Pasar derivatif kripto mulai memberi sinyal kewaspadaan terhadap pergerakan Bitcoin (BTC) dalam beberapa bulan ke depan.
Data opsi menunjukkan ada peluang sekitar 30% Bitcoin turun ke bawah US$80.000 sebelum akhir Juni 2026, di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Di saat harga Bitcoin bergerak di kisaran US$91.000–US$94.000, pasar justru menumpuk posisi perlindungan risiko di level harga yang lebih rendah.
Pasar Opsi Baca Risiko Koreksi Bitcoin Lebih Dalam
Data dari Derive.xyz, sebuah protokol derivatif berbasis on-chain, menunjukkan dominasi put option pada kisaran strike US$75.000 hingga US$80.000.
Pola ini mencerminkan ekspektasi sebagian pelaku pasar terhadap potensi koreksi lanjutan dalam semester pertama 2026.
Menurut kepala riset Derive.xyz, struktur pasar saat ini memperlihatkan downside skew yang cukup tajam.
“Data pasar opsi menunjukkan risiko penurunan harga Bitcoin saat ini lebih besar dibanding peluang kenaikannya. Ada peluang sekitar 30% Bitcoin turun di bawah US$80.000 hingga 26 Juni, sementara peluang naik ke atas US$120.000 hanya sekitar 19%,” kata Dr. Sean Dawson, Kepala Riset Derive.xyz, dikutip dari CoinDesk.
Artinya, biaya lindung nilai untuk skenario penurunan harga lebih mahal dibanding skenario kenaikan, sebuah sinyal bahwa pelaku pasar lebih fokus mengantisipasi risiko penurunan.
Baca berikutnya: Emas Naik Gila ke $5.000, Kenapa Bitcoin (BTC) Belum Bergerak?
Dalam periode yang sama, peluang Bitcoin naik menembus US$120.000 justru dinilai lebih kecil, sekitar 19%. Ketimpangan probabilitas ini memperkuat gambaran bahwa sentimen pasar saat ini condong ke arah defensif.
Selain di platform terdesentralisasi, pola serupa juga terlihat di bursa derivatif terpusat seperti Deribit.
Konsentrasi open interest pada opsi jual di area US$75.000–US$80.000 menunjukkan banyak pelaku pasar memilih bersiap menghadapi skenario terburuk, alih-alih mengejar reli agresif.
Data ini bukan prediksi harga mutlak, melainkan indikator sentimen dan manajemen risiko. Opsi sering digunakan sebagai alat lindung nilai, sehingga pergerakan di pasar ini kerap menjadi sinyal awal sebelum perubahan besar terjadi di pasar spot.
Tekanan Makro dan Geopolitik Jadi Faktor Utama
Risiko penurunan harga Bitcoin tidak hanya berasal dari faktor teknikal, tetapi juga tekanan makro global.
Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman tarif baru terhadap sejumlah negara Eropa.
Retorika tarif tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan perdagangan global, yang sebelumnya juga berdampak signifikan pada aset berisiko.
“Meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Eropa, terutama terkait isu Greenland, meningkatkan risiko pasar kembali masuk ke fase volatilitas tinggi, meski kondisi tersebut belum sepenuhnya tercermin pada harga spot saat ini,” lanjut Dawson.
Pada April 2025, Bitcoin sempat jatuh ke area US$75.000 di tengah eskalasi kebijakan tarif serupa. Kondisi ini dinilai berpotensi mengembalikan pasar ke fase volatilitas tinggi, meski harga spot Bitcoin saat ini belum sepenuhnya mencerminkan risiko tersebut.
Baca berikutnya: Kilas Balik Setahun Presiden Trump: Saat Kripto Tak Lagi Dipandang Sama
Kesimpulan
Data opsi memberi gambaran bahwa pasar sedang berada dalam mode waspada.
Meski Bitcoin masih bertahan di atas US$90.000, akumulasi posisi lindung nilai di bawah US$80.000 mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar terhadap potensi guncangan makro dalam beberapa bulan ke depan.
Bagi investor, membaca arah sentimen ini menjadi krusial untuk memahami risiko yang sedang dibangun pasar.
FAQ
- Apa arti peluang 30 persen Bitcoin turun di bawah US$80.000?
Angka tersebut mencerminkan estimasi probabilitas dari pasar opsi, bukan prediksi pasti. Artinya, berdasarkan posisi trader saat ini, ada risiko signifikan yang sedang diantisipasi pasar. - Apa itu pasar opsi Bitcoin?
Pasar opsi adalah pasar derivatif yang memungkinkan trader mengambil posisi atas kemungkinan harga Bitcoin naik atau turun di level tertentu dalam jangka waktu tertentu, sering digunakan untuk lindung nilai risiko. - Mengapa level US$80.000 dianggap penting?
Level ini menjadi area psikologis dan teknikal karena banyak posisi opsi terkonsentrasi di bawahnya. Jika ditembus, tekanan jual berpotensi meningkat. - Apakah data opsi selalu akurat memprediksi harga Bitcoin?
Tidak selalu. Data opsi lebih tepat dibaca sebagai cerminan sentimen dan ekspektasi risiko pelaku pasar, bukan penentu arah harga secara absolut. - Faktor apa yang paling memengaruhi risiko penurunan Bitcoin saat ini?
Selain dinamika pasar kripto itu sendiri, faktor makro seperti kebijakan tarif, ketegangan geopolitik, dan volatilitas pasar global menjadi pemicu utama kekhawatiran pasar.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
