Harga Bitcoin kembali tertekan dan sempat menyentuh area Rp1,37 miliar pada perdagangan terbaru, mencerminkan tekanan jual yang masih kuat setelah koreksi tajam dalam 24 jam terakhir.
Data chart terbaru menunjukkan Bitcoin bergerak di kisaran Rp1,35 miliar – Rp1,38 miliar, jauh di bawah level psikologis sebelumnya. Volatilitas tinggi menandakan pasar belum sepenuhnya tenang setelah gelombang likuidasi besar.
Sentimen The Fed dan Politik AS Ikut Menekan Pasar
Selain faktor teknikal, pasar juga diguncang sentimen makro. Pernyataan terbaru dari Donald Trump soal rencana penunjukan ketua The Fed baru mendorong spekulasi bahwa kebijakan moneter AS bisa tetap ketat lebih lama.
JUST IN: ??President Trump says he’ll be announcing the new Federal Reserve Chair “tomorrow morning.”
Odds for Bitcoin-friendly Kevin Warsh to get the job spiked to 88%, according to Polymarket ? pic.twitter.com/LrBSDHOJeO
— Bitcoin Magazine (@BitcoinMagazine) January 30, 2026
Pasar merespons cepat. Probabilitas Kevin Warsh menjadi Ketua The Fed melonjak tajam, memicu kekhawatiran suku bunga tinggi akan bertahan.
Dalam kondisi seperti ini, aset berisiko seperti kripto cenderung dilepas lebih dulu oleh pelaku pasar.
Baca juga: Michael Saylor Ungkap Ancaman Paling Berbahaya bagi Bitcoin (BTC) Saat Ini
Likuiditas Leverage Jadi Pemicu Utama Tekanan Harga
Tekanan Bitcoin tidak datang sendirian. Dilansir dari CoinDesk, dalam satu jam saja, pasar kripto mencatat likuidasi posisi long ratusan juta dollar, dan total likuidasi 24 jam menembus $1,75 miliar.
Kondisi ini memaksa banyak posisi leverage ditutup otomatis, mempercepat penurunan harga.
Ketika harga jatuh cepat, efek domino terjadi. Trader yang menggunakan leverage tinggi kehilangan margin, sementara order jual terus menumpuk di pasar spot.
Situasi ini membuat pemantulan harga cenderung lemah dan mudah ditekan kembali.
Bitcoin Masih Bertahan, Tapi Area Ini Jadi Penentu

Sumber: TradingView
Secara teknikal, Bitcoin saat ini masih bertahan tipis di atas area support penting sekitar Rp1,35 miliar, yang sebelumnya menjadi zona pantulan.
Jika area ini gagal dipertahankan, tekanan lanjutan bisa mendorong harga menguji level lebih rendah.
Sebaliknya, selama Bitcoin mampu bertahan dan membentuk konsolidasi sehat, peluang pemantulan teknikal tetap terbuka.
Namun, arah berikutnya masih sangat bergantung pada stabilitas sentimen global dan arus likuiditas baru ke pasar kripto.
Kesimpulan
Koreksi Bitcoin ke Rp1,3 miliar bukan sekadar pergerakan harga biasa. Likuidasi besar, tekanan leverage, dan ketidakpastian arah kebijakan The Fed menjadi kombinasi yang membuat pasar tetap rapuh.
Meski ada pantulan kecil, risiko volatilitas masih tinggi dan fase penentuan arah belum selesai.
FAQ
1. Kenapa harga Bitcoin bisa turun tajam ke Rp1,3 miliar?
Penurunan dipicu oleh likuidasi besar posisi leverage dan sentimen negatif dari ketidakpastian kebijakan moneter AS.
2. Apakah pantulan harga +0,29% menandakan tren sudah berbalik?
Belum. Pantulan kecil masih tergolong reaksi teknikal, bukan konfirmasi pembalikan tren.
3. Level penting apa yang perlu diperhatikan sekarang?
Area sekitar Rp1,35 miliar menjadi support krusial dalam jangka pendek.
4. Apakah sentimen The Fed masih berpengaruh ke Bitcoin?
Ya. Kebijakan suku bunga dan stabilitas ekonomi AS masih menjadi faktor utama bagi aset berisiko.
5. Apakah koreksi seperti ini wajar di pasar kripto?
Wajar. Pasar kripto sangat sensitif terhadap leverage dan sentimen global, sehingga pergerakan ekstrem bisa terjadi dalam waktu singkat.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi
CoinDesk – Bitcoin pulls back to as low as $81,000 as horrendous day continues, diakses pada 30 Januari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
