksi pasar. Setelah pengumuman resmi keluar, banyak trader memilih ambil untung, sehingga memicu tekanan jual jangka pendek. - Apa itu FOMC dan kenapa berpengaruh ke Bitcoin?
FOMC adalah komite di The Fed yang menentukan kebijakan moneter AS. Keputusan soal suku bunga dan likuiditas berpengaruh besar terhadap minat investor pada aset berisiko seperti Bitcoin. - Apakah penahanan suku bunga selalu berdampak negatif bagi Bitcoin?
Tidak selalu. Dampaknya tergantung kondisi pasar. Dalam beberapa situasi, penahanan suku bunga memberi stabilitas, namun dalam jangka pendek sering memicu reaksi teknikal. - Kenapa emas naik saat Bitcoin melemah?
Emas dipandang sebagai aset lindung nilai. Saat pasar bersikap lebih defensif, dana cenderung mengalir ke emas dibanding aset berisiko seperti kripto. - Apakah penurunan Bitcoin ini bersifat jangka panjang?
Belum tentu. Pelemahan ini lebih mencerminkan respons jangka pendek pasar terhadap kebijakan moneter, bukan perubahan fundamental Bitcoin. - Level harga Bitcoin apa yang jadi perhatian pasar saat ini?
Area US$90.000 masih menjadi resistance utama yang dipantau pelaku pasar untuk melihat arah pergerakan berikutnya.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- CoinPedia – Federal Reserve Issues FOMC Statement for Jan 2026: Why Is BTC Price Down?, diakses pada 29 Januari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita The Fed





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
