Google Cloud Temukan 7 Malware Baru Serang Perusahaan Kripto
icon search
icon search

Top Performers

Google Cloud Temukan 7 Malware Baru Serang Perusahaan Kripto

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Google Cloud Temukan 7 Malware Baru Serang Perusahaan Kripto

Google Cloud Temukan 7 Malware Baru Serang Perusahaan Kripto

Daftar Isi

Google Cloud mengungkap kampanye malware baru yang diduga terkait dengan aktor siber asal Korea Utara, yang secara khusus menargetkan perusahaan kripto dan fintech. 

Dalam laporan terbaru yang dirilis Mandiant, unit keamanan siber di bawah Google Cloud, kelompok peretas yang dilacak dengan nama UNC1069 menyebarkan tujuh keluarga malware untuk mencuri data sensitif dan aset digital.

Serangan ini dinilai lebih terstruktur dan canggih dibanding pola sebelumnya, terutama karena memanfaatkan kecerdasan buatan untuk memperkuat skema rekayasa sosial.

 

Gunakan Telegram Diretas dan Zoom Palsu

Dalam salah satu kasus yang diungkap Mandiant, penyerang mengambil alih akun Telegram milik seorang founder kripto. Dari akun yang sudah diretas tersebut, pelaku menghubungi target dan mengatur pertemuan Zoom.

Korban kemudian menerima panggilan video dengan tampilan visual meyakinkan. Namun video tersebut ternyata deepfake berbasis AI. Pelaku berpura-pura mengalami gangguan audio dan meminta korban menjalankan perintah tertentu untuk “memperbaiki” masalah tersebut.

Perintah itu ternyata mengandung command tersembunyi yang memicu infeksi malware. Teknik ini dikenal sebagai ClickFix attack, yakni manipulasi korban agar secara sukarela menjalankan instruksi berbahaya di perangkatnya sendiri.

 

Baca juga berita lainnya: Mantan CEO SafeMoon Dipenjara 100 Bulan, Terbukti Tipu Investor

 

Tujuh Malware Disiapkan untuk Curi Data dan Aset Kripto

Mandiant mengidentifikasi tujuh keluarga malware dalam kampanye ini. Beberapa yang disebut secara spesifik antara lain:

  • SILENCELIFT
  • DEEPBREATH
  • CHROMEPUSH

“Investigasi ini menemukan intrusi yang disesuaikan secara spesifik dengan target, yang menghasilkan penyebaran tujuh keluarga malware berbeda, termasuk tool baru untuk mengekstrak data host dan data korban, yakni SILENCELIFT, DEEPBREATH, dan CHROMEPUSH,” tulis laporan tersebut.

Dua nama terakhir merupakan malware yang baru ditemukan dan dirancang untuk mengekstrak data korban serta melewati komponen keamanan sistem operasi. 

Targetnya bukan hanya data login, tetapi juga informasi host, kredensial, hingga kemungkinan akses ke dompet kripto atau infrastruktur internal perusahaan.

Menurut laporan tersebut, malware ini dikustomisasi untuk tiap target, menunjukkan bahwa serangan tidak dilakukan secara acak.

 

Aktivitas Dilacak Sejak 2018, Kini Didukung AI

Mandiant menyebut kelompok yang diduga memiliki kaitan dengan Korea Utara ini telah dipantau sejak 2018. Namun sejak November 2025, mereka mulai menggunakan umpan berbasis AI dalam operasi aktif.

Google Threat Intelligence Group sebelumnya mencatat bahwa penggunaan AI membuat skema rekayasa sosial semakin realistis dan sulit dibedakan dari komunikasi asli. Hal ini meningkatkan efektivitas serangan, terutama terhadap eksekutif, developer, dan perusahaan modal ventura di sektor kripto.

Hingga berita ini dipublikasikan, Melansir dari Cointelegraph, Mandiant belum memberikan detail tambahan terkait atribusi resmi terhadap pemerintah Korea Utara, meski pola dan taktiknya memiliki kemiripan dengan operasi sebelumnya.

 

Baca selanjutnya: Salah Copy Alamat Wallet, Dua Investor Kripto Kehilangan Rp900 Miliar

 

Industri Kripto Masih Jadi Target Strategis

Serangan ini mempertegas bahwa sektor kripto tetap menjadi sasaran empuk bagi kelompok peretas terorganisir.

Pada Juni 2025, empat operator yang juga dikaitkan dengan Korea Utara diketahui menyusup ke sejumlah perusahaan kripto sebagai developer lepas dan mencuri sekitar US$900.000. 

Di awal tahun yang sama, kelompok Lazarus juga disebut terlibat dalam peretasan senilai US$1,4 miliar terhadap platform Bybit, salah satu pencurian kripto terbesar yang pernah tercatat.

