Sebuah wallet Bitcoin (BTC) dari era awal kemunculan BTC kembali aktif setelah 14 tahun tidak bergerak. Tak lama setelah aktif, alamat tersebut menerima 7.068 BTC senilai sekitar US$470 juta atau setara sekitar Rp7,7 triliun.
Data dari Arkham Intelligence mengidentifikasi alamat berawalan bc1qq itu sebagai bagian dari kelompok yang kerap dijuluki “Satoshi Whale”, merujuk pada wallet yang dibuat pada periode 2009 hingga 2011.

Sumber Gambar: X.com/MrCrypto3706
Wallet dari fase awal ini jarang tersentuh, sehingga setiap pergerakannya langsung memicu notifikasi whale alert dan menjadi sorotan pelaku pasar.
Karena kepemilikannya biasanya dalam jumlah besar dan sudah lama tidak aktif, kemunculan kembali wallet era Satoshi hampir selalu direspons cepat oleh trader dan analis.
Baca berita terbaru lainnya: Michael Saylor Kasih Kode Beli Bitcoin (BTC) Lagi Saat Market Nyungsep
Harga Bitcoin Langsung Merespons
Tak lama setelah transaksi terdeteksi, harga Bitcoin sempat melonjak lebih dari 4% dan diperdagangkan di kisaran US$69.413. Dalam pembaruan berikutnya, BTC bergerak di sekitar US$70.260, mencatat kenaikan harian sekitar 5%.
Namun, berdasarkan data CoinMarketCap, harga Bitcoin hari ini (16/2) berada di level US$68.000 atau turun sekitar 2,06% dalam 24 jam terakhir.
Kenaikan sebelumnya menunjukkan sensitivitas pasar terhadap aktivitas whale, terutama yang melibatkan wallet lama dengan nilai transaksi ratusan juta dolar.
Meski begitu, koreksi harga terbaru mengindikasikan volatilitas masih tinggi di tengah dinamika on-chain yang belum sepenuhnya searah.
Data On-Chain Tunjukkan Aktivitas Whale Campuran

Sumber Gambar: CryptoQuant via CoinPedia
Selain itu, CryptoQuant mencatat kelompok pemegang 100 hingga 1.000 BTC menyumbang sekitar 24,39% dari total spending.
Sementara kelompok 1.000 hingga 10.000 BTC berada di kisaran 23,98%. Artinya, pemain besar memang sedang aktif.
Dalam beberapa hari terakhir, whale tercatat telah mendistribusikan lebih dari 20.000 BTC atau sekitar US$1,40 miliar. Ini menunjukkan bahwa selain potensi akumulasi dari wallet lama, tekanan jual dari kelompok whale lain juga masih terjadi.
Jika proporsi penjualan whale turun di bawah 20%, peluang akumulasi lebih kuat dapat terbentuk. Sebaliknya, jika tetap tinggi, Bitcoin berpotensi bergerak dalam rentang US$65.000 hingga US$75.000 dalam jangka pendek.
Baca berita berikutnya: Standard Chartered Prediksi Harga Bitcoin (BTC) Bakal Turun ke US$50.000
Kesimpulan
Aktivasi wallet era Satoshi setelah 14 tahun menjadi peristiwa langka yang langsung memicu reaksi pasar. Transaksi 7.068 BTC bernilai ratusan juta dolar memperlihatkan bahwa holder lama masih memiliki pengaruh signifikan terhadap dinamika harga.
Meski sinyal akumulasi terlihat dari sisi tertentu, data on-chain juga menunjukkan distribusi besar oleh kelompok whale lain. Artinya, pasar saat ini berada dalam fase reposisi yang cukup intens.
Pergerakan wallet lama ini menjadi pengingat bahwa dalam ekosistem Bitcoin, aktivitas satu alamat besar saja dapat mengubah sentimen dalam waktu singkat.
FAQ
- Apa itu wallet era Satoshi dalam Bitcoin?
Wallet era Satoshi adalah alamat Bitcoin yang dibuat pada periode awal 2009 hingga 2011. Wallet dari periode ini jarang aktif sehingga setiap pergerakannya sering memicu perhatian pasar. - Apakah wallet tersebut milik Satoshi Nakamoto?
Tidak ada bukti bahwa wallet tersebut milik Satoshi Nakamoto. Istilah Satoshi era hanya merujuk pada waktu pembuatan wallet, bukan identitas pemiliknya. - Mengapa pergerakan whale Bitcoin bisa memengaruhi harga?
- Transaksi dalam jumlah besar dapat memengaruhi likuiditas dan sentimen. Aktivitas whale sering ditafsirkan sebagai sinyal akumulasi atau distribusi oleh investor besar.
- Apa yang dimaksud dengan data on-chain?
Data on-chain adalah informasi transaksi yang tercatat di blockchain, termasuk pergerakan dana, distribusi kepemilikan, dan aktivitas wallet besar. - Apa itu indikator TD Sequential pada Bitcoin?
TD Sequential adalah indikator teknikal yang digunakan untuk mengidentifikasi potensi pembalikan tren dengan menghitung rangkaian candle harga. - Apakah pergerakan ini menandakan tren bullish baru?
Belum tentu. Selain adanya akumulasi, data juga menunjukkan distribusi oleh whale lain. Arah harga tetap bergantung pada kombinasi faktor teknikal, on-chain, dan sentimen pasar.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- CoinPedia – Satoshi Era Bitcoin Whale Wallet Buys 7000 BTC After 14 Years, diakses pada 16 Februari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Whale Terkini, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
