Michael Saylor kembali memberi sinyal akan beli Bitcoin (BTC) baru di tengah tekanan pasar kripto yang masih dalam fase koreksi tajam.
Lewat unggahan terbarunya di X, Saylor membagikan grafik akumulasi Bitcoin milik Strategy, langkah yang selama ini identik sebagai “kode” sebelum perusahaan mengumumkan transaksi baru.

Sumber Gambar: X.com
Jika terealisasi, pembelian ini akan menjadi minggu ke-12 berturut-turut Strategy menambah kepemilikan BTC, meski harga Bitcoin sedang berada jauh di bawah puncaknya.
Baca berita baru lainnya: Loss Hanya 40%, Bitcoin (BTC) Dinilai Belum Masuk Fase Bear Market
Strategy Masuk Fase Akumulasi Panjang
Melansir dari Cointelegraph, Terakhir kali Strategy membeli Bitcoin adalah pada 9 Februari 2026, saat perusahaan mengakuisisi 1.142 BTC senilai lebih dari US$90 juta.
Dengan transaksi itu, total kepemilikan mereka kini mencapai 714.644 BTC, yang bernilai sekitar US$49,3 miliar berdasarkan harga pasar saat berita ini ditulis.
Angka tersebut menjadikan Strategy sebagai salah satu entitas korporasi dengan cadangan Bitcoin terbesar.
Yang menarik, sinyal pembelian ini muncul ketika harga Bitcoin masih berada di bawah rata-rata harga beli Strategy, yang tercatat sekitar US$76.000 per BTC.
Artinya, secara posisi belum terealisasi, perusahaan berada di bawah harga akumulasi rata-ratanya. Namun, alih-alih menahan diri, Strategy justru konsisten menambah eksposur.
Tekanan di Saham dan mNAV
Di sisi lain, tekanan tidak hanya datang dari harga Bitcoin. Strategy baru-baru ini melaporkan kerugian kuartal keempat sebesar US$12,4 miliar.
Laporan tersebut sempat membuat harga saham perusahaan turun sekitar 17%, sebelum akhirnya pulih sebagian dan ditutup di level US$133,88 pada perdagangan terakhir.

Sumber Gambar: Strategy via Cointelegraph
Selain itu, metrik penting bagi perusahaan treasury kripto, yaitu multiple on net asset value (mNAV) juga turun ke 0,90 atau di bawah angka 1.
Dalam konteks perusahaan yang menjadikan aset kripto sebagai cadangan utama, mNAV di atas 1 biasanya menandakan pasar memberi premi terhadap nilai aset bersih perusahaan. Sebaliknya, mNAV di bawah 1 berarti valuasi saham berada di bawah total nilai asetnya.
Kondisi ini bisa mempersulit akses pendanaan baru melalui penerbitan saham untuk membeli Bitcoin tambahan.
Meski begitu, Strategy tetap melanjutkan pembelian, menunjukkan konsistensi terhadap tesis investasi jangka panjangnya.
Baca berikutnya: Standard Chartered Prediksi Harga Bitcoin (BTC) Bakal Turun ke US$50.000
Kesimpulan
Sinyal terbaru dari Michael Saylor mempertegas bahwa Strategy belum mengubah arah meski market sedang tertekan. Dengan potensi pembelian minggu ke-12 berturut-turut, perusahaan tetap konsisten menjalankan strategi akumulasi Bitcoin jangka panjang.
Di tengah volatilitas harga, tekanan saham, serta mNAV yang turun di bawah 1, langkah ini menjadi pernyataan sikap yang tegas.
Pasar kini akan menunggu konfirmasi resmi transaksi berikutnya dan melihat bagaimana dampaknya terhadap harga Bitcoin serta kinerja saham Strategy dalam beberapa pekan ke depan.
FAQ
- Mengapa Michael Saylor sering memberi “kode” sebelum membeli Bitcoin?
Michael Saylor biasanya mengunggah grafik akumulasi Bitcoin Strategy di media sosial sebelum transaksi baru diumumkan. Pola ini sudah berulang kali terjadi, sehingga pasar membaca unggahan tersebut sebagai sinyal pembelian yang akan segera dilakukan. - Berapa total kepemilikan Bitcoin Strategy saat ini?
Strategy saat ini memegang sekitar 714.644 BTC, dengan nilai sekitar US$49,3 miliar berdasarkan harga pasar terbaru. Angka ini menjadikannya salah satu pemegang Bitcoin korporasi terbesar. - Apa itu mNAV dan kenapa penting bagi perusahaan seperti Strategy?
mNAV atau multiple on net asset value adalah rasio antara harga saham dan nilai aset bersih perusahaan. Jika mNAV di atas 1, pasar memberi premi. Jika di bawah 1, valuasi saham lebih rendah dari total aset, yang bisa memengaruhi kemampuan perusahaan mencari pendanaan baru. - Apakah Strategy membeli Bitcoin meski sedang rugi?
Secara laporan keuangan, Strategy mencatat kerugian kuartalan dan harga saham sempat tertekan. Namun perusahaan tetap melanjutkan akumulasi Bitcoin, menunjukkan fokus pada strategi jangka panjang, bukan pergerakan harga jangka pendek. - Apa dampaknya jika harga Bitcoin terus turun terhadap Strategy?
Jika harga Bitcoin terus melemah, nilai aset Strategy ikut tertekan dan dapat memengaruhi laporan keuangan serta persepsi investor. Namun selama perusahaan tidak menjual kepemilikannya, kerugian tersebut masih bersifat belum terealisasi. - Mengapa Strategy terus membeli Bitcoin saat market turun?
Strategi akumulasi saat harga terkoreksi sering disebut sebagai pendekatan average cost. Dengan membeli di harga lebih rendah, perusahaan menurunkan rata-rata harga beli keseluruhan dan memperbesar eksposur jangka panjang terhadap Bitcoin.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Michael Saylor






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


