Isu pemangkasan suku bunga Amerika Serikat kembali menjadi sorotan pasar.
Dilansir dari Cryptopolitan, bank State Street memperingatkan dolar AS bisa melemah hingga 10% jika Federal Reserve memangkas suku bunga lebih agresif dari perkiraan.
Saat ini, dolar disebut berada di fase terlemah dalam hampir satu dekade. Jika kebijakan moneter benar-benar dilonggarkan lebih cepat, tekanan terhadap mata uang AS bisa semakin besar.
Kenapa Suku Bunga Bisa Melemahkan Dolar?`

Sumber: Tradingeconomics
Suku bunga The Fed saat ini berada di kisaran 3,50% – 3,75%. Pasar memperkirakan dua kali pemangkasan tahun ini, dengan peluang pemotongan pertama terjadi pada Juni.
Penjelasannya sederhana. Ketika suku bunga tinggi, investor global tertarik menyimpan uang dalam dolar karena imbal hasilnya besar.
Namun, saat suku bunga turun, keuntungan itu berkurang dan sebagian investor memindahkan dananya ke aset lain. Inilah yang bisa membuat dolar melemah.
Baca juga: Isu Suku Bunga dan Ketua The Fed Baru Bikin Bitcoin (BTC) Enggan Menguat
Ambisi Trump Berisiko Sebabkan Inflasi
Situasi makin rumit karena ada wacana pergantian pimpinan The Fed. Nama Kevin Warsh disebut sebagai kandidat kuat pengganti Jerome Powell.
Jika kepemimpinan baru mendorong kebijakan yang lebih longgar, ekspektasi pasar terhadap pemangkasan bisa meningkat.
Di sisi lain, Donald Trump menyampaikan ambisi pertumbuhan ekonomi AS hingga 15%.
Namun, sejumlah ekonom menilai pertumbuhan setinggi itu sulit dicapai tanpa risiko inflasi. Perbedaan antara target politik dan kondisi ekonomi nyata inilah yang membuat pasar berhati-hati.
Bitcoin Turun ke Area $68.000

Sumber: TradingView
Di tengah ketidakpastian ini, Bitcoin (BTC) bergerak turun ke area $68.000 hari ini (11/2), turun 1.4% dalam satu hari terakhir.
Bitcoin tidak melonjak, tetapi juga tidak jatuh tajam. Ini menunjukkan investor masih menunggu kejelasan arah kebijakan The Fed.
Secara umum, dolar yang melemah bisa membuat aset alternatif seperti Bitcoin terlihat lebih menarik. Alasannya karena Bitcoin memiliki suplai terbatas, berbeda dengan mata uang yang bisa dicetak.
Namun, hubungan ini tidak selalu pasti. Faktor seperti sentimen pasar, arus dana global, dan data inflasi tetap sangat menentukan.
Saat ini, pasar fokus pada rilis data CPI dan PCE AS. Jika inflasi masih tinggi, ruang pemangkasan suku bunga bisa menyempit. Jika inflasi melandai, peluang pelonggaran meningkat dan dolar bisa tertekan.
Kesimpulan
Peringatan State Street menunjukkan betapa sensitifnya dolar terhadap kebijakan suku bunga. Jika pemangkasan terjadi lebih dalam dari perkiraan, pelemahan hingga 10% bukan hal yang mustahil.
Sementara itu, Bitcoin masih bergerak hati-hati di sekitar $69.000. Arah berikutnya sangat bergantung pada data inflasi dan keputusan The Fed.
Selama ketidakpastian ini belum terjawab, pasar kemungkinan tetap bergerak terbatas namun sensitif terhadap kabar makro.
FAQ
1. Mengapa suku bunga memengaruhi nilai dolar?
Karena suku bunga menentukan imbal hasil aset berbasis dolar. Jika suku bunga turun, daya tarik dolar bagi investor global ikut menurun.
2. Apakah dolar melemah pasti membuat Bitcoin naik?
Tidak selalu. Meski sering bergerak berlawanan arah, harga Bitcoin tetap dipengaruhi sentimen pasar dan kondisi ekonomi global.
3. Kenapa Bitcoin tidak langsung melonjak saat isu suku bunga muncul?
Investor masih menunggu kepastian kebijakan dan data inflasi. Tanpa kejelasan, pasar cenderung berhati-hati.
4. Apa itu CPI dan PCE?
Keduanya adalah indikator inflasi di AS. Data ini membantu menentukan apakah The Fed punya ruang untuk memangkas suku bunga.
5. Seberapa penting keputusan The Fed bagi pasar kripto?
Sangat penting. Kebijakan suku bunga mempengaruhi dolar, likuiditas global, dan minat investor terhadap aset berisiko seperti Bitcoin.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
Cryptopolitan – State Street warns dollar could slide up to 10% as Fed rate cuts risk rise, diakses pada 11 Februari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