Pola ini menunjukkan pendekatan berlapis: infiltrasi internal, rekayasa sosial, hingga eksploitasi teknis tingkat lanjut.

 

Kesimpulan

Kampanye UNC1069 bukan sekadar serangan malware biasa. Serangan ini menggabungkan manipulasi psikologis, pemanfaatan AI, dan perangkat lunak berbahaya yang dirancang khusus untuk sektor kripto.

Dengan target yang jelas (founder, developer, dan perusahaan pendanaan) serangan ini mengindikasikan bahwa industri aset digital berada dalam radar jangka panjang aktor siber negara.

Keamanan bukan lagi hanya soal teknologi, tetapi juga kesadaran manusia terhadap pola penipuan yang semakin sulit dikenali.

 

FAQ

  • Apa itu malware yang menargetkan perusahaan kripto?
    Malware kripto adalah perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk mencuri aset digital, kredensial login, atau data sensitif dari perusahaan blockchain, exchange, dan startup fintech. Serangan biasanya memanfaatkan phishing, social engineering, atau eksploitasi sistem keamanan.
  • Bagaimana cara kerja serangan ClickFix dalam kasus ini?
    ClickFix attack adalah teknik di mana korban diminta menjalankan perintah tertentu di perangkatnya sendiri. Dalam kasus ini, peretas menyamar dalam panggilan Zoom palsu dan meminta korban menjalankan “perintah perbaikan audio” yang ternyata memicu infeksi malware.
  • Mengapa hacker Korea Utara sering dikaitkan dengan kejahatan kripto?
    Beberapa laporan intelijen siber menyebut kelompok yang diduga terkait Korea Utara menggunakan peretasan kripto sebagai sumber pendanaan alternatif. Targetnya sering kali perusahaan Web3, exchange, dan proyek blockchain bernilai tinggi.
  • Apa itu deepfake dalam serangan siber?
    Deepfake adalah teknologi berbasis AI yang mampu memanipulasi video atau audio sehingga tampak autentik. Dalam konteks serangan kripto, deepfake digunakan untuk meyakinkan korban bahwa mereka sedang berbicara dengan rekan bisnis atau eksekutif asli.
  • Bagaimana perusahaan kripto bisa mencegah serangan seperti ini?
    Perusahaan dapat meningkatkan keamanan dengan menerapkan verifikasi berlapis pada komunikasi internal, membatasi akses administrator, mengedukasi karyawan tentang social engineering, serta memantau aktivitas login yang tidak wajar.
  • Apakah investor individu juga berisiko terkena malware kripto?
    Ya. Meski kampanye ini menargetkan perusahaan, teknik social engineering dan malware serupa juga sering digunakan untuk menyerang investor individu melalui email phishing, Telegram palsu, atau aplikasi tidak resmi.

 

Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.

Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.

Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.

INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.

 

Kontak Resmi Indodax

Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

Follow IG Indodax

 

Author: Fau 

 

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

 

Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Scam Crypto

Lebih Banyak dari Berita

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
WTEC/IDR
World Trad
2
100%
ETC/IDR
Ethereum C
212.300
48.98%
EPIC/IDR
Epic Chain
10.720
36.86%
ALITAS/IDR
Alitas
4
33.33%
SIREN/IDR
siren
12.569
27.41%
Nama Harga 24H Chg
DODO/IDR
DODO
1.130
-31.06%
PORTAL/IDR
Portal
326
-28.19%
MYX/IDR
MYX Financ
5.162
-27.49%
CHT/IDR
CyberHarbo
3
-25%
CVC/IDR
Civic
457
-21.34%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Michael Saylor Unggah ‘Back to Work’, Siap Borong Bitcoin Lagi?
04/06/2026
Michael Saylor Unggah ‘Back to Work’, Siap Borong Bitcoin Lagi?

Pendiri Strategy, perusahaan pemegang Bitcoin (BTC) Michael Saylor, kembali menjadi

04/06/2026
Ternyata Ini 3 Penyebab Kenapa Harga Bitcoin (BTC) Terus Melemah
04/06/2026
Ternyata Ini 3 Penyebab Kenapa Harga Bitcoin (BTC) Terus Melemah

Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami tekanan tajam, kehilangan lebih dari

04/06/2026
Analis Terkenal Jagokan 3 Altcoin Ini, Bisa Meledak Usai CLARITY Act Sah
03/06/2026
Analis Terkenal Jagokan 3 Altcoin Ini, Bisa Meledak Usai CLARITY Act Sah

Pasar kripto mendapat sorotan baru terkait pembahasan CLARITY Act di

03/06/2026